Daftar Berita:
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Pelatihan Intel® Teach “Getting Started” Pada Tahun 2007 dengan bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya:
-
-
Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Intel Corporation, pada tanggal 13-14 Desember 2011 dilangsungkanlah kegiatan penyerahan bantuan 50 unit CMPC serta pelatihan bagi para dosen dan guru sekolah laboratorium UPI. Di hari pertama, diselenggarakan acara pembukaan yang dilaksanakan di gedung rektorat UPI yang dihadiri oleh Pembantu Rektor IV Prof. Dr. Dadang Sunendar M.Si beserta jajaran pimpinan lembaga lainnya serta dosen dan guru peserta pelatihan. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Si mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Intel yang telah memberikan bantuan CMPC beserta pelatihan bagi para guru dan dosen. Beliau juga mengucapkan selamat atas perayaan 10 juta guru yang telah dilatih oleh Intel di seluruh dunia, yang perayaannya dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan pelatihan di UPI.
|
|
|
|
Serah terima CMPC oleh Hari Nugraha (Intel)
kepada Wakil Rektor IV UPI
|
Penyerahan plakat terima kasih oleh Wakil Rektor
IV UPI kepada Hari Nugraha (Intel)
|
|
|
|
|
Foto bersama untuk merayakan 10 juta guru
dilatih oleh Intel di seluruh dunia
|
|
Paska kegiatan pembukaan, diselenggarakan kegiatan lokakarya, yang bertempat di gedung SMU Laboratorium UPI. Acara lokakarya ini bertujuan melatihkan penggunaan piranti CMPC bagi guru dan siswa, serta integrasi pemanfaatan CMPC kedalam pembelajaran abad 21 yang berpusat pada siswa. Selain mempelajari fitur-fitur CMPC dengan praktik langsung di hari pertama pelatihan, para peserta juga melakukan perancangan pembelajaran serta melakukan simulasi atau praktik mengajar bersama peserta lainnya pada hari kedua.
|
|
|
|
Para peserta tengah mengeksplorasi fitur-fitur
aplikasi konsol guru
|
Salah satu peserta tengah melakukan praktik
mengajar memanfaatkan CMPC
|
|
|
|
|
|
Peserta tengah melakukan praktik mengajar
dengan mengintegrasikan CMPC
|
Foto bersama paska kegiatan pelatihan
|
|
|
Bantuan CMPC untuk Pembelajaran 1:1 eLearning |
|
|
|
|
Intel bersama PT. Telkom bekerjasama dalam program Hinterland Project memberikan donasi Intel CMPC (Classmate Personal Computer) beserta konektivitas Internet broadband kepada sekolah-sekolah mitra yang disertai pula dengan kegiatan pelatihan penggunaan dan integrasi dalam pembelajaran. Kegiatan kemitraan ini merupakan wujud nyata kedua belah pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kegiatan ini diselenggarakan secara marathon di beberapa kota, yaitu Pekalongan (30 Nov – 01 Desember 2011), Jambi (14 – 15 Desember 2011) dan Surakarta (19-20 Desember 2011), dan Tangerang (22-23 Desember 2011). Agenda pelatihan yang diikuti oleh 20 an guru di masing-masing kota tersebut melatihkan penggunaan aplikasi Mythware e-Learning Classroom yang disertakan dalam donasi Intel CMPC serta melakukan perancangan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan keterampilan abad 21. Selain itu para peserta juga melakukan praktik mengajar dengan rekan pengajar lainnya.
|
|
|
|
Pemanfaatan sumber belajar dari lingkungan
sekitar dan TIK dalam pembelajaran (Pekalongan)
|
Peserta pelatihan di Pekalongan melakukan foto
bersama paska pelatihan
|
|
|
|
|
|
Suasana pelatihan pembelajaran 1:1 di
Tangerang, Banten
|
Suasana pelatihan pembelajaran 1:1 di Surakarta,
Jawa Tengah
|
|
Sebagian besar peserta yang merupakan perwakilan sekolah penerima donasi merasa sangat bahagia sekaligus merasa mendapatkan sebuah tantangan dengan adanya perangkat Intel CMPC ini. Hal ini semakin menambah semangat mereka untuk dapat memanfaatkan perangkat TIK yang diberikan untuk kemajuan pendidikan di sekolah masing-masing dan memeratakan keterampilan TIK bagi guru lain di lingkungan sekitarnya.
|
|
|
|
Suasana pelatihan pembelajaran 1:1 di Jambi
|
Peserta pelatihan di Jambi melakukan foto
bersama paska pelatihan
|
|
|
Penandatangan MOU Intel – UPI |
|
|
|
|
Pada Hari Kamis, 6 November 2011, Universitas Pendidikan Indonesia dan Intel Indonesia Corporation (Intel) menandatangani kerja sama untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan kurikulum pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan melalui integrasi Intel Teach kurikulum pelatihan program di Gedung Isola UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.
Nota kesepahaman ditandatangani Rektor UPI Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. dan Strategic Business Development Director Intel Indonesia Corp, Hari Nugraha. Penandatangan nota kesepahaman ini dihadiri jajaran pimpinan UPI, yaitu para pembantu Rektor UPI, Para Dekan, Dr. Dinn Wahyudin, M.A. (Sekretaris Badan Koordinasi Pengembangan Sekolah Laboratorium dan Kampus Daerah), serta Dr. Suwatno (Kepala Hubungan Masyarakat). Sedangkan delegasi Intel Indonesia Corporation hadir antara lain Ananta B. Gondomono (Government Program Manager) dan Brimy Laksamana (Education program Manager).
Kesepakatan bersama ini juga untuk meningkatkan kemampuan dosen dan calon guru belajar di Universitas Pendidikan Indonesia pada abad ke-21 yang mencakup integrasi teknologi dalam belajar dan pembelajaran proses pembangunan yang berpusat pada pembelajaran berbasis projek.
Linkup kerja sama ini menyertakan pelatihan untuk dosen; Intel Teach Program: Kursus Persiapan Memulai (tatap muka); Intel Teach Program: Kursus Essentials (tatap muka); Pelaksanaan Projek Pembelajaran Berbasis, Evaluasi Program dan Penerbitan Sertifikat. Rektor UPI menyampaikan apresiasinya kepada Intel atas kepercayaannya terhadap UPI untuk menjalin kerja sama ini.
|
|
|
|
Penandatangan MOU
|
Delegasi Intel dan UPI
|
|
|
Pelatihan Essentials Course Dan 1:1 E-learning Classroom Lpmp Jawa Timur |
|
|
|
|
Bertempat di Hotel Utami Surabaya, pelatihan ini berlangsung selama 4 hari. Dengan peserta berjumlah 50 Orang mengikuti pelatihan Essentials Course dan 50 orang mengikuti pelatihan 1:1 E-Learning Classroom. Khusus untuk peserta 1:1 E-Learning Classroom adalah bagi guru yang mendapatkan bantuan CMPC dari Intel Corporation melalui Kementerian Pendidikan Nasional, sebagian lagi diikuti oleh Staff LPMP yang akan mendampingi sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut.
Acara pembukaan berlangsung di Madina Hall Hotel Utami Surabaya. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala LPMP Jawa Timur, Bapak Salamun, dan dilanjutkan sambutan oleh Education Program Manager, Bapak Brimy Laksmana. Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan langsung oleh Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom.
Pelatihan Essentials course yang lebih membahas tentang PBL, cukup menarik perhatian peserta sehingga mereka begitu semangat untuk mengikuti pelatihan sampai tuntas. Demikian juga dengan kelas 1:1 e-Learning Classroom, peserta sangat menyukai cara belajar yang menggunakan 1 laptop 1 siswa. Tidak terasa waktu 4 hari yang tersedia berlalu begitu cepat.
Acara penutupan langsung di tutup oleh Kepala LPMP Jawa Timur, Bapak Salamun, dengan sebelumnya mengumumkan peserta terbaik dari Kelas Essentials Course dan 1:1 e-Learning Classroom.
|
|
|
|
Peserta pelatihan Essential Course
|
Peserta 1:1 e-Learning Classrom sedang mengeksplorasi CMPC
|
|
|
Rakor LPMP Kalbar dengan ICT Center
|
|
|
|
|
Dalam rangka peningkatan pemanfaatan ICT Center yang terdapat di Propinsi Kalimantan Barat, maka LPMP Kalbar mengadakan rapat koordinasi dengan mengundang seluruh ICT Center dari seluruh kabupaten di propinsi Kalbar. Rakor ini bertujuan untuk merintis sebuah kerjasama dimana LPMP Kalbar akan mengembangkan pelatihan bersama ICT Center.
LPMP kalbar mengundang Intel Indonesia untuk mempresentasikan mengenai program pelatihan Intel Teach yang bisa dikembangkan bersama ICT Center. Education Program Manager, Brimy Laksmana, memberikan presentasi mengenai pembelajaran abad 21 berbasis ICT dan tantangannya ke depan.
Kepala LPMP Kalbar, Bpk. Drs. Suhartono Arham, M.Si, menyatakan harapannya agar tiap ICT Center dapat mengembangkan pelatihan secara mandiri dengan bantuan LPMP dan kemudian di tahun 2012 LPMP kalbar akan mengembangkan pelatihan lanjutan kepada ICT-ICT center yang telah berhasil mengembangkan pelatihan mandiri.
|
|
|
|
Pengarahan rapat koordinasi
|
Peserta menedengarkan penjelasan Program
|
|
|
Seminar Guru “Tantangan dan Kesempatan Abad 21”
|
|
|
|
|
Tanggal 30 September 2011 lalu, Intel mendapatkan kesempatan untuk mengisi seminar yang di hadiri oleh perwakilan guru di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sama seperti seminar-seminar sebelumnya yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Telkom, Guru diberikan materi yang berusaha membuka wawasan para guru tentang Abad 21 khususnya dalam bidang pendidikan. Seminar kali ini berjudul Abad 21 : Tantangan dan Kesempatan.
Yang special dari seminar kali ini adalah acara penyerahan hadiah kepada pemenang kompetisi Intel Teach Elements Course Online. Salah satu pemenang adalah Bapak Drs. Tugi Hartono Guru MAN 1 Jember. Penyerahan hadiah ini dapat menjadi motivasi kepada peserta seminar untuk mengikuti pelatihan Online yang terselenggara atas Kerjasama Intel dengan Kemdikbudnas.
|
|
|
|
Seminar Abad 21 : Tantangan dan Kesempatan
|
Penyerahan Hadiah Kompetisi Intel Teach Elements Course Online
|
|
|
|
Pemenang berfoto bersama dengan Narasumber dari Intel dan Telkom
|
|
|
Intel Education Award 2011 |
|
|
|
|
Jakarta, 12 – 15 AGUSTUS 2011,
untuk kali ketiga Intel Indonesia kembali memberikan apresiasi bagi 230 pendidik dan tenaga pendidikan yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi ke dalam proses mengajar dan penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Belasan di antaranya menerima Intel Education Award 2011.
Acara Intel Education Award 2011 ini mengalami perubahan sehubungan dengan perubahan struktur organisasi yang terjadi di Kemdiknas, di dua acara pertama Intel Indonesia bekerjasama dengan Ditjen. PMPTK namun tahun ini Intel Indonesia bekerjasama dengan Ditjen. Pendidikan Menengah. Perubahan lain yang terjadi adalah kalau sebelumnya hanya diberikan penghargaan untuk guru maka kali ini ada penghargaan untuk kepala dan pengawas sekolah serta ada penghargaan khusus untuk guru berdedikasi, guru PLB dan Tutor.
Proses penilaian diawali pada tanggal 13 Agustus 2011 yang bertempat di Hotel Millenium dan Hotel Century, Jakarta. Semua peserta mengikuti seleksi wawancara yang dilakukan oleh para Juri dari Tim Intel Education Award. Dari hasil seleksi tersebut maka didapatlah 12 orang pemenang dari beberapa kategori, antara lain:
Kategori Guru SMA/SMK:
Siti Zulfah Sulaiman
SMAN 3 Medan
Jl. Budi Kemasyarakatan no. 3
Medan – Sumatera Utara
Mustafa, SST.Par, M.Pd
SMKN 4 Makassar
Jl. Bandang no. 140
Makassar – Sulawesi Selatan
Dra. Herfen Suryati
SMA YPUDP Bontang
Jl. Raya Badak, Kompleks PT Badak NGL
Bontang – Kalimantan Timur
H. Imron Rosidi, S.Pd., M.Pd
SMKN 2 Pasuruan
Jl. Patiunus 141
Pasuruan – Jawa Timur
Nur Azizah, S.Pd, M.Si
SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya
Jl. Ampalu Koto Baru
Dharmasraya – Sumatera Barat
Kategori Kepala Sekolah dan Pengawas:
Drs. Tri Suharnowo, M.M
SMA YPHB Kota Bogor
Jl. Pajajaran no. 234 A
Bogor – Jawa Barat
Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd
SMAN 5 Purworejo
Jl. Magelang km 7
Purworejo – Jawa Tengah
Andi Candra, M.Pd
SMAN 1 Lebong Atas
Jl. Suko Kayo, Kec. Lebong Atas
Lebong – Bengkulu
Drs. Ganda Santosa
Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu
Jl. Kemiling no. 085 Tanjung Baru, Baturaja Timur
Ogan Komering Ulu – Sumatera Selatan
Kategori Guru Pendidikan Khusus
Solbi, S.Pd
SMALB Prof. Dr. Sri Soedewi
Jl. Depati Parbo, Telanaipura
Jambi
Kategori Guru Berdedikasi
Ali Tuasikal
SMAN 1 Pulau Haruku
Jl. Marake’e no.1 Pelauw Kec. Pulau Haruku
Kab. Maluku Tengah – Maluku
Kategori Tutor
Raden Roro Vemmi Kesuma Dewi
PKBM Budaya
Jl. Kramat Pulo Dalam II F11
DKI Jakarta
Puncak acara Intel Education Award 2011 dilakukan di Aula Gedung A Kemdiknas RI pada tanggal 15 Agustus 2011. Acara diawali dengan sambutan dari Education Manager Intel Indonesia Bapak Brimy Laksmana yang dilanjutkan oleh Direktur Corporate Affairs Intel Indonesia Ibu Imelda Adhisaputra. Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh Direktur Jendral Pendidikan Menengah Bapak Hamid Muhamad, M.Sc., Ph.D yang juga memberikan sambutannya. Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Intel Education Award 2011. Bersamaan dengan acara berbuka puasa bersama, berakhir semua acara puncak Intel Education Award 2011.
|
TOT Essentials Course Dinas Dikpora Di Yogyakarta |
|
|
|
|
Yogyakarta, 8 – 13 Agustus 2011,
Menindak lanjuti MoU antara Intel Indonesia, LPMP DI Yogyakarta dan Dinas Dikpora DI Yogyakarta, maka dilaksanakanlah ToT (training of trainer) Essentials Course untuk para MT di lingkungan Dinas DikPora DI Yogyakarta. Pelatihan diikuti oleh 60 peserta yang dibagi menjadi dua kelas, kelas SD dan Kelas SMP.
Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala LPMP DIY Bapak. Drs. Harmanto, M.Si. dengan sebelumnya memberikan sambutannya. Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Education Manager Intel Indonesia Bapak Brimy Laksmana dan Kepala BLPT DIY Bapak Drs. Bambang Budi Sulistiya, MM.
Selama pelatihan seluruh peserta terlihat sangat antusias sekali dalam mengukuti setiap materi yang diberikan oleh fasilitator Intel. Materi pelatihan ini adalah tentang Pembelajaran Berbasis Project yang terbilang baru dikalangan peserta, sehingga sangat menarik perhatian peserta. Dalam waktu 6 hari peserta telah dapat membuat sebuah RPP yang berbasis Project beserta portofolionya, dimana RPP berbasis project tersebut akan diimplementasikan di sekolahnya masing-masing.
|
Pelatihan Getting Started Course Di SMPN 1 Ciomas Bogor |
|
|
|
|
Kegiatan pelatihan berlangsung selama 4 hari, 12 – 15 Juli 2011, yang diawali dengan pemantapan pendagogi dan pola pikir mengenai kecakapan abad 21 serta cara berfikir kritis. Awalnya peserta masih sedikit bingung dan masih belum memahami arah tujuan dalam pemantapan pendagogi. Peserta awalnya kurang antusias karena mindset mereka beranggapan bahwa pelatihan intel teach adalah pelatihan komputer. Tetapi setelah berlangsung dalam beberapa jam kemudian, peserta mulai menikmati pelatihan dan mulai memahami pentingnya kecakapan abad 21 dan berpikir kritis. Peserta mulai antusias membahas dan mengetahui lebih jauh lagi mengenai penerapan kecakapan abad 21 beserta cara untuk berpikir kritis.
Hari kedua dan ketiga, pelatihan sudah mulai menerapkan pemanfaatan penggunaan tekhnologi dalam kegiatan pembelajaran. Peserta sudah menggunakan laptop, membuat aktivitas – aktivitas apa saja yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi pengolah kata, lembar kerja dan multimedia. Dengan menggunakan bantuan help guide. Peserta juga diberikan informasi bagaimana mengumpulkan data dan informasi mengenai bahan ajar dan pemanfaatannya untuk dikelas melalui internet. Peserta diajarkan bagaimana cara membuat email, men-download dan meng-upload. Peserta sangat semangat dan sangat antusias sehingga merasa kekurangan waktu.
Hari terakhir, peserta masih melanjutkan pelatihan dalam pemanfaatan aplikasi lembar kerja. Selain itu juga membahas bagaimana cara berfikir tingkat tinggi. Peserta juga sangat antusias dan sangat tertarik untuk memahami lebih jauh lagi. Meskipun kemampuan guru - guru SMPN 1 Ciomas dalam menggunakan komputer secara umum masih kurang, tetapi semangat peserta sangat tinggi. Tekad dan semangat peserta untuk lebih maju sangat tinggi. Disamping itu, peserta juga sangat kompak.
|
|
|
|
Peserta foto bersama setelah pelatihan
|
Berkolaborasi menyelesaikan produk pelatihan
|
|
|
|
Peserta sedang berdiskusi
|
|
|
MOU Intel Indonesia dengan LPMP Jatim |
|
|
|
|
19 Juni 2011, bertempat di Hotel Utami Surabaya, Intel Indonesia Corporation menandatangani Nota Kesepahaman dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur. Intel Indonesia Corp. Diwakili oleh Bpk. Ananta Gondomono dan LPMP Jatim diwakili kepala LPMP, Bpk. Salamun.
Dalam acara yang dilaksanakan oleh LPMP Jati mini, LPMP jatim juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan 38 Kabupaten dari seluruh propinsi Jawa Timur dan juga dengan Kanwil Kemenag Jatim.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bpk. Mohamad Nuh. Dalam sambutannya, Mendiknas selain mengutarakan kebijakan Kemdiknas mengenai penjaminan mutu juga mengapresiasi kerjasama yang telah dilakukan dengan Intel Indonesia selama ini. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP&PMP) Kemdiknas, Bpk. Syawal Gultom.
Dengan kerjasama ini maka Intel Indonesia dan LPMP Jatim akan mengembangkan model pelatihan TIK yang cocok untuk semua guru dari TK hingga SMA dalam rangka peningkatan profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan di propinsi Jawa Timur.
|
|
|
|
Spanduk Acara
|
Mendiknas menjadi saksi penandatangan MOU
|
|
|
|
Berfoto Bersama Kepala LPMP dan Kepala BPSDMPPMP
|
|
|
Pelatihan Intel Teach untuk Pengajar Muda II dari Indonesia Mengajar |
|
|
|
|
Seperti tahun yang lalu, pada tahun 2011 ini Indonesia Mengajar akan mengirimkan lagi Pengajar-pengajar muda ke daerah-daerah terpencil yang terseber di berbagai tempat di Indonesia. Kali ini pengajar muda yang tergabung dalam Pengajar Muda 2 berjumlah 75 orang, mengikuti pelatihan di Wisma Dirjen Perhubungan Laut, Puncak, Bogor.
Seperti tahun yang lalu pula, Intel Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memberikan pelatihan dalam rangka membekali para Pengajar Muda ini. Dalam Pelatihan Intel Teach yang dilakukan selama satu hari pada tanggal 17 Mei 2011 , peserta diberikan materi tentang Pembelajaran Abad 21 dan Pembelajaran berbasis Project (PBA) dimana produk akhir mereka adalah membuat RPP yang berbasis Project.
Walaupun hanya satu hari dan dirasa belum cukup, namun peserta merasa telah mendapatkan hal yang baru dalam perbendaharaan Metode, Model dan Pendekatan pembelajaran yang akan mereka gunakan selama di daerah.
|
|
|
|
Para peserta sedang berdiskusi dan mengerjakan Pembelajaran Berbasis Proyek
|
|
Tahun 2011 ini adalah tahun kedua Indonesia berpartisipasi dalam Intel ISEF. Intel ISEF 2011 diselenggarakan pada tanggal 9 – 13 Mei 2011 di Los Angeles Convention Center. Tahun ini Intel Indonesia mensponsori 6 siswa pemenang LKIR untuk berkompetisi di Intel ISEF.
6 orang siswa itu adalah Andrey Irawan Halim dan Reyner Jong dari SMA Santa Laurensia, Pebrian dan Alanikika dari SMAN 1 Malingping, Yan Restu Freski dari SMAN 1 Yogyakarta dan Darmadi dari SMAN 6 Yogyakarta. Mereka didampingi oleh Laksana Tri Handoko dari LIPI, Beliau adalah salah satu periset senior dari LIPI sekaligus anggota Scientific Review Committe.
Dalam partisipasi kedua ini, Yan Restu dan Darmadi dari Yogyakarta berhasil mendapatkan Special Award dan mereka masing-masing memperoleh hadiah uang sebesar USD 3000. Irawan Halim dan Reyner Jong mendapatkan Honorable Mention atas penelitiannya.
Selain tim siswa yang bertanding maka acara ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Kerjasama dan Promosi Science LIPI, Bpk. Bogie Tjahjono, peneliti senior LIPI, Bpk. Adi Santoso, Staff Senior Direktorat Pembinaan SMA Kemdiknas, Ibu Arfah L. Razik. Ketiga peserta ini menghadiri pertemuan para pendidik dari seluruh dunia dalam Educator Academy Intel ISEF 2011.
Hasil di tahun kedua ini menunjukkan kerjasama yang baik antara LIPI dan Intel Indonesia terutama adalah kerja keras dari LIPI dalam memobilisasi para peneliti untuk menjadi mentor penelitian. Di kemudian hari diharapkan pihak Kemdiknas bisa memberikan dukungan dan bantuan yang lebih besar.
Sebelum keberangkatan ke Intel ISEF 2011, seluruh delegasi diterima oleh Menteri Riset dan teknologi serta Menteri Pendidikan Nasional RI.
|
|
|
|
Berfoto bersama Mendiknas
|
Berfoto bersama Menristek
|
|
|
|
|
Tim Indonesia di Intel ISEF 2011
|
Foto di ruang eksebisi penelitian
|
|
|
|
Diterima oleh Konjen RI di Los Angeles
|
|
|
Pelatihan Intel Teach di Tomohon |
|
|
|
|
22 Guru dari Yayasan Pendidikan Yeemye di Manado dan Tomohon mengikuti pelatihan Enhancement Getting Started Course dan Essentials Course di Panti Samadi, Tomohon (26 – 30 April 2011)
Guru yang berasal dari SD Suster Manado, SD Sta. Clara Tomohon, SMP Pax Christi Manado, SMP Stella Maris Tomohon, SMA Rex Mundi Manado dan SMK Sta. Familia Tomohon berkumpul di Panti Samadi Tomohon. Tempat sejuk ini menjadi saksi bagaimana para guru dengan penuh semangat mengikuti pelatihan.
Para guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek (RPP-BP) dengan berkonsentrasi pada Kecakapan Abad 21 yang digali berdasarkan kharisma Tarekat YMY untuk mencapai pendidikan berkualitas dengan penekanan pada pembentukan karakter.
Pelatihan diawali oleh Prof. Dr. Yong Ohoitimur MSC yang melihat bahwa Intel Teach dapat menjawab tantangan pembelajaran abad 21 yang coba dikejar oleh pihak Yayasan.
|
|
|
|
Foto Bersama seusai pelatihan
|
Pemaparan kaitan Pelatihan Intel dengan visi dan misi
Yayasan Pendidikan Yeemye oleh Prof. Dr. Y.
Ohoitimur MSC
|
|
|
|
|
Kelompok SD sedang membuat Portofolio
|
Mengkritisi dan menimba sesuatu dari kelompok lain
|
|
|
Program Pre-Service Intel Teach di Universitas Pendidikan Indonesia |
|
|
|
|
Tanggal 4 Mei, di Kantor Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia beberapa petinggi UPI bertemu dengan pihak Intel Education untuk menindaklanjuti kerjasama Pre-Service ini. Naskah kerjasama sedang dipelajari oleh kedua belah pihak, namun pelatihan akan tetap berlangsung sesuai dengan rencana.
20 dosen FIP UPI dari berbagai Jurusan yang ada di FIP serta Kampus-Kampus daerah mengikuti Pelatihan Getting Started Course dari tanggal 5 – 7 Mei 2011, sebagai awal dari proses internalisasi Kurikulum Intel Teach ke dalam sistem perkuliahan FIP UPI. Penguasaan dan Integrasi Teknologi dalam pembelajaran sekarang sudah menjadi keharusan. Pemakaian teknologi tanpa metode yang tepat juga akan menjadikan pembelajaran kehilangan arah. Dari tukar pengalaman terbukti bahwa pembejaran yang berpusat pada siswa sebagai landasan kokoh untuk integrasi teknologi dan pencapaian target kecakapan abad 21 masih lemah di kalangan guru dan dosen.
|
|
|
|
Pimpinan UPI dan Intel Education Indonesia
berfoto bersama setelah pertemuan
|
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan – Universitas
Pendidikan Indonesia membuka Pelatihan GSC
|
|
|
|
|
Foto Bersama Peserta Pelatihan dengan
Tim Intel Education Indonesia
|
Para Peserta sedang bekerja dalam
kelompoknya menyelesaikan Portofolio
|
|
|
Penandatanganan MOU Dengan Kemdiknas |
|
|
|
|
Pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011, Kemdiknas menyelengarakan Resepsi Hardiknas di Gedung A Plaza Kemdiknas. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional dan dihadiri oleh beberapa perusahaan yang memiliki komitmen dalam bidang pendidikan.
Intel Indonesia membuktikan komitmennya untuk berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu acara dalam resepsi Hardiknas ini, Intel dan Kemdiknas memperbarui kesepakatan tentang komitmen Intel untuk membantu Indonesia mencapai pendidikan abad 21, yang sebelumnya telah ditandatangani pada 2007 lalu.
|
|
|
|
Suasana Resepsi Hardiknas 2011
|
Penandatanganan MOU antara Intel Corp
Indonesia dengan Kemdiknas RI
|
|
|
|
Berjabat tangan setelah menandatangani MOU
|
|
|
Workshop Ditjen. Dikdas Kemdiknas |
|
|
|
|
Tanggal 5 – 7 April dan 14 – 15 April 2011, diadakan workshop untuk pengembangan bahan atau materi bimbingan teknis untuk guru SD yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar Kemdiknas di Hotel Salak, Bogor. Intel Indonesia diundang menjadi salah satu narasumber dalam penyusunan materi tersebut.
Selama kurang lebih 5 hari salah seorang Senior Trainer Intel diundang oleh Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat P2TK DikDas diundang untuk menyusun Materi Bimbingan Teknis ICT untuk Guru SD bersama dengan sepuluh (10 tenaga ahli lain) peserta lain yang berasal dari UNJ (Jogjakarta), UNESA, STEI-ITB, UPI, Pustekkom, P4TK BMTI.
Materi Bimbingan Teknis ICT tersebut didiskusikan dengan sangat serius oleh para peserta workshop mengingat pentingnya penguasaan ICT dan integrasi ICT dalam pembelajaran bagi para guru SD. Tiga (3) hari awal yang disediakan ternyata tidak cukup untuk menghasilkan Materi yang pantas sebagai Bimbingan Teknis, tambahan waktu akhirnya menjadi solusinya.
Kita semua berharap agar Modul yang dihasilkan dapat berguna dalam menumbuhkembangkan integrasi teknologi dalam pembelajaran guru SD di kelas mereka.
|
|
|
|
Peserta Workshop disambut dengan spanduk ucapan dan acara pembukaan
|
|
|
|
|
Suasana kerja kelompok dari Tim Pengembangan Bahan/Materi BimTek ICT
|
|
|
Penandatanganan MOU Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta |
|
|
|
|
23 Maret 2011, Intel Indonesia Corporation (Intel), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY (DISPORA DIY) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan DIY (LPMP DIY) menandatangani sebuah nota kesepahaman (MOU) dalam rangka mengembangkan program peningkatan kemampuan guru dalam bidang TIK. MOU ini merupakan sebuah tindak lanjut dan nyata dalam melanjutkan program pelatihan TIK yang telah diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Intel.
Hal yang unik dalam acara penandatanganan MOU ini, murid-murid SD Semin 1 Gunung Kidul melakukan presentasi hasil riset mereka tentang jajanan sehat di lingkungan sekolah mereka. Riset ini sebagai bentuk implementasi pelatihan Essential Course yang diadalah oleh Intel dan LMPM DIY. Hal ini menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis proyek bisa diterapkan di semua sekolah bahkan di sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah tertinggal.
Kepala DISPORA DIY, Bapak Aji K. Baskara, menekankan mengenai pengembangan kemampuan guru di bidang TIK di propinsi DIY dimana diharapkan pemerintah kabupaten turut mendukung hal tersebut. Kepala LPMP DIY, Bapak Harmanto, menekankan bahwa program ini merupakan suatu bentuk penjaminan mutu pendidikan di DIY.
Dari Pihak Intel, Imelda Adhisaputra sebagai Corporate Affairs Director menekan komitmen Intel di dunia pendidikan secara berkesinambungan. Education Program Manager Intel, Brimy Laksmana, menjelaskan lebih lanjut mengenai program Intel Teach.
Dalam acara ini pula Intel berkomitmen memberikan bantuan komputer sebanyak 100 buah yang ditujukan untuk membangun proyek percontohan 1:1 e-learning di DIY dan membangun Intel learning center.
|
Siswa sedang mempresentasikan hasil penelitian
|
Guru dan murid SD Semin 1 berfoto bersama
|
|
Penandatangan MOU
|
Serah Terima Simbolis Bantuan Komputer
|
|
|
LPMP Jawa Timur melakukan pelatihan Essentials Course |
|
|
|
|
Selama 4 hari, dari tanggal 16 – 19 Februari 2011, 20 ST dari LPMP Jawa Timur mengikuti Essentials Course yang dibawah arahan Senior Trainer Intel Education yaitu Agnito Moningka dan Heru Triwiyono serta didampingi dan dibantu oleh Cak Rye dan Mas Iwan (keduanya koordinator ST Jatim) . Sementara itu 2 ST dari Jogja datang berkunjung untuk saling belajar implementasi pelaksanaan program Intel Teach di LPMP masing-masing. LPMP Jawa Timur unggul dalam perencanaan dan pelaksanaan pelatihan Getting Started Course sedangkan LPMP Jogja sudah mengimplementasikan Essentials Course pada beberapa sekolah di Kabupaten Gunung Kidul dengan hasil yang memuaskan (baca: berita dari Jogja)
Para peserta sangat menikmati pelatihan ini karena ada banyak hal yang masih sangat baru tapi ada juga yang sudah diketahui dan diperdalam di sini. Presentasi dari kelompok peserta dilakukan dengan menggunakan sharing desktop pada skype sehingga kesannya seperti e-learning.
|
Menjelaskan dan mengkritisi karya dari kelompok lain.
|
|
|
Foto bersama setelah pelatihan
|
|
|
Seminar Guru dalam Pembelajaran abad 21
|
|
|
|
|
Telkom, AXIOO dan Intel Indonesia melanjutkan program seminar untuk guru yang pernah dilakukan di bulan Desember 2010 ke 5 kota di kuartal pertama tahun 2011 ini, kota-kota yang menjadi tujuan adalah Pekanbaru, Bandung, Sukabumi, Bekasi dan Purwakarta.
Tanggal 9 Maret 2011, diadakan seminar guru di Pekanbaru bertempat di Gedung MTQ Pekanbaru dan dihadiri oleh kurang lebih 200 guru. Acara dimulai dengan presentasi dari Intel Indonesia mengenai Pembelajaran abad 21 dilanjutkan oleh Telkom yang memberikan motivasi bagi guru dalam pemanfaatan teknologi, dan diakhiri oleh AXIOO mengenai teknologi terkini yang bisa dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran.
|
Para Guru melakukan regristrasi
|
Presentasi oleh Education Program Manager Intel Indonesia
|
|
Suasana Seminar
|
|
|
Enhancement Essentials Course LPMP Provinsi Yogyakarta |
|
|
|
|
Menindak lanjuti pelatihan Getting Started yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 dan 2010, maka LPMP jogja memberikan pelatihan lanjutan untuk para Guru yang sudah mendapatkan pelatihan Getting Started. Pelatihan lanjutan tersebut adalah Essentials Course yang membahasa tentang PBL (Project Based Learning), Essentials Course pada tahap awal terla berlangsung sampai dengan tahap Implementasi PBL pada sekolah dan gugus yang gurunya telah mengikuti Essentials Course.
Untuk meningkatkan kwalitas materi Essentials Course, LPMP Provinsi Yogyakarta mengadakan Enhancement Essentials Course bagi Trainer-trainernya. Acara tersebut berlangsung selama 5 hari dimulai tanggal 28 Februari 2011 s.d. 4 Maret 2011. Dibuka secara langsung oleh Kepala LPMP DIY Bapak Drs. Harmanto, M.Si. acara berlangsung di ruang Rapat II gedung utama LPMP Provinsi DIY.
Selama pelaksanaan Enhancement, peserta sangat antusias mendalami materi Essentials Course yang telah mereka dapatkan sebelumnya. Pada acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari LPMP Jawa Barat dan LPMP Jawa Timur. Pada hari pertama, setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan berbagi pengalaman tentang pelaksanaan Program Intel Education pada ketiga LPMP. Pada hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan ke sekolah yang telah mengimplementasikan PBL, yaitu SDN Semin 1 dan SDN Karangmojo 3, keduanya berada di Kabupaten Gunung Kidul. Hari ketiga, Enhancement Essentials Course yang disampaikan oleh Agnito Moningka (ST Intel). Hari keempat, kunjungan ke SDN Jetis 1, Saptosari, Gunung Kidul. Yang menarik pada implementasi di SDN Jetis 2 adalah implementasi PBL yang tidak sama sekali menggunakan Teknologi namun konsep Pembelajaran yang berpusat kepada sswa dan PBL berjalan dengan baik. Hari kelima, Evaluasi implementasi PBL pada sekolah-sekolah yang telah dikunjungi sebelumnya dan diakhiri dengan acara penutupan yang ditutup oleh Kepala LPMP DIY Bapak Drs. Harmanto, M.Si.
|
Bapak Drs. Hermanto, M.Si sedang membuka pelatihan Enhancment essentials course
|
Proses tanya jawab seputar Implementasi PBL di sekolah Implementator
|
|
Suasana kelas Enhancement essentials course
|
|
|
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Persiapan Program Pre-Service Intel Teach |
|
|
|
|
Pada tanggal 2 Februari 2011, diadakan pembicaraan awal adaptasi Kurikulum Intel® Teach berlangsung di ruang Dekan Fakultas Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Diskusi diikuti oleh Dekan, Para Pembantu Dekan dan beberapa Dosen yang berkompeten di bidang ini pada pagi hari 2 Februari 2011.
Dalam diskusi awal tersebut disepakati beberapa hal penting untuk ditindaklanjuti sehubungan dengan adaptasi kurikulum ini. Kontrak kerjasama antara Intel dan UPI akan segera dibuat, rancangan program ”In House Training” bagi dosen-dosen inti, proses adaptasi akan dilaksanakan lewat diskusi mendalam setiap selesai implementasi ”Getting Started Course” dan ”Essentials Course”.
Proses tersebut akan berlangsung sesuai dengan diagram di bawah ini.
|
Universitas Pendidikan Indonesia
|
|
|
Pelatihan Getting Started Mandiri LPMP Jawa Timur |
|
|
|
|
Tanggal 19 – 23 Desember 2010 dan tanggal 17 – 21 Januari 2011, LPMP Jawa Timur mengadakan pelatihan Getting Started secara mandiri untuk para guru yang telah bersertifikasi dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan penjaminan mutu pendidikan di propinsi Jawa Timur.
Pelatihan gelombang pertama diikuti sekitar 60 peserta sedangkan gelombang kedua diikuti sekitar 75 peserta, pelatihan ini dikemas sedemikian rupa oleh LPMP Jatim sehingga guru akan mendapatkan pelatihan secara berkesinambungan dalam rangka peningkatan kemampuan guru pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Pelatihan dibentuk dengan model “In-On-In” dimana guru yang lulus dalam pelatihan akan meneruskan pelatihan dengan pengimbasan dan implementasi dan bisa mengikuti pelatihan lanjutan yang lebih tinggi.
LPMP Jatim berencana untuk mengembangkan pelatihan TIK ini untuk seluruh guru di propinsi Jawa Timur, dan saat ini telah mendapatkan dukungan dari pemerintah propinsi dan kabupaten di Jawa Timur. Saat ini sudah banyak guru yang mendaftar pelatihan ini dan menunggu jadwal pelatihan.
LPMP Jatim akan mengeluarkan sertifikat untuk seluruh peserta pelatihan sedangkan bagi peserta pelatihan yang lulus dan mampu melakukan pengimbasan akan mendapatkan sertifikat dari Intel.
|
Penjelasan Program Intel Education Initiative
|
Suasana Pelatihan yang aktif
|
|
Pembukaan Pelatihan Gelombang Pertama
|
Penutupan pelatihan beserta pembagian sertifikat
|
|
|
Seminar Guru Intel – Telkom - Axioo |
|
|
|
|
Pada tanggal 18 Desember 2010 berlokasi di Gedung Telkom Gatot Subroto, Intel Indonesia Corp. bekerjasama dengan Telkom Indonesia dan Axioo mengadakan seminar guru dengan tema “Pembelajaran Abad 21, Tantangan dan Kesempatan”.
Sekitar 390 guru hadir dalam seminar ini, mereka mendengarkan 4 pembicara utama yaitu :
-
Bpk. Agus Riyanto dari Telkom Indonesia yang membahas mengenai peran guru dalam perubahan
-
Bpk. Brimy Laksmana dari Intel Indonesia yang memberikan paparan mengenai pembelajaran abad 21
-
Bpk. Gita Surya Wijaya dari Axioo yang memberikan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
-
Bpk. Arief Rachman, Kepala Komisi Nasional Indoensia untuk UNESCO, yang memberikan pembekalan terhadap guru untuk selalu mengikuti perubahan dan mampu beradaptasi guna mengembangkan pembelajaran yang lebih hidup dan membangun watak siswa
Acara dibuka oleh Bapak. Ahmad Dasuki, Direktur Profesi Pendidik Ditjen. PMPTK, beliau menjelaskan mengenai kebijakan pemerintah dalam pengembangan kemampuan TIK di kalangan guru.
Seminar yang berlangsung dari jam 8 pagi hingga 3 sore ini memberikan wawasan baru bagi para guru mengenai pembelajaran abad 21, diharapkan guru mampu mengatasi perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi, mampu menjadi fasilitator yang baik dalam proses pembelajaran. Selain seminar terdapat beberapa stand pendidikan dari Telkom dan Axioo. Guru-guru mendapatkan sertifikat seminar di akhir acara.
|
Pembukaan oleh Bpk. Ahmad Dasuki
|
Forum tanya jawab antara
pembicara dan peserta seminar
|
|
Suasana seminar
|
Guru-guru mengunjungi stand acara
|
|
|
Indonesian ST Meeting 2010 |
|
|
|
|
Sebagaimana lazimnya setiap tahun Intel Education Indonesia mengadakan agenda ST Meeting. ST Meeting selalu mengacu pada ST Meeting se-Asia Pasifik pada tahun yang sama. Konsentrasi tahun ini adalah “Pelatihan on-line Intel Teach Element tentang Project-Based-Approach”.
Sejak tanggal 6 – 9 Desember 2010 para Senior Trainer sudah berkumpul di Hotel Grand Flora Kemang. Agenda dimulai dengan “sharing” pengalaman peserta mengenai apa yang mereka alami dalam implementasi dan pelaporan pelatihan Intel Education Initiative Indonesia ini.
Keterangan teknis mengenai website element online (Project Based Approach Element) disampaikan oleh bapak Heru Triwiyono dan langsung disusul dengan menyelesaikan Action Plan yang dituntut oleh PBA Element tersebut. Sebagian besar peserta adalah mereka yang telah dipilih untuk menjadi Mentor dalam pelatihan online tersebut dan sebagian lagi adalah mereka yang dipersiapkan untuk menjadi Mentor.
Di samping menguji pemahaman tentang PBA Element para pesertapun mengerjakan pelatihan online baru dengan topik Assessment dalam pembelajaran abad 21 yang masih berbahasa Inggris.
Pada kesempatan tersebut pihak PMPTK yang diwakili oleh Pak Aji Pamungkas berkenan memberikan beberapa kata-kata sambutan untuk menyemangati para peserta.
Lewat ST Meeting ini kita berharap agar pengembangan profesi guru semakin bervariasi dan mantap sehingga para siswa kita dapat bersaing di dunia kerja abad 21.
|
Berpose bersama setelah kegiatan ST Meeting
|
Bpk. Aji Pamungkas dari PMPTK sedang memberikan pengarahan
|
|
Sebagian peserta sedang menekuni Action Plan pada Project Based Approach Element
|
|
|
Seminar & Workshop BPK Penabur
|
|
|
|
|
Pada tanggal 12 – 13 November 2010, BPK Penabur mengadakan Seminar dan Workshop tentang Peran TIK dalam proses pembelajaran yang diselenggrakan di SMAK Penabur gading Serpong. Acara ini dihadiri kurang lebih 500 orang yang terdiri dari guru, siswa dan orang tua murid.
Acara dibuka oleh Bpk. Lilik Gani, Kepala PUSTEKKOM, mewakili Bpk. Fasli Jalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional). Banyak perusahaan yang terlibat dalam acara ini antara lain Intel, Microsoft, Lenovo dan Indosat. Setelah pembukaan, acara diisi oleh Microsoft dan Intel, Microsoft Indonesia diwakili oleh Kepala Teknologi, Bpk. Toni Seno, membahas mengenai teknologi dalam pembelajaran sedangkan Intel Indonesia diwakili oleh Manager Program Pendidikan, Bpk. Brimy Laksmana, yang membahas permasalahan pembelajaran abad 21.
Acara ini ditujukan untuk membuka wawasan seluruh stakeholder pendidikan di BPK Penabur mengenai arti pentingnya pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran serta mengerti mengenai tantangan masa depan dalam dunia pendidikan.
|
Pembukaan Seminar oleh Paduan Suara
|
Sambutan oleh Bpk. Lilik Gani
|
|
|
Paparan dari Intel Indonesia
|
Peserta Seminar
|
|
UNESCO mengundang Intel Education Indonesia untuk memberikan pencerahan pada
Workshop Next Generation of Teacher Project (Curriculum Development Workshop)
tanggal 27 - 31 September 2010. Hadir dalam workshop tersebut perwakilan dari dunia pendidikan baik kemdiknas dan unit pelaksana teknis serta perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut Brimy Laksmana (Manager Intel Education Indonesia) dan Agnito Moningka (Senior Trainer) membeberkan Intel Education Initiative di Indonesia, Intel Teach Getting Started Overview, Intel Teach Essentials Overview. Sedangkan di hari berikutnya DR. Suhendra Yusuf (Pembantu Rektor I Universitas Islam Nusantara) memaparkan program adopsi pelatihan Intel Teach dalam sistem perkuliahan mereka.
Antusiasme terpancar dari para peserta. Intel Teach bisa menjadi program alternatif yang sangat bagus untuk menyiapkan calon guru maupun sebagai pelatihan professional bagi guru dalam jabatan.
|
Prof. Miao dari Unesco menyimpulkan hasil diskusi
|
Presentasi dari Tim Intel Education Indonesia
|
|
Para peserta Workshop berpose bersama
|
|
|
Anugerah Peduli Pendidikan 2010
|
|
|
|
|
27 September 2010 merupakan malam yang penuh anugerah bagi Intel Corporation Indonesia. Kerja keras Intel Education Indonesia selama 3 tahun diapresiasi oleh Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia. Lebih dari 45 ribu guru telah dilatih oleh Intel Education Indonesia dan masih akan terus berlangsung.
Pada saat yang sama Imelda Adhisaputra (Director of Corporate Affair Intel Indonesia Corporation) melakukan penyerahan simbolik donasi 1000 CMPC untuk pendidikan Indonesia. Sumbangan yang sangat berarti bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Intel terlibat bukan saja pada donasi hardware ini tapi terlebih menyiapkan para guru untuk mampu menerapkan pembelajaran di abad 21, menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.
Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mengapresiasi kepedulian Intel Indonesia Corporation di bidang pendidikan. Semoga pendidikan anak bangsa terlebih pelatihan guru sebagai ujung tombak pendidikan menjadi semakin baik.
|
Malam penganugerahan peduli pendidikan Indonesia
|
Penyerahan donasi 1000 CMPC secara simbolis oleh Imelda Saputra, Director of Corporate Affair Intel Indonesia Corporation
|
|
Mendiknas RI menyerahkan piagam dan plakat APP 2010
|
|
|
PELATIHAN INTEL TEACH BERSAMA GERAKAN INDONESIA MENGAJAR |
|
|
|
|
Sesuai dengan MOU antara Intel Indonesia Corporation dengan Gerakan Indonesia Mengajar, maka Intel Indonesia ikut memberikan pelatihan dalam rangka persiapan pengajar muda yang akan turun ke daerah-daerah terpencil. Para calon Guru yang ikut dalam pemusatan pelatihan Indonesia Mengajar berasal dari lulusan terbaik Universitas dan Institut Teknik yang terbaik se-Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Institut Teknik Bandung dll.
Pelatihan dilakukan di Modern Training Center selama 2 bulan, Intel Indonesia memberikan pelatihan selama empat hari dan berlangsung dengan baik, para peserta yang berjumlah 50 orang ini yang semuanya bukan berasal dari jurusan pendidikan, sangat antusias sekali mengikuti setiap materi yang diberikan oleh fasilitator. Materi yang diberikan adalah Metode Pembelajaran Abad 21, Kecakapan Abad 21, pembuatan Unit Plan yang berbasis pada project, implementasi teknologi dalam pembelajaran dan pada hari terakhir peserta langsung mencoba bagaimana kelas jarak jauh yang menggunakan koneksi internet untuk media komunikasi antar kelas yang terpisah.
Tanggapan para peserta sangat beragam, namun sebagian besar merasa memperoleh sesuatu yang baru bagi mereka, yang mereka anggap sangat berguna sekali untuk menunjang tugasnya ketika telah terjun di lapangan nanti. Walaupun di daerahnya masing-masing nanti mungkin tidak tersedia teknologi yang memadai, namun diharapkan para Pengajar Muda ini tidak berputus asa untuk menerapkan apa yang sudah mereka dapatkan selama pelatihan ini.
|
Dua Peserta sedang berdiskusi
|
Berkolaborasi untuk menyelesaikan tugas
|
|
|
|
|
Penandatanganan MOU dengan Gerakan Indonesia Mengajar |
|
|
|
|
Pada tanggal 16 Agustus 2010, untuk mengukuhkan kerjasama antara Gerakan Indonesia Mengajar dan Intel Indonesia Corporation dalam hal pelaksanaan program Indonesia Mengajar, maka ditandatangani nota kesepahaman oleh Ketua Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan dan VP Legal & Corporate Affair Intel Corporation, Shelly Esque.
Penandatanganan diadakan di secretariat Gerakan Indonesia Mengajar di Jalan Galuh, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh Direktur Eksekutif Program Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono, APAC Corportae Affair Director Intel, Anjan Gosh, Director of Corporate Affairs Intel Indonesia, Imelda Adhisaputra dan Education Program Manager Intel Indonesia, Brimy Laksmana.
|
Penandatanganan MOU
|
Foto Bersama perwakilan Intel dan Gerakan Indonesia Mengajar
|
|
|
INTEL EDUCATION AWARDS 2010 |
|
|
|
|
Pada tanggal 12 -16 Agustus 2010, uUntuk kedua kalinya, Intel Indonesia Corporation menyelenggarakan Intel Education Awards. Masih seperti tahun lalu, pelaksanaanya bersamaan dengan pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional 2010. Penilaian dilakukan berdasarkan Rubrik penilaian yang dibagi menjadi tiga kolom penilaian antara lain Proses Belajar Mengajar, Penanganan Kelas dan Teknologi. Proses Penilaian sendiri dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah penilaian RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan tahap kedua adalah wawancara untuk penilaian lebih mendalam. Pada tahun ini penjurian dilakukan oleh empat orang antara lain :
-
Agnito Moningka ( Juri Tingkat SMA)
-
Sri Adelila Sari (Juri Tingkat SMP )
-
Wendhie Prayitno (Juri Tingkat SD)
-
Heru Triwiyono (Juri Tingkat TK)
Setelah melakukan serangkaian penilain selama 3 hari yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya pada tanggal 12 – 14 Agustus 2010, akhirnya juri memutuskan 6 pemenang yang diumumkan pada acara puncak Intel Education Awards 2010. Acara tersebut dilaksanakan di Gedung A Kementerian Pendidikan Nasional RI yang dihadiri oleh Dirjen PMPTK Bapak Prof. Dr. Baedhowi, Direktur Profesi Guru PMPTK, Bpk. Ahmad Dasuki, Sekretaris Dirjen PMPT, Bpk. Giri Suryatmana, dari Intel dihadiri oleh Vice President Legal dan Corporate Affair Intel Corporation, Shelly Esque, APAC Corporate Affairs Director, Anjan Gosh dan Director of Corporate Affairs Intel Indoensia, Imelda Adhisaputra. Pada acara ini pememang diumumkan langsung oleh Education Manager Intel Indonesia Corporation Bapak Brimy Laksmana.
Susunan pemenangnya sebagai berikut :
Juara I Emilda Sulasmi, M.Pd. ( TK Pembina I Kota Bengkulu, Bengkulu)
Juara II Abdul Hakim, S.Pd. (SMP Yayasan Pupuk Kaltim, Kota Bontang, Kalimantan Timur)
Juara III Lidiya Mutmainah (SD Anak Terang, Kota Tangerang, Banten)
Juara Harapan I Dian Rakhmi Dianti, S.Pd. (TK Citra Islami, Kab. Tangerang, Banten)
Juara Harapan II Sadiman, M.Pd. ( SMA Plus Negeri 2, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan)
Juara Harapan III Sri Hendrawati, M.Pd. (SDN Sukaluyu I, Kota Bandung, jawa Barat)
Pada acara puncak Intel Education Awards 2010 ini juga diluncurkan sebuah pelatihan online mandiri yang bernama Intel Teach Elements. Peluncuran pelatihan ini dibuka dengan pemutaran video sambutan dari Menteri Pendidikan Nasional Bapak Prof. Dr. Ir. Mohamad Nuh, D.E.A.
|
|
|
|
Proses wawancara
|
Para Pemenang foto bersama
|
Dirjen PMPTK, Bapak Prof. Dr. Baedhowi sedang memberikan sambutan
|
|
|
Asia Science Educator Academy 2010 |
|
|
|
|
Pada tanggal 2 – 6 Agustus 2010, diadakan untuk pertama kalinya forum para pendidik se-Asia di Korea yang dinamakan Asia Science Educator Academy. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Intel Asia, KOFAC (Korean Foundation for The Advancment of Science and Creativity) dan NSM-K (Bational Science Museum of Korea).
Acara ini ditujukan untuk para pendidik baik guru, kepala sekolah, pemerintah, NGO dalam membicarakan perkembangan pendidikan di negaranya masing-masing terutama dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Math). Acara ini dihadiri oleh 67 pendidik dari 15 negara, dimana Indonesia diwakili oleh Bpk. Gatot Hari Priowirjanto (Direktur SEAMEO Indonesia), Bpk. Hilwadi Hindersah (Institut Teknologi Bandung) dan Brimy Laksmana (Intel Indonesia Corporation).
Satu hal yang menjadi bahan pelajaran yang sangat menarik adalah bagaimana Jepang dan Korea membangun sebuah rencana jangka panjang dan sistem pendidikan yang fokus untuk STEM sejak tahun 60-an karena mereka sangat sadar bahwa mereka harus menguasai teknologi untuk dapat bersaing di dunia global. Rencana ini diwujudkan dalam bentuk adanya museum science, kompetisi science, sekolah atau kelas khusus science, pengembangan professional guru science dan juga kurikulum science dalam sistem pendidikannya.
Negara-negara lain seperti China, India, Pakistan, Phillipine juga sudah mulai mengembangkan rencana jangka panjang pendidikan STEM di negaranya, oleh karena itu Indonesia diharapkan juga mampu mengembangkan pendidikan STEM yang lebih terintegrasi. Diperlukan kerjasama yang erat seluruh stakeholders pendidikan terutama kementerian Pendidikan nasional, kementerian Riset dan Teknologi, sekolah dan guru untuk bersama-sama memikirkan sebuah pola pendidikan STEM yang sesuai dengan kebutuhan nasional.
|
Peserta ASEA 2010
|
Pembukaan Korean Science fair
|
|
|
Kunjungan ke National Science Museum Korea
|
Korean Science Fair
|
|
|
Workshop Gerakan Indonesia Mengajar |
|
|
|
|
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Program Indonesia Mengajar, Gerakan Indonesia Mengajar mengadakan workshop guna menyusun kriteria pemilihan pengajar muda dan menyusun materi dan kurikulum untuk pelatihan di Hotel Alila, Jakarta, pada tanggal 21 – 22 Juli 2010
Program rekrutmen dan pelatihan Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar di bawah pimpinan Anies Baswedan telah bergulir. Kurikulum telah dirancang, sekarang giliran semua stake-holder duduk bersama memantapkan Kurikulum.
Bapak Hikmat Hardono selaku Ketua Eksekutif memimpin workshop ini. Finalisasi Program Pengajar Muda berlangsung dengan baik dan menghasilkan proses rekrutmen dan Kurikulum Pelatihan yang komprehensif. Intel Education selaku mitra ikut berpartisipasi mengambil bagian dalam proses pelatihan tersebut khususnya pada pengembangan Pedagogi.
|
|
|
Diskusi pemantapan bersama Yayasan Indonesia Lebih Baik
|
|
|
Mendiskusikan Proses Pedagogi, Ekstrakuler, Pengembangan Komunitas, Kepemimpinan, Jaringan dan Advokasi, Praktek dan Orientasi
|
|
|
Persiapan Pre-Service Intel Teach Program di UNINUS |
|
|
|
|
Universitas Islam Nusantara dengan dukungan Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Ketua Program Studi bahkan seluruh Civitas Academica telah bersepakat untuk mengembangkan Pre-Service di Uninus. Dengan semangat membara para Dosen bahkan Pembantu Rektor, Dekan dan beberapa Ketua Program Studi mengambil bagian duduk sebagai peserta pelatihan.
Minggu pertama mereka melatih diri di bawah bimbingan Senior Trainer dan Master Teacher yang sudah dimiliki oleh Uninus. Getting Started Course sebagai agenda di minggu pertama di selesaikan dengan baik.
Pada minggu ke-dua berikutnya, Senior Trainer dari Intel Education mendampingi para peserta dalam Pelatihan Essentials Course. Secara teoretis banyak peserta sudah menguasai karena memang mereka berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, namun ada beberapa peserta yang harus berjuang keras karena pemahaman pedagoginya dirasa masih kurang (mereka bukan berasal dari FKIP). Semua sepakat bahwa materi ini menarik tapi butuh latihan ekstra keras baik pada bagian pedagogi maupun teknologi teristimewa merancang Pendekatan Berbasis Proyek dengan konsentrasi menggapai Kecakapan Abad 21.
Gambaran integrasi kurikulum baik Getting Started Course maupun Essentials Course menuju Pre-Service semakin jelas. Rangkaian Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Rektor Uninus Prof Drs. H. Didin Wahidin, M.Pd.
|
Suasana Pelatihan Getting Started Course yang difasilitasi oleh ST dan MT dari UNINUS
|
|
|
Pelatihan Essential Course MGMP Biologi Jakarta Pusat |
|
|
|
|
Semangat yang luar biasa ditunjukkan oleh MGMP Biologi DKI Pusat. Pimpinan MGMP bersepakat mengundang Intel Education untuk memberikan pelatihan Essentials Course untuk kelompok mereka. 20 guru pilihan dari MGMP Biologi ini diberi tanggungjawab untuk mengikuti pelatihan Essentials Course dengan harapan bahwa mereka nantinya akan juga melatih rekan-rekan se-MGMP yang belum mendapatkan kesempatan.
Pelatihan berlangsung setiap hari Selasa sepanjang bulan Agustus. Pelatihan belum juga selesai tapi mereka telah bertekad untuk menerapkan Pendekatan Berbasis Proyek ini di kelas mereka masing-masing. Bukan itu saja, mereka juga bertekad untuk membagikan pengalaman belajar ini kepada sesama guru di Sekolah masing-masing bukan saja pada rekan se-MGMP. Bahkan Pimpinan MGMP akan mengajak MGMP lain untuk menikmati pelatihan Essentials Course ini.
|
|
Guru-guru Biologi bekerja dalam kelompok menggarap GRASP
|
|
|
|
|
Saling mengkritisi Unit Plan
|
|
|
Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional 2010 |
|
|
|
|
Salah satu agenda tahunan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yaitu Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN), tahun ini diselenggarakan tanggal 28 Juni – 3 Juli 2010 berlokasi di Pusat Pelatihan PT Timah – Bangka.
Acara ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman dan pelatihan baik untuk siswa maupun guru dalam membangun sebiah karya ilmiah berbasis penelitian, diharapkan peserta PIRN akan menjadi peserta dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang juga menjadi agenda tahunan dari LIPI.
Khususnya tahun ini, pihak LIPI melakukan sosialisasi mengenai perubahan prosedur yang terjadi pada LKIR karena terkait dengan afiliasi LKIR pada Intel ISEF.
Acara PIRN 2010 ini diikuti kurang lebih 210 siswa dan 120 guru dari 31 propinsi di Indonesia. Pihak Intel Indonesia turut berpartisipasi dalam acara ini dengan memberikan pengarahan dan presentasi mengenai Intel ISEF dan pembelajaran abad 21 kepada guru-guru yang menjadi peserta.
|
Pembicara dari LIPI dan Intel Indonesia
|
Guru-guru dari 31 propinsi se-Indonesia
|
|
PELATIHAN INTEL TEACH ESSENTIALS COURSE UNTUK ST DITJEN PMPTK
P4TK BMTI CIMAHI – BANDUNG, 22 – 25 JUNI 2010
|
|
|
|
|
Pelatihan Intel Teach Essentials Course di laksanakan selama 4 hari penuh dari pagi sampai dengan malam dengan diikuti oleh peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari 15 LPMP. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 Juni 2010 bertempat di P4TK BMTI Cimahi – Bandung.
Pelatihan yang di fasilitasi oleh Agnito Moningka dan Heru Triwiyono (ST Intel) serta Wendhie Prayitno (LPMP Jogja) ini berjalan dengan lancar, walaupun disibukan dengan berbagai macam tugas yang menuntut pikiran dan tenaga namun para peserta tetap semangat dan keasyikan dalam membuat Unit Plan. Pada hari terakhir unit plan buatan peserta di presentasikan dan mendapatkan kritik dan saran dari peserta lainnya.Diharapkan setelah dari pelatihan ini, para peserta akan mengimbaskan ilmunya di Provinsinya masing-masing.
Selain pelatihan Essential Course, peserta juga diperkenalkan dan dilatih dengan produk pelatihan baru dari Intel yaitu : Intel Teach Element Course “Project Based Approaches”, peserta akan dipilih untuk menjadi mentor dalam pelaksanaan pelatihan online tersebut.
|
Berkolaborasi untuk menyelesaikan Unit Plan
|
Foto bersama seusai pelatihan
|
|
|
|
|
Ice Breaking untuk menghilangkan kejenuhan
|
|
|
ENHANCEMENT GETTING STARTED DI STIT AL URWATUL WUTSQA JOMBANG |
|
|
|
|
Untuk meningkatkan kemampuan para MT di STIT Al-Urwatul Wutsqa Jombang dalam pemahaman materi Getting Started Course, maka para MT tersebut di berikan pelatihan Enhancement (pengayaan) yang berlangsung selama sehari penuh pada tanggal 18 Juni 2010. Terlihat sekali para MT yang berjumlah 11 orang tersebut sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini.
Dengan difasilitasi oleh Heru Triwiyono (ST Intel) peserta melewati kegiatan demi kegiatan yang terdapat dalam modul Enhancement tersebut. Walaupun tidak semua MT yang pernah mengikuti Getting Started Course hadir, namun diharapkan pelatihan ini dapat menjadikan para MT sebagai pioneer program Intel Teach di Kabupaten Jombang. Hal ini diperkuat dengan permintaan dari Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang yang meminta para MT tersebut untuk dapat menularkan ilmunya kepada Guru-guru yang mengajar di Pondok Pesantren tersebut.
|
Salah seorang peserta sedang sibuk membuat kolase
|
Peserta sedang menyelesaikan kegiatan yang ditugaskan
|
|
|
|
|
Peserta sedang mengkritisi hasil karya rekannya
|
|
|
INTEL ASIA ST SUMMIT 2010 |
|
|
|
|
Sudah menjadi suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Intel Education Asia Pasifik yaitu pertemuan senior trainer se-Asia Pasifik, acara kali ini di selenggarakan di Indonesia. Dari sekian banyak pilihan akhirnya pilihan jatuh pada Pulau Dewata Bali pada tanggal 8 – 10 Juni, bertempat di Discovery Room, Hotel Discovery kartika Plaza, Kuta Bali. Peserta yang mengikuti ST Summit ini berjumlah 48 dari 17 Negara diantaranya Indonesia, Pakistan, India, Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan lain-lain.
Pertemuan berlangsung selama 3 hari, sebagai narasumber adalah Theresa Maves (USA) dan Agnes Nathan (India). Di akhir pertemuan, ada acara berbagi pengalaman dengan pelaksanaan program Intel Teach dari beberapa Negara. 3 hari tidak terasa melelahkan dikarenakan materi yang begitu menarik dan tempat pelatihan yang memiliki alam begitu indah.
Pada Summit ini, diperkenalkan beberapa produk pelatihan baru yaitu Intel Elemet Course dengan topik “21st Century Assessment” dan “Class Collaboration”. Selain itu juga diperdalam mengenai pemanfaatan Digital Help Guide dan Digital Viewer.
Terasa sekali suasana persahabatan yang terjalin antar peserta dari berbagai negera tersebut, sehingga ST Summit yang diadakan tiap tahunnya ini bukan saja menjadi sarana penyampaian materi baru namun juga sebagai sarana untuk mempererat persahabatan diantara Senior Trainer dari berbagai Negara.
|
Diskusi antar peserta
|
Berfoto bersama ketika session makan malam berlangsung
|
|
|
Pelatihan Pengayaan Essential Course Bersama LPMP Yogyakarta |
|
|
|
|
Sekali lagi LPMP Jogja menunjukkan perhatian serius meningkatkan mutu guru dengan melakukan Pelatihan Essentials Course lanjutan. Pelatihan ini sendiri merupakan kelanjutan dari pelatihan yang dilaksanakan pada bulan Maret yang lalu.
Tanggal 21 – 24 Mei 2010, bertempat di hotel Jogja Plaza, LPMP Yogyakarta mengundang Intel Indonesia untuk mengadakan pelatihan pengayaan Essential course sekaligus rapat untuk pemantapan program.
Kesempatan ini juga dipergunakan oleh team Senior Trainer LPMP Jogja untuk menyatukan tekad dan rencana pelaksanaan untuk guru-guru di tempat terpencil. Pembelajaran Berbasis Proyek diolah kembali. Metode penyampaian diolah kembali sedemikian rupa sehingga dapat dianggap layak untuk dilaksanakan di daerah di mana komputer menjadi barang langka.
|
Acara Pembukaan Rapat Dan Pelatihan
|
Para Peserta Rapat Dan Pelatihan
|
|
|
|
|
Peserta dari LPMP Yogyakarta
|
|
INTEL Internasional Science and Engineering Fair 2010 diadakan pada tanggal 9 – 14 Mei 2010 di San Jose California, USA. Lebih dari 1600 siswa kelas 3 SMP hingga kelas 3 SMA dari 50 negara berkompetisi mengenai hasil penelitian mereka. Para siswa ini adalah jura-juara dari kompetisi science nasional di negaranya masing-masing.
Indonesia berpartisipasi untuk pertama kalinya pada Intel ISEF 2010 ini, diwakili oleh 5 orang siswa yang merupakan juara dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2009 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 5 orang siswa ini adalah sebagai berikut :
-
Jayu Pramudya dari SMAN 1 Surakarta di bidang IPA
-
Mohammad Pandi Alam dari SMAN 2 Jombang di bidang teknik
-
Afrizal, Wakfiamal Mifhtah dan Luthfi Fachri Muhamad dari SMA Plus Negeri 17 palembang di bidang IPS
Keberangkatan 5 orang siswa ini didampingi oleh dua orang pembimbing dari LIPI yaitu Bpk. Adi Santoso dan Ibu Krisbiwati. Selain tim yang ikut berkompetisi, Indonesia juga mengirimkan delegasi ke forum pendidik (Educator Academy), anggota dari delegasi ini berjumlah 4 orang yaitu Bpk. Deddy Setiapermana dari LIPI, Bpk. Tri Laksana Handoko dari LIPI, Bpk. Ninok Leksono dari Media KOMPAS dan Brimy Laksmana dari Intel Indonesia.
Pada kesempatan partisipasi kali ini, tim Indonesia belum mendapatkan penghargaan namun salah satu guru pembimbing dari SMAN 1 Surakarta, Bpk. Sukarno, mendapatkan penghargaan spesial yaitu Agilent Award.
Kesempatan pertama ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh tim dan delegasi Indonesia, terutama menjadi masukan yang sangat berharga bagi LIPI untuk makin mengembangkan kualitas dari LKIR untuk dapat berkompetisi lebih baik di masa depan di forum internasional seperti Intel ISEF.
|
Tim Indonesia berfoto bersama dengan CEO Intel, Paul Otellini
|
Upacara pembukaan Intel ISEF 2010
|
|
|
|
|
Foto bersama seluruh rombongan dari Indonesia
|
Acara Penutupan Intel ISEF 2010
|
|
|
Rapat Pemantapan Pre – Servis di Universitas Islam Nusantara - 20 April 2010 |
|
|
|
|
Universitas Islam Nusantara telah siap memulai babakan baru dalam pengembangan Universitas. Dalam sambutannya DR. Suhendra Yusuf, MA selaku Pembantu Rektor Bidang Akademik yang mewakili Rektor Uninus menyampaikan bahwa peluang Uninus untuk mempersiapkan guru dan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sudah mendesak dan bisa menjadi nilai lebih dari Uninus. Bekerjasama dengan Intel berarti Uninus telah selangkah maju dari para pesaingnya.
Dekan FKIP beserta para Ketua Program Studi berkumpul membicarakan peluang penerapan Pre-Servis di Uninus. Semua antusias dan dalam waktu dekat ini langkah-langkah konkrit menyiapkan dosen menjadi Master Teacher melalui pelatihan Getting Started Course dan Essentials Course akan segera direalisasikan.
Persiapan ini adalah bagian dari kelanjutan program kerjasama antara Intel Indonesia Corporation, LP Ma'arif NU dan APTINU (Asosiasi Perguruan Tinggi NU).
|
|
Education Program Manager Intel Indonesia sedang menjelaskan Program Pelatihan Intel
|
|
|
|
|
Para Peserta sedang berdiskusi
|
|
|
|
Purek I UNINUS sedang memberikan pengarahannya
|
|
|
Pelepasan Tim Indonesia Untuk Intel ISEF 2010 oleh Wakil Presiden RI |
|
|
|
|
Pada tanggal 5 – 9 April 2010, 5 orang siswa pemenang LKIR 2009 yang telah ditetapkan untuk berpartisipasi di Intel ISEF 2010 berkumpul di Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan yang diselenggarakan oleh LIPI. Sejalan dengan pemusatan latihan ini, para siswa dan seluruh delegasi Indonesia bertemu dengan Wakil Presiden RI, selain itu mereka juga dilepas oleh Ketua LIPI dan Menteri Negara Riset dan Teknologi.
Pada tanggal 7 April 2010, ketua LIPI, Bpk. Umar Anggara Jenie, disertai Sekretaris Utama LIPI, Bpk. Rochadi Abdulhadi, memberikan wejangan kepada para siswa dan guru pembimbing.
Tanggal 8 April 2010, seluruh anggota delegasi Indonesia disertai wakil Intel Indonesia, LIPI, Kemenristek diterima oleh Wakil Presiden RI, Bpk. Boediono, yang ditemani oleh Menteri Pendidikan dan Nasional, Bpk. H. Mohammad Nuh. Dalam pertemuan ini, Wakil Presiden menegaskan bahwa tugas negara untuk memberikan pendidikan yang baik bagi genereasi muda bangsa dan sudah seharusnya bahwa tiap generasi makin maju terutama siap dalam menghadapi era globalisasi. Mendiknas menekankan agar para siswa memanfaatkan peluang ini secara maksimal untuk menimba pengalaman dan meraih prestasi setinggi mungkin.
Keesokkan harinya, Menteri Negara Riset, Bpk. Suharna Surapranata, menerima delegasi Indonesia dan memberikan dorongan semangat bagi para siswa untuk terus berprestasi terutama dalam meningkatkan semangat penelitian di Indonesia.
|
Wakil Presiden RI dan Mendiknas menerima delegasi
|
Para siswa berfoto bersama Mendiknas
|
|
|
Essentials Course LPMP Daerah Istimewa Yogyakarta |
|
|
|
|
Pelatihan dengan materi Essential Course kali ini terselenggara atas inisiatif mandiri dari LPMP DI Yogyakarta pada tanggal 22 – 25 Maret 2010. Acara pelatihan bertempat di ruang rapat II LPMP DI Yogyakarta yang dibuka oleh Bapak Drs. I Ketut Sukardi (Pejabat Pembuat komitmen) dan Manager Program Pendidikan Intel Indonesia Bapak Brimy Laksmana.
Pelatihan yang diikuti peserta yang berjumlah 10 orang ini berjalan dengan lancar. Dengan difasilitasi oleh Agnito Moningka dan Heru Triwiyono, peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Selama 4 hari peserta disibukan dengan tugas-tugas portofolio dan membuat sebuah Unit Plan Berbasis Proyek yang menuntut peserta berpikir keras dan kreatif. Dengan di tutup langsung oleh Bapak Drs. I Ketut Sukardi, MM.
10 orang peserta pelatihan ini akan menjadi Master Trainer (MT) dan ditargetkan akan mengimbaskan ke 250 guru lain sebagai Participant Teacher (PT) di propinsi DIY.
|
Peserta sedang berkolaborasi
|
Peserta sedang memperhatikan fasilitator yang sedang menjelaskan materi
|
|
|
|
|
Berfoto bersama seusai pelatihan
|
|
|
Penandatangan MOU Intel – PMPTK |
|
|
|
|
Tanggal 10 Maret 2010, bertempat di ruang Audiotorium Depdiknas, Intel Indonesia Corp. dan Ditjen. PMPTK Depdiknas menandatangani Nota Kesepahaman Lanjutan tentang pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran.
MOU ini merupakan lanjutan dari MOU sebelumnya, Intel Indonesia Corp. dan Ditjen. PMPTK telah mengembangkan kerjasama untuk pelatihan guru sejak tahun 2007. Hingga akhir tahun 2009, telah 30 ribu guru di seluruh propinsi di Indonesia mengikuti pelatihan Intel Teach.
Penandatanganan MOU dimulai dengan sambutan dari Country Manager Intel Indonesia Corp., Bapak Budi Wahyu jati, dilanjutkan dengan penandatanganan MOU, pemberian laptop secara simbolik dan ditutup dengan sambutan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bapak. Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh DEA.
Acara ini dihadiri oleh pejabat teras di jajaran Depdiknas dan juga disaksikan oleh Director Strategic Education APAC Intel, Chadha Ashutosh, selain itu 27 reporter dari 25 media meliput acara tersebut.
Intel Indonesia Corp. berkomitmen untuk terus memberi dukungan dapa Depdiknas dalam rangka peningkatan profesionalisme para pendidik dan tenaga kependidikan, untuk itu maka Intel Indonesia Corp. di bawah bendera program Intel Teach terus meluncurkan materi-materi program pelatihan baru.
|
Penandatangan MOU disaksikan oleh Mendiknas dan Dirjen PMPTK.
|
Pemberian Laptop secara simbolik
|
|
|
|
|
Sambutan dari Mendiknas
|
|
Indonesia akan berpartisipasi dalam Intel Internasional Science and Engineering fair (Intel ISEF) 2010 di San Jose, USA, 9 – 14 Mei 2010. 5 siswa pemenang Lomba Karya Ilimiah Remaja (LKIR) 2009 telah dipilih sebagai wakil Indonesia untuk bersaing dengan 1500 siswa lain dari 50 negara.
Intel Indonesia Corp dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Worshop tentang Intel ISEF pada tanggal 4 Maret 2010 bertempat di Ruang Seminar Besar Widiagraha LIPI.
Workshop ini ditujukan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai Intel ISEF sehingga dapat membantu persiapan delegasi Indonesia, selain itu juga informasi mengenai perkembangan kompetisi science di negara lain. Untuk itu Intel Indonesia mengundang pembicara dari Phillipina, Mr. Engr. Liberato Ramos, sebagai nara sumber utama. Workshop dibuka oleh Kepala Biro Kerjasama LIPI, Bpk. Deddy Setiapermana, yang memberikan info mengenai rencana LIPI dalam mengembangkan LKIR, dilanjutkan dengan sambutan dari Education Program Manager Intel Indonesia, Bpk. Brimy Laksmana.
Workshop ini dihadiri oleh anggota SRC (Scientific Review Committe) LKIR, para juri LKIR, guru, peneliti dan staf LIPI serta beberapa sponsor LKIR.
Sukses untuk Tim Indonesia !
|
Pembicara dan para anggota SRC LKIR
|
Suasana Workshop
|
|
|
Principal Leadership Forum (PLF) – DBE2 Di Takengon |
|
|
|
|
22 Januari 2010, dua puluh dua (22) Kepala Sekolah di Kota Wisata Takengon – Aceh Tengah berkumpul untuk mengikuti PLF yang diselenggarakan oleh DBE2-USAID. Para Kepala Sekolah ini representasi dari peserta Getting Started Course (GSC) yang berlangsung selama 4 hari sebelumnya. Diharapkan bahwa para Kepala Sekolah akan mendukung dan bahu membahu dengan para Master Teacher-nya demi pengembangan sekolah mereka.
Kegiatan dibuka oleh Ka UPTD setempat dan dilanjutkan dengan pelatihan PLF. Para Kepala Sekolah dibagikan dalam kelompok-kelompok dan saling berbagi pikiran, komentar dan ilmu selama pelatihan.
Pelatihan ini mengedapankan peran Kepala Sekolah yang sangat sentral dalam mengambil kebijakan penerapan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Mereka diajak melihat perkembangan dunia yang ditandai dengan kemajuan teknologi, diperkenalkan pada kecakapan abad 21 untuk menjawab tantantangan tersebut, mengkritisi visi dan misi sekolah mereka, menentukan peranan apa yang akan mereka laksanakan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Dan akhirnya membuat action plan bagaimana mereka akan berusaha mewujudkan harapan tersebut.
|
Acara Pembukaan
|
Para Peserta sedang mengerjakan
Action Plan
|
|
|
|
|
Bertukar
Visi dan Misi
|
Berbagi
Kecakapan Abad 21
|
|
|
Pelatihan MT Intel Teach Getting Started
USAID DBE 2 Sumatera Utara
|
|
|
|
|
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh USAID DBE2 sebagai partner Intel Education Indonesia berlangsung selama 4 hari dimulai tanggal 19 s.d. 22 Januari 2010 di Kota Tanjung Balai bertempat di PSBG “Tanjung Berseri” dan PSBG “Bandar Ilmu”. Pelatihan di PSBG “Tanjung Berseri” di fasilitasi oleh Heru Triwiyono (ST Intel Teach Indonesia) sedangkan di PSBG “Bandar Ilmu” di fasilitasi oleh Sri Adelila Sari (ST Intel Teach Indonesia). Pada kedua tempat tersebut para ST Intel di bantu oleh MT DBE2 yang sudah pernah melakukan roll out pada cohort 1. Jumlah peserta di masing-masing gugus berjumlah 20 orang MT yang berasal dari guru di lingkungan gugus tersebut. Setelah pelatihan selama 4 hari ini selesai, pada tanggal 23 Januari 2010 dilanjutkan dengan pelatihan untuk kepala sekolah dalam paket pelatihan PLF (Principal Leadership Forum).
Setelah pelatihan di Kota Tanjung Balai selesai, pelatihan berikutnya dilaksanakan di Kota Padang Sidempuan pada dua gugus berbeda. berlansung selama 4 hari dimulai tanggal 25 s.d. 28 Januari 2010 bertempat di PSBG “Natama” Kecamatan Angkola Barat dan PSBG “Bona Ilmu” Kecamatan batang Angkola. Pelatihan berjalan lancer dengan di fasilitasi oleh ST DBE2 Sumatera Utara. Jumlah peserta di masing-masing gugus berjumlah 20 orang MT yang berasal dari guru di lingkungan gugus tersebut.
Setelah pelatihan selama 4 hari ini selesai, pada tanggal 29 Januari 2010 dilanjutkan dengan pelatihan untuk kepala sekolah dalam paket pelatihan PLF (Principal Leadership Forum). Yang menarik pada pelatihan PLF untuk kepala sekolah di PSBG “Natama”, para kepala sekolah antusias dalam menerima materi tentang Abad 21 dan Visi misi sekolah, terbukti setelah pelatihan berlangsung, mereka langsung membuat rencana tindak lanjut kedepan.
|
Seorang Peserta dengan antusias sekali mencoba mengeksplorasi
|
Seorang Peserta yang telah berumur 64 tahun namun masih semangat dalam mengikuti pelatihan
|
|
|
|
|
Peserta sedang mendiskusikan kecakapan Abad 21
|
Para peserta sedang memperhatikan rekan yang sedang showcase
|
|
|
|
|
Foto bersama seusai pelatihan
|
|
|
|
Enhancement Getting Started Course - PMPTK |
|
|
|
|
Sebagai sebuah program pelatihan yang berkesinambungan dan untuk terus meningkatkan kemampuan para Senior Trainer (ST) yang telah dilatih dalam program kerjasama antara Intel Indonesia dan Ditjen. PMPTK, maka diadakan program pengayaan (Enhancement) bagi 25 ST pada tanggal 15 Desember 2009 di P4TK Olahraga dan bimbingan konseling di Parung – Bogor.
Dua puluh lima (25) orang dari rencana 30 ST dari berbagai Propinsi berkumpul di P4TK Olahraga dan Bimbingan Konseling (Parung-Bogor) mengikuti Pengayaan Getting Started Course atau yang lebih dikenal dengan GSC Enhancement. Para peserta berasal dari LPMP se Indonesia, namun beberapa orang berhalangan hadir karena kesibukan dan kemendesakan waktu pelatihan.
Senin, 14 Desember 2009 para peserta mulai berdatangan dari seluruh penjuru Nusantara menuju P4TK Olahraga dan BK di Parung – Bogor. Sesudah makan malam kegiatan dibuka resmi. Dan besok paginya tepat pukul 08.00 pagi kegiatan “Enhancement GSC” dilaksanakan dengan peserta 25 Senior Trainer dari LPMP di seluruh Propinsi di Indonesia.
Bapak Agnito Moningka dan bapak Heru Triwiyono saling membantu mendampingi proses pelatihan tersebut dibantu oleh Panitia Pelaksana Pelatihan di bawah coordinator pak Saiful Bari. Para peserta sangat antusias dengan enhancement ini. Mereka dengan penuh semangat berdiskusi tentang motivasi mereka sebagai seorang guru, membedah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan yang berpusat pada guru, mengasah kecakapan berpikir tingkat tinggi dan menampilkan kreasi kolase tentang bagaimana seharusnya tugas guru “memfasilitasi”, cara mendaftar dan melaporkan pelatihan di website RTA dan mengevaluasi kegiatan pelatihan GSC yang telah berlangsung selama ini serta mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi masalah-masalah di lapangan.
Malam itu juga setelah makan malam pelatihan ditutup.
|
Acara Pembukaan
|
Foto bersama setelah “enhancement”
|
|
|
|
|
Penerapan Taksonomi Bloom
|
Menggarap Kolase
|
|
|
Pelatihan Getting Started Di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon |
|
|
|
|
Pelatihan yang terselenggara atas kerjasama dengan LP Ma’arif NU ini dibuka langsung oleh Ibu Sri Mulayti dari PP LP Ma’arif NU. Pelatihan dengan peserta sejumlah 30 orang ini berlangsung dari tanggal 4 sampai dengan tanggal 7 Desember 2009 yang bertempat di SMK Buana Bahari Kota Cirebon. Selama pelatihan yang di fasilitasi oleh Heru Triwiyono ini berlangsung, peserta terlihat sangat antusias dalam mengerjakan berbagai macam tugas yang diberikan.
Peserta pelatihan ini berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari Guru sampai dengan Dosen serta aktifis yang tergabung di dalam Fahmina Institut sebagai wadah berdirinya ISIF Cirebon dan SMK Buana Bahari.
|
Diskusi antar peserta
|
Berkolaborasi menyelesaikan portofolio
|
|
|
|
|
Foto bersama usai pelatihan
|
|
|
|
Eksibisi Inisiatif Intel Education bersama KGI |
|
|
|
|
Klub Guru Indonesia (KGI) Jawa Timur mengadakan Seminar bertajuk “Intel Indonesia Cerdas” di Hotel Bumi Surabaya pada tanggal 6 Desember 2009 dan dihadiri oleh sekitar 500 orang guru. Pembicara pada seminar tersebut antara lain Bapak Budi Wahyu Jati (Country Manager Intel Corp. Indonesia), Samuel Lawrence (CEO Axioo International), Bapak Suwanto (Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur), Bapak Ono Purba (Praktisi IT dan Open Source).
Baik para Pembicara maupun para Guru peserta Seminar sepakat bahwa dunia IT telah menjadi tuntutan dunia pembelajaran saat ini. Namun para guru masih kekurangan akses atas computer dan materi IT. Menjembatani hal tersebut KGI bekerjasama dengan Intel dan Axioo, para guru dimungkinkan untuk memiliki Laptop dengan harga murah dan bisa dicicil. Computer murah untuk guru sangat bertepatan dengan salah satu program KGI yaitu sagusala (SAtu Guru SAtu Laptop). Computer murah tersebut sudah terintegrasi dengan beberapa software dan materi yang berguna bagi guru.
Intel Teach yang menjadi bagian dari Intel corp. ikut ambil bagian dalam pameran tersebut dalam bentuk booth. Antusiasme peserta terhadap pelatihan Intel Teach cukup besar. Bahkan buku pajanganpun diminta oleh para peserta. Para peserta juga banyak bertanya bagaimana mereka bisa mengikuti pelatihan Intel Teach di Indonesia. Beberapa dari para guru juga ada yang pernah mengikuti Getting Started Course entah sebagai Master Teacher atau Participant Teacher.
|
Peserta mengikuti ceramah
|
Berpose sejenak di depan booth Intel Education
|
|
|
|
|
Kecakapan Abad 21, Modul dan Help Guide
|
|
|
|
Kegiatan Pengayaan dan Pelatihan Getting Started Aceh – DBE2 |
|
|
|
|
Agnito Moningka dan Sri Adelila Sari (ST Intel Teach Indonesia) melatih Tim ICT DBE2 Aceh pada tanggal 1 – 3 Desember 2009. Mereka dilatih Getting Started Course oleh Sri Adelila Sari dan Principals’ Leadership Forum serta Enhancement oleh Agnito Moningka. Pelatihan dilaksanakan di kantor DBE2 Propinsi Aceh.
Para peserta yang berjumlah 4 orang ST dari DBE2 Aceh berlatih dengan sangat serius tapi santai. Mereka nantinya akan melatih para MTT di Propinsi Aceh yang kemudian akan mendesiminasikannya ke para guru binaan DBE2 untuk cohort 2.
|
Para peserta mengerjakan PLF
|
Diskusi dan kolaborasi lewat googledocs
|
|
|
|
|
Sri Adelila Sari sedang memfasilitasi peserta
|
Berlatih sambil bergembira
|
|
|
Hari Guru – 25 November 2009 |
|
|
|
|
Sebagai agenda tahunan Depdiknas, maka untuk memepringati Hari Guru tahun 2009 diadakan kembali Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran Tingkat Nasional, 100 finalis dari berbagai daerah di Indonesia melalui proses penilaian yang dipusatkan di P4TK Pariwisata Sawangan – Bogor.
Dalam rangkaian acara kompetisi ini, pihak Intel Indonesia diwakili oleh Education Program Manager memberikan materi yang berisi mengenai program pendidikan Intel di Indonesia dan tantangan dunia pendidikan di abad 21. Paparan ini secara garis besar mengenai bagaimana guru harus mengembangkan kemampuan dan kompetensinya serta mengadakan perubahan dalam proses pembelajaran sehingga siswa mampu mengembangkan kecakapan abad 21 yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia global saat ini.
|
Paparan Program Intel
|
Peserta serius tapi santai menedengarkan Paparan
|
|
|
|
|
Para Finalis mendengarkan Paparan Program Intel
|
|
|
|
Pertemuan Senior Trainer Intel Indonesia 2009 |
|
|
|
|
Delapan (8) orang berkumpul di hotel Banana Inn mengikuti ST Meeting yang rutin diadakan setiap tahunnya. ST Meeting ini berlangsung tanggal 23 – 24 November 2009. Para peserta berasal dari ST Intel sendiri dan partner dari PMPTK, APTINU dan DBE3.
Seperti tahun yang silam, ST Intel berkumpul untuk mengadakan pertemuan sekalian sharing pengalaman dalam bentuk pelatihan yang diikuti oleh ST Intel selama Asia ST Summit. Tahun lalu Agnito Moningka dan Basor Suhada yang berangkat ke Bangalore-India dan kemudian membagikan pengalaman mereka. Tahun ini kembali pak Agnito Moningka membagikan pengalaman yang diterimanya selama mengikuti Asia ST Summit di Hochimin City bulan Juni yang lalu. Bila setahun yang silam DBE2, partner Intel Education Indonesia yang dilibatkan sekarang giliran pak Saiful Bari (PMTPK), Harry Koeswara (DBE3) dan Cipto (APTINU).
Hari pertama para peserta bergelut dengan Elements Course dan pada hari ke-dua mendalami “Pengayaan Teaching Essentials Course” dengan tema “bridging the Gaps” serta “Pricipals Leadership Forum”.
|
Foto bersama setelah acara
|
Berlatih Action Plan secara berpasangan
|
|
|
|
|
Lagi serius menyimak
|
Berpasangan memberikan komentar kolaboratif mempergunakan googledocs
|
|
|
Pelatihan Getting Started Di Universitas Sriwijaya |
|
|
|
|
Sebagai pengembangan program yang dilakukan antara Intel Indonesia dan Ditjen. PMPTK sejak tahun 2008 yang melibatkan 35 universitas di seluruh Indonesia, pelatihan guru ini banyak mendapatkan dukungan dari berbagai pemerintah daerah.
Salah satunya adalah kerjasama antara Pemerintah Kota Lubuk Linggau dengan Universitas Sriwijaya. Palembang, 200 orang guru dengan dukungan penuh dari pemerintah kota dikirim ke Universitas Sriwijaya pada tanggal 17 – 24 November 2009 untuk mengikuti pelatihan Getting Started. Para ST dari Universitas Sriwijaya melatih 20 orang MT dan kemudian mendampingi para MT untuk melatih 180 PT yang dibagi dalam 6 kelas parallel.
Pelatihan ini adalah salah satu bentuk pelatihan mandiri atas inisiatif bersama antara pihak universitas dan pemerintah daerah. Diharpakan akan lebih banyak pemerintah daerah yang mengembangkan inisiatif seperti ini dalam menjangkau jumlah guru yang lebih besar untuk segera dapat mengembangkan kemampuan professional guru.
|
Pembukaan yang dihadiri oleh wakil Kepala Dinas Pendidikan Lubuk Linggau, Pembantu Rektor Unsri dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer
|
Paparan Program Intel Teach Indonesia
|
|
|
|
|
Pelatihan Getting Started
|
Peserta dalam acara pembukaan pelatihan
|
|
|
Pelatihan Getting Started di STIT Al- Urwatul Wutsqa Jombang |
|
|
|
|
Pelatihan yang berlangsung selama 4 hari, tanggal 9 s.d. 13 November 2009 diikuti oleh 25 peserta dari lingkungan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqa Jombang. Pelatihan ini mencetak MT yang siap menerapkan Pendekatan Abad 21 dalam pembelajarannya serta membagikan materi yang sudah didapat kepada para PT.
Dalam mengikuti pelatihan ini, peserta terlihat sangat antusias sekali. Pelatihan ini difasilitasi oleh Heru Triwiyono ST dari Intel dan dibantu oleh ST APTINU yang ikut hadir dalam pelatihan tersebut yaitu Bapak Sucipto dan Bapak Tansa.
Pimpinan STIT Al Urwatul Wutsqa terlihat sangat mendukung program pelatihan ini, hal tersebut terbukti bahwa sehari setelah pelatihan usai, beliau langsung menginstruksikan kepada para MT yang baru saja dilatih untuk melaksanakan roll out untuk PT.
|
Diskusi yang berjalan dengan santai namun tetap serius
|
Peserta terlihat antusias dalam menyelesaikan setiap tugas yang ada
|
|
|
|
|
Foto bersama sesaat setelah pelatihan usai
|
|
|
|
Monitoring dan Enhancement DBE2 |
|
|
|
|
Selang tanggal 25 Oktober sampai 4 November 2009, bapak Heru Triwiyono dan bapak Agnito Moningka melakukan monitoring roll out “Getting Started Course” dari MT ke PT, memberikan Enhancement dan Principals Leadership Forum (PLF) untuk para ST dari DBE-2 di Propinsi Sulawesi Selatan (Soppeng dan Parepare), Jawa Tengah (Semarang), Jawa Barat dan Sumatera Utara (Brastagi).
Kunjungan dan pelatihan ini dianggap langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelatihan Getting Started Course di daerah-daerah dan meningkatkan kualitas hubungan dan pertemanan antara ST, MT dan PT sehingga mereka dapat saling menguatkan dan berbagi ilmu dan pengalaman dengan lebih baik lagi.
|
Suasana enhancement di Parepare, Makassar – Sulawesi Selatan
|
Enhancement di kantor DBE-2 Semarang, Jawa Tengah
|
|
|
|
|
Suasana roll out MT ke PT di Brastagi, Sumatera Utara
|
Guru sedang berlatih membuat jadwal mata pelajaran
|
|
|
Lomba Karya Ilmiah Remaja Ke-41 |
|
|
|
|
25 – 28 Oktober 2009, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan kembali Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang ke-41. Dalam lomba karya ilmiah remaja kali ini terdapat sebuah perbedaan dengan lomba-lomba sebelumnya karena beberapa pemenangnya akan dikirimkan untuk mengikuti kompetisi internasional yaitu Intel ISEF yang akan diadakan pada bulan Mei 2010.
Intel Indonesia dan LIPI telah menandatangani kesepakatan bahwa Intel Indonesia akan mensponsori keberangkatan pemenang LKIR 2009 untuk ikut dalam Intel ISEF 2010, selain itu Intel Indonesia juga mendukung LKIR dengan pemberian hadiah berupa Netbook untuk para juara satu di tiga kategori berbeda yaitu : IPA, Science dan sosial.
13 finalis dari 300 proposal penelitian yang masuk didatangkan ke Jakarta untuk melalui proses penjurian, 3 pemenang untuk tiap kategori ditetapkan oleh dewan juri. Kemudian dewan juri, Intel Indonesia dan LIPI akan memilih dan menentukan siapa dari para pemenang tersebut yang akan dikirim ke Intel ISEF 2010.
|
Pemberian hadiah dari Intel oleh Education Program Manager
|
Foto bersama dengan seluruh pemenang LKIR ke-41
|
|
|
Presentasi Program Intel Teach di Rakornas APTINU |
|
|
|
|
16 Oktober 2009, bertempat di Hotel Treva Jakata, Asosiasi Perguruan Tinggi Nadhatul Ulama (APTINU) melaksnakan Rapak kerja Nasional (Rakornas). Dalam rangka sosialisasi kerjasama antara Intel Indonesia dengan LP Ma’Arif NU, pihak Intel Indonesia diwakili Education Program Manager diminta untuk melakukan presentasi mengenai kerjasama yang terjadi, program Pre-Service Intel Teach dan juga masalah pendidikan yang lain.
Rakornas APTINU dihadiri lebih dari 100 orang yang terdiri dari pimpinan-pimpinan dan rector dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan Nadhatul Ulama. Presentasi Intel Indonesia mendorong agar perguruan tinggi di bawah APTINU terutama untuk fakultas kependidikan dan fakultas Tarbiyah mampu mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan tantangan abad ke-21 dengan mengintegerasikan teknologi pada proses pembelajaran. Diharapkan lulusan-lulusan perguruan tinggi tersebut yang notabene adalah calon guru telah siap mengembangkan metode pembelajaran yang baru.
Setelah acara ini beberapa perguruan tinggi menyatakan keinginananya untuk segera mendapatkan pelatihan, 3 perguruan tinggi akan mengadakan pelatihan ini hingga akhir tahun.
|
Presentasi Program Oleh Education Program Manager Intel Indonesia
|
Para Pimpinan Perguruan Tinggi menyimak presentasi dan tanya jawab
|
|
|
112 Kepala Sekolah Dasar mengikuti pelatihan GSC di Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (18 - 20 Agustus 2009) |
|
|
|
|
DBE-2 dan Kabupaten Kudus Propinsi Jawa Tengah membuat terobosan dengan mengadakan pelatihan “Getting Started Course” untuk para Kepala Sekolah SD se-Kabupaten Kudus.
Pelatihan itu berlangsung selama 3 hari. Pada hari terakhir, salah seorang ST Intel Teach mengadakan kunjungan untuk melihat dan menyemangati para Kepala Sekolah ini. Bila para Kepala Sekolah telah menyadari betapa pentingnya pembelajaran yang berpusat pada siswa dan betapa besar manfaat TIK dalam pembelajaran maka ke depan mereka akan mengajak para gurunya untuk melaksanakannya.
Bapak Carwoto dan Ibu Fitria dari DBE-2 dengan setia mendampingi 6 MT yang sedang memberikan pelatihan kepada para Kepala Sekolah ini. Para peserta dibagi dalam 3 kelas. Setiap kelas didampingi oleh 2 Master Teacher yang dengan setia dan penuh dedikasi memberikan pelatihan ini.
|
Para Kepala Sekolah SD se-Kabupaten Kudus lagi serius membuat portofolio
|
Wajah-wajah gembira mengikuti penutupan setelah 3 hari penuh bergelut dengan GSC
|
|
|
|
|
Para MT sedang sibuk mengumpulkan Portofolio peserta pelatihan
|
Penanggungjawab kegiatan menyempatkan diri berfoto bersama
|
|
|
Forum Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah |
|
|
|
|
Bersamaan dengan acara pemilihan guru berprestasi, Depdiknas (PMPTK) juga melakukan pemilihan terhadap kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional yang diselenggrakan pada tanggal 12 - 18 Agustus 2009.
Pada tanggal 16 Agustus 2009, Intel Indonesia diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi mengenai “Tantangan Dunia Pendidikan di Abad 21” dan sekaligus penjelasan mengenai program Intel Teach di Indonesia.
Acara forum kepemimpinan dilakukan di Hotel Atlet Century dihadiri oleh sekitar 217 kepala sekolah dan pengawas sekolah. Education Program Manager Intel Indonesia menyampaikan materi yang secara garis besar menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam mempersiapkan perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah dan bagaimana teknologi diintegrasikan di kelas.
Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah diharapkan untuk mengerti mengenai kecakapan abad 21, melakukan telaah ulang terhadap visi dan misi sekolah, mengerti bagaimana integerasi teknologi dalam proses pembelajaran dan merencanakannya.
Para kepala sekolah terutama adalah juga guru yang memerlukan pengembangan profesionalisme dalam peningkatan proses pembelajaran. Dengan pengembangan pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi maka diharapkan siwa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kecakapan abad 21.
|
Spanduk Acara
|
Peserta bertanya mengenai Program Intel Teach
|
|
|
|
|
Presentasi Materi oleh Education Program Manager
|
Peserta memperhatikan presentasi materi
|
|
|
Intel Education Award 2009 |
|
|
|
|
Intel Indonesia Corp. bekerjasama dengan Ditjen. PMPTK menyelenggarakan Intel Education Award 2009 seiring dengan pemilihan guru berprestasi tahun 2009 dari tanggal 12 – 16 Agustus 2009.
125 guru dari jenjang TK (26 guru), SD (33 guru), SMP (33 guru) dan SMA (33 guru) bersaing untuk memperebutkan Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Mereka berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. Seleksi telah berlangsung dari tingkat Sekolah, tingkat Kecamatan, tingkat Kota/Kabupaten dan tingkat Propinsi.
Semua pemenang tingkat Propinsi ini berkumpul di Hotel Sahid Jakarta untuk mengikuti serangkaian acara lomba. Para Juri yang berasal dari kalangan akademisi dan PMPTK memeriksa Portofolio, tes tertulis, karya tulis dan wawancara. Intel Indonesia Corporation sebagai partner Diknas (khususnya PMPTK) mengambil bagian dalam proses ini. Intel secara khusus memberikan penghargaan INTEL EDUCATION AWARD 2009. Diharapkan pemberian penghargaan ini akan terus dilaksanakan di Indonesia di tahun-tahun yang akan datang.
Acara dibuka secara resmi oleh DR. Baedhowi, Sekretaris Jenderal PMPTK. Lomba pun di mulai. Empat (4) orang Juri Intel Teach didampingi Pak Brimy Laksmana terlibat dalam penjurian Intel Education Award ini. Heru Triwiyono menjadi juri guru TK, Hary Pujianto menjadi juri guru SD, Winastwan Gora Swajati menjadi juri guru SMP dan Agnito Moningka menjadi juri guru SMA.
Para Juri Intel secara khusus mencermati RPP (Rencana Program Pengajaran) para guru yang terdapat pada portofolio mereka dan bersama para Juri lainnya ikut dalam sesi wawancara.
Konsentrasi penilaian terarah pada pertanyaan apakah para guru melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa? Dan bagaimana TIK dimanfaatkan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa? Tim Juri Intel menetapkan 4 kriteria dalam rubrik penilaiannya yang dijabarkan dalam 25 daftar periksa dan 7 pertanyaan wawancara.
Hasilnya adalah sebagai berikut
Desi Dahlan, S.Pd ; SMAN 2 Pasie Laweh ; Sumatera Barat
|
Nilai RUBRIK [Skala 4]
|
|
Proses Belajar Mengajar
|
Penanganan Kelas
|
Penilaian
|
Teknologi
|
|
3.33
|
2.53
|
2.56
|
2.53
|
|
|
|
Nilai rata rata : 2.74
Dra. Junita Karyawetti, M.Pd ; SMPN 3 Kota Singkarak ; Sumatera Barat
|
Nilai RUBRIK [Skala 4]
|
|
Proses Belajar Mengajar
|
Penanganan Kelas
|
Penilaian
|
Teknologi
|
|
3
|
2.53
|
2.56
|
1.33
|
|
|
|
Nilai rata rata : 2.36
Tangsi Sasmito, M.Pd ; TK-SD Model Blotan Wedomartani ; DI Yogyakarta
|
Nilai RUBRIK [Skala 4]
|
|
Proses Belajar Mengajar
|
Penanganan Kelas
|
Penilaian
|
Teknologi
|
|
3.33
|
2.13
|
2.22
|
1.67
|
|
|
|
Nilai rata rata : 2.34
Tjitji Wartisah, S.Pd ; TK Darul Hikam II Rancaekek ; Jawa Barat
|
Nilai RUBRIK [Skala 4]
|
|
Proses Belajar Mengajar
|
Penanganan Kelas
|
Penilaian
|
Teknologi
|
|
2.17
|
1.9
|
2.22
|
2
|
|
|
|
Nilai rata rata : 2.07
Drs. OAN Hasanuddin, MA ; SMAN 8 Pekanbaru ; Riau
|
Nilai RUBRIK [Skala 4]
|
|
Proses Belajar Mengajar
|
Penanganan Kelas
|
Penilaian
|
Teknologi
|
|
3
|
2.67
|
1.89
|
0.67
|
|
|
|
Nilai rata rata : 2.06
Siti Nur Hamidah, S.Pd ; SDN Kebon Pedes 1 ; Jawa Barat
|
Nilai RUBRIK [Skala 4]
|
|
Proses Belajar Mengajar
|
Penanganan Kelas
|
Penilaian
|
Teknologi
|
|
3.17
|
2.2
|
1.5
|
1.3
|
|
|
|
Nilai rata rata : 2.05
Acara pemberian penghargaan Intel Education Award 2009 dilaksanakan di Restoran Pulau Dua. Acara dihadiri oleh Budi Wahyu Jati selaku Country Manager Intel Corporation Indonesia dan Pak Giri Sekretaris Direktorat Jenderal PMPTK yang juga berkenan memberikan arahan kepada para pemenang dan seluruh guru yang hadir.
Selamat kepada para pemenang dan kita menatap Intel Education Award 2010. Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini.
|
DR. Baedhowi (Direktur PMPTK) membuka “Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional”
|
Para peserta Sesi Wawancara berfoto bersama dengan tim Juri (tingkat SMA)
|
|
|
|
|
Country Manager Intel Corp. Indonesia berkenan menyerahkan hadiah untuk para pemenang.
|
Inilah wajah-wajah para pemenang Intel Education Award 2009.
|
|
|
Pelatihan Intel Teach Kecamatan Cipondoh - Tangerang |
|
|
|
|
Proses Sharing antar peserta
|
|
Pelatihan Getting Started di Kecamatan Cipondoh dilaksanakan pada bulan Juli 2009 bertempat di SD Mutiara Bangsa Kecamatan Cipondoh. Dengan diikuti 44 Peserta MT dari berbagai SD di Kecamatan Cipondoh, yang dibagi menjadi dua kelompok. Dimana masing masing kelompok diikuti oleh 22 orang MT dengan waktu pelatihan setiap hari Jum’at dan sabtu selama dua minggu. Peserta pelatihan terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelatihan Getting Started ini. Adapun yang bertindak sebagai fasilitator pada pelatihan kali ini adalah Heru Triwiyono.
Yang berbeda dengan pelatihan Getting Started di Kecamatan Cipondoh adalah terealisasinya pelatihan karena adanya inisiatif sendiri Kepala UPTD P dan K Kecamatan Cipondoh yang didukung oleh K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) di Kecamatan Cipondoh. Jadi Kecamatan Cipondoh adalah daerah ke-2 setelah Kabupaten Klungkung, provinsi Bali yang melaksanakan pelatihan atas inisiatif sendiri. Diharapkan banyak lagi daerah-daerah yang memiliki inisiatif dalam mengembangkan pembelajaran abad 21 melalui Pelatihan Getting Started.
|
Berkolaborasi dalam mengerjakan Tugas
|
Peserta Pelatihan berfoto bersama
|
|
|
Lokakarya Dan Workshop TIK di Aceh |
|
|
|
|
Dalam upaya untuk semakin memasyarakatkan pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan maka Intel Indonesia bekerjasa sama dengan perusahaan-perusahaan IT lokal di Aceh menyelenggarakan lokakarya dan workshop mengenai pemanfaatan TIK pada tanggal 22 – 23 Juli 2009 di Banda Aceh.
Dalam workshop TIK yang dihadiri oleh 66 guru dari berbagai tingkatan pendidikan, pihak Intel Indonesia diwakili oleh Education Program Manager dan Business Development Manager memberikan materi pendidikan berbasis teknologi dan juga contoh dari integrasi teknologi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan Moodle.
Selain lokakarya dan seminar, perwakilan Intel Indonesia mendapat kesempatan untuk berdiskusi panjang dengan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi NAD untuk membicarakan kemungkinan kerjasama untuk pelatihan guru dan penyediaan sarana TIK bagi guru di propinsi NAD
|
Spanduk Acara Lokakarya dan Workshop
|
Pembicara dalam lokakarya
|
|
|
|
|
Suasana Workshop yang dihadiri guru
|
Pameran Komputer Keluarga
|
|
|
Festival Dan Augerah e-Pendidikan 2009 |
|
|
|
|
Pada Hari Sabtu tanggal 18 Juli 2009 bertempat di Museum Bank Mandiri, Jakarta, diadakan acara festival dan Anugerah e-Pendidikan 2009 oleh Pustekkom. Acara ini diisi dengan kompetisi Kihajar dan kompetisi Edu Games, selain itu diadakan juga Seminar Pemanfaatan TIK Untuk Pendidikan serta pameran pendidikan seperti perangkat lunak pendidikan, komputer, media pembelajaran.
Seminar diikuti lebih dari 350 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, perwakilan dari kantor-kantor Dinas Pendidikan. Intel Indonesia diwakili oleh Education Program Manager melakukan presentasi mengenai tantangan pendidikan di abad 21 dan integrasi teknologi di proses pembelajaran. Kepala sekolah dan guru diharapkan mampu melakukan perubahan dalam pole pembelajaran agar siswa-siswa didik mendapatkan kecakapan abad 21 seperti literasi media dan teknologi, kemampuan komunikasi secara efektif, bekerja sama, berpikir kritis dan pemecahan masalah
Banyak peserta tertarik dengan program-program pelatihan guru yang dilakukan Intel dalam Program Intel Teach.
|
Pembahasan mengenai tantangan pendidikan di abad 21
|
Para pembicara beserta moderator dari Pustekkom
|
|
|
Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional VIII |
|
|
|
|
Pada tanggal 21 – 28 Juni 2009, LIPI bekerjasama dengan pemerintah daerah Yogyakarta mengadakan acara Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional VIII, acara tersebut diikuti sekitar 260 siswa dan 90 guru dari 29 propinsi. Inti dari acara tersebut adalah memberikan wawasan yang luas kepada para siswa SMP dan SMA mengenai dunia ilmu pengetahuan dan secara khsusus memberikan kemampuan pada siswa untuk melakukan penelitian secara tepat dengan metode yang benar. Guru-guru juga dikumpulkan untuk diberikan pengetahuan dalam rangka memberikan bimbingan pada siswa dalam pelaksanaan penelitian.
Manager Program Pendidikan Intel Indonesia, Brimy Laksmana, diundang oleh LIPI untuk memberikan masukan pada para guru mengenai tantangan dunia pendidikan di abad 21 dan juga pentinganya menumbuhkan semangat penelitian di kalangan siswa. Dari umpan balik yang diberikan oleh para guru setelah paparan Intel, hamper semua guru menyadari bahwa tantangan abad 21 sangat nyata dan perlu adanya perubahan yang mendasar dalam proses pembelajaran agar siswa siap untuk menghadapi tantangan masa depan.
|
Siswa sedang membuat robot
|
Slogan pendidikan untuk masa depan
|
|
|
|
|
Spanduk Acara PIRN VIII
|
Guru sedang mendengarkan presentasi Intel
|
|
|
Asia Senior Trainer Summit 2009 |
|
|
|
|
Asia ST Summit ke-5 pada tahun 2009 diadakan pada tanggal 16 – 18 Juni 2009 di Ho Chi Minh City, Vietnam. Rombongan peserta Asia Senior Trainer Summit 2009 dari Indonesia yang terdiri dari Brimy Laksmana (Education Manager), Agnito Moningka (Senior Trainer), Arif Nugraha (PMPTK), Winastwan Gora Swajati dan Popo Alexander S (DBE2-USAID) tiba di Hochimin City setelah transit di Singapura. Di Bandara mereka sudah ditunggu oleh penjemput menuju Palace Saigon Hotel tempat kegiatan akan dilaksanakan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 43 peserta dari 14 negara (Australia, Amerika, China, Kamboja, India, Indonesia, Pakistan, Korea, Taiwan, Tailand, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Vietnam). Para peserta difasilitasi oleh Theresa Maves, Agnes Nathan dan Rathan Salem.
Hari pertama, dibahas program pelatihan “Elements” yang secara khusus mendalami Pembelajaran Berbasis Proyek. Program ini sangat menarik untuk mengenal PBL dan sebagai jembatan atau pengayaan pelatihan Teaching Essentials Course (TEC). Setelah itu dilanjutkan dengan “Intel Teach Online Community”. Sesi ini semua peserta bergabung dalam komunitas “pengajar” di seantero dunia. Peserta diajak untuk saling berbagi pengalaman, mendalami aspek pedagogi pembelajaran, mendalami teknologi web 2.0 dalam pembelajaran, dan hal-hal lain menyangkut pembelajaran di abad ini. Pamungkas kegiatan hari pertama adalah Digital Help & Reader dan TAO. Help Guide dan penunjang lain sekarang sudah diakomodasi oleh Intel dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Sedangkan TAO, masih asing bagi kita karena belum dimulai di Indonesia.
Hari kedua, sekalipun masih mengantuk para peserta sudah disuguhi Webinar sampai makan pagi. Setelah itu sesi “Bridging the gap – upgrading unit portfolios to Essentials version 10.1. Sesi ini para peserta diperkaya melihat kembali modul 1 sampai dengan modul 8 dari Teaching Essentials Course versi 10.1 sekalian memperbaiki Unit Plan yang telah pernah dibuat.
Hari ketiga, para peserta mengikuti secara serius dan aktif webinar dan web 2.0. Ini barangkali akan menjadi pembelajaran di masa depan. Koneksi internet menjadi isu utama bila ingin melaksanakan webinar dan web 2.0 ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan BKM (Best Known Methods) dari negara Australia (membahas PLF – Principals Leadership Forum yang sudah memakai web 2.0), India dan Pakistan (implementasi TEC di negaranya dengan ciri khasnya), Filipina dan Malaysia (pelaksanaan pre-service menghasilkan guru-guru yang siap dengan tantangan pembelajaran abad ini), Korea dan Taiwan (pelaksanaan TAO – pembelajaran yang sudah online system) dan Vietnam (bagaimana negara mereka membangun sistem untuk pelatihan guru-gurunya).
Di sela-sela kegiatan para peserta menyempatkan diri makan bersama di luar hotel dengan kebersamaan yang luar biasa. Pada hari terakhir pada peserta berekreasi menonton boneka air, bernyanyi dan berjoget ria. Kebersamaan harus berakhir. Hochiminh City sungguh kota tepi sungai yang sangat indah dengan torehan sejarah yang masih kental. Sangat kelihatan bahwa Vietnam sedang berbenah di segala aspek kehidupan..... mereka sedang menatap masa depannya. Kita juga demikian dan kita tidak ingin ketinggalan dari mereka.
|
Foto Bersama setelah kegiatan
|
Webinar
|
|
|
|
|
Suasana diskusi kelompok
|
Kita bukan berpisah secara fisik tapi berkomunikasi lewat web 2.0 dan tahun depan berjumpa lagi
di Bali - Indonesia
|
|
|
Pelatihan Teaching Essentials Course PMPTK |
|
|
|
|
Teaching Essentials Course (TEC) adalah program pelatihan baru yang ditawarkan oleh Intel Teach Indonesia. Konsentrasi pelatihan ini terletak pada Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) dengan konteks Pembelajaran Berpusat pada Siswa untuk menjawab tantangan abad 21 nanti dengan membekali mereka kecakapan abad 21 (21st century skills). Hasil akhir pelatihan ini berupa portofolio Unit Plan berisi kerangka pertanyaan kurikulum (pertanyaan esensial, unit dan isi), tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, penilaian, dll.
Pada tanggal 26 – 29 Mei 2009, PMPTK menyelenggarakan perlatihan Essential Course untuk para MT berlokasi di P4TK IPA – Bandung, jawa Barat. 26 guru berasal dari 6 propinsi yang memiliki P4TK dan LPMP mengikuti pelatihan ini. Peserta dibagi dalam 8 kelompok yang membahas KTSP sesuai dengan pilihan kelompok. Para peserta menggunakan Internet untuk mencari sumber, berkolaborasi, saling memberikan feedback dan meningkat pemikiran tingkat tinggi mereka. Secara teoretis peserta pelatihan cukup menguasai materi PBL tapi pada saat membuat Unit Plan mulai terasa ada banyak hal yang perlu diperdalam.
Pelatihan berlangsung selama 40 jam (4 hari penuh), dari pagi sampai sore dengan tatap muka dan pada malam hari para peserta membuat tugas-tugas seperti brosur PBL, contoh karya siswa, penilaian-penilaian yang akan dipergunakan, membuat scaf-folding, dan menyempurnakan Unit Plan.
Presentasi protofolio pada akhir pelatihan sungguh menjadi pengalaman yang sangat menarik dan saling memperkaya pemahaman dan implementasi TEC.
|
Acara Pembukaan
|
Meninjau contoh karya siswa
|
|
|
|
|
Mempresentasikan Portofolio Unit Plan
|
|
|
Pelatihan Intel Getting Started untuk ST bersama PMPTK di tahun 2009 ini diselenggarakan pada tanggal 18 – 21 Mei 2009 di P4TK Otomotif dan Elektro Malang, Jawa Timur.
Gelombang pelatihan Getting Started Course di seantero Indonesia untuk tahun 2009 sudah mulai digulirkan lewat pelatihan para Widya Iswara dari P4TK dan LPMP seluruh Indonesia sebagai Senior Trainer. Pelatihan yang mengambil tempat di kota apel yang sejuk pelatihan dibuka oleh Pimpinan PMPTK yang kali ini turun dengan full team.
65 peserta pelatihan dibagi dalam 3 kelas dengan fasilitator Senior Trainer Intel yaitu Basor Suhada, Heru Triwiyono dan Agnito Moningka. Diawali dengan presentasi Pak Siswoyo tentang program dan target guru yang akan dilatih (lebih dari 14.000 guru) kemudian Pak Susilo menerangkan secara detil dan teknis implementasi di lapangan nanti, Pak Brimy memperkenalkan Intel Teach di Indonesia dan Team Fujitsu menerangkan tentang teknologi server terbaru.
Pelatihan berlangsung dengan penuh kegairahan yang besar. Semua terlibat dalam diskusi, pembuatan portofolio, dan menyumbangkan banyak pikiran dan pengalaman di seputar pembelajaran abad 21 untuk para siswa dan guru kita. Sedemikian semangatnya sampai salah satu fasilitator harus terbaring sakit dan 3 kelas digabung menjadi 2 kelas pada hari ke-dua pelatihan.
Kepala P4TK Otomotif dan elektro Malang menutup pelatihan ini dengan wejangan agar para Senior Trainer ini bisa menjadi pionir di propinsinya masing-masing memberi yang terbaik demi peningkatan profesionalitas guru kita dalam bidang teknologi dan implementasi teknologi dalam pembelajarannya.
|
Pak Heru berfoto bersama dengan peserta di kelasnya
|
Pak Agnito bersama dengan peserta di kelasnya
|
|
|
|
|
Suasana diskusi kelompok
|
|
|
Salah satu bagian dari komitmen Intel terhadap dunia pendidikan adalah melaksanakan sebuah kompetisi yang dikenal sebagai Intel ISEF (International Science and Engineering Fair). Kompetisi ini merupakan kompetisi science terbesar di dunia untuk siswa-siswa SMP dan SMA yang diikuti kurang lebih 1500 peserta dari 50 negara.
Tahun 2009 ini, INTEL ISEF diselenggarakan di kota Reno pada tanggal 11 – 15 Mei 2009 di Negara bagian Nevada, USA. Paralel dengan kegiatan kompetisi diadakan acara pertemuan para pendidik dari seluruh dunia yang disebut Educator Academy. Pada kesempatan ini Indonesia mengirimkan 3 orang peserta yang terdiri dari 2 orang LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan 1 orang dari Intel Indonesia.
Kehadiran tim Indonesia adalah yang pertama kali dengan tujuan untuk melakukan observasi dalam rangka rencana mengirimkan para juara LKIR (lomba Karya Ilmiah Remaja) untuk ikut dalam INTEL ISEF 2010.
Dalam pertemuan para pendidik, terdapat satu hal yang sangat penting yang perlu disadari bahwa kompetisi adalah salah satu ujung dari sebuah proses pendidikan, di ujung lainnya adalah bagaimana guru mengajar di dalam kelas sehingga para siswa mempunyai ketertarikan dalam melakukan penelitian.
Intel mempunyai komitmen dalam rangka pengembangan dunia pendidikan baik dari sisi pendidik maupun secara keilmuan terutama dalam bidang science dan rekayasa.
Untuk menetapkan langkah ke depan, telah ditandatangani MOU antara Intel Indonesia dengan LIPI pada tanggal 3 Juni 2009 untuk meningkatkan kualitas dari LKIR dan mengirimkan para pemenangnya ke INTEL ISEF.
|
Pelatihan Intel Teach Getting Started DBE3 Sulawesi Selatan |
|
|
|
|
Pelatihan di buka oleh Bapak Hamza selaku Staff DBE3 Sulawesi Selatan. Bertempat di SDN Inpres Bertingkat III Mamajang, Kota Makassar, pelatihan ini berlangsung selama 4 hari, 26 – 30 Mei 2009, dimana peserta berjumlah 16 orang dengan antusiasnya mengikuti pelatihan ini. Adapun sebagai fasilitator kali ini adalah Heru Triwiyono.
Peserta menerima dengan baik semua materi yang diberikan, hal ini tergambar dari Rencana kerja yang mereka buat. Setelah 4 hari berlalu, di hari kelima para Kepala Sekolah yang mendapatkan giliran untuk mengikuti Forum Kepemimpinan Kepala Sekolah.
|
Diskusi antar peserta
|
Transfer Kecakapan Teknologi sedang terjadi
|
|
|
|
|
Foto bersama peserta
|
|
|
|
Pertemuan ST Indonesia untuk pemantapan Essential Course |
|
|
|
|
Teaching Essentials Course (TEC) salah satu program baru di Indonesia. Senior Trainer Intel Teach Indonesia telah mengikutinya bulan Desember lalu. Sekarang sudah waktunya program ini dijalankan di Indonesia. Kesiapan materi/modul dalam bahasa Indonesia sangat penting tapi yang lebih penting lagi adalah kesiapan para Senior Trainer itu sendiri.
Menjawab tantangan tersebut, pada tanggal 27 – 30 April 2009, ST Meeting diadakan untuk pemantapan TEC. Para peserta terdiri dari Agnito Moningka sebagai fasilitator, Heru Triwiyono dan Sri Adelila Sari sebagai tim evaluasi proses pelatihan dan modul merangkap peserta, Popo Alexander S dan Fitria Mahligai dari DBE-2 sebagai peserta, Arief Nugraha dari PMPTK sebagai peserta dan Januar Rahman dari SDN-03 Menteng.
|
Foto Bersama Manager Education
|
Sri Adelila Sari dan Heru Triwiyono sebagai evaluator merangkap peserta
|
|
|
|
|
Fitria sedang mempersiapkan presentasi Unit Plannya
|
Diskusi serius merentas benang kusut Curriculum Framing Questions
|
|
|
Pelatihan Intel Getting Started DBE3 Jawa Tengah |
|
|
|
|
Pelatihan Getting Started untuk DBE3 Jawa Tengah dilakukan pada dua tempat terpisah pada tanggal 13 – 17 April 2009, antara lain di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Klaten. Pelatihan Getting Started Kabupaten Grobogan dilaksanakan di SMP Negeri Grobogan 1, diikuti oleh 20 orang peserta yang semuanya adalah Guru-guru binaan DBE3. Acara di buka oleh Bapak Ajar Budi Kuncoro lalu dilanjutkan dengan pemberian materi pelatihan oleh Fasilitator Heru Triwiyono.
Untuk pelaksanaan di Kabupaten Klaten di buka oleh Ibu Wasmiyati, pelaksanaan kali ini dilakukan di SMP Negeri 1 Ceper, Klaten. Sebanyak 20 orang Guru dari MTs/SMP binaan DBE3 mengikuti pelatihan yang di Fasilitasi oleh Ibu Ni Made Artini.
Pelatihan pada kedua tempat tersebut dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan selama 4 hari, di hari ke-5 dilanjutkan dengan Forum Kepemimpinan Kepala Sekolah.
|
Peserta berkolaborasi untuk menyelesaikan latihan
|
Berlatih menjadi teman yang kritis
|
|
|
|
|
Foto bersama seusai pelatihan
|
|
|
|
Pelatihan Intel Teach Getting Started UNESCO |
|
|
|
|
Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO memulai “pilot project” kerjasama dengan Intel Education dengan mengadakan pelatihan Getting Started Course. Para peserta berasal dari Sekolah-sekolah yang sudah memiliki nama besar di Jakarta seperti SMP Lab School, SMPN 1, SMPN 75, SMPN 85, SMKN 3, SMKN 27, SMKN 51, SMA Al-Azhar, SMA Al-Izhar, SMA Bina Bangsa, SMA Diponegoro, SMA Lab School, SMAN 1, SMAN 6, SMAN 8, SMAN 13, SMAN 34, SMAN 68, SMAN 70, dan SMAN 81.
Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan pada hari-hari di mana para guru tidak sibuk dengan tugas mengajar di sekolah masing-masing yang memang sangat padat.
Pelatihan kali ini agak unik. Para peserta menggunakan CMPC (ClassMate Personal Computer) sehingga kolaborasi lewat teknologi dapat dimanfaatkan dengan maksimal. File presentasi fasilitator dapat langsung disimak dari komputer peserta secara real time dan peserta dapat mempresentasikan produk mereka langsung dari komputer masing-masing ke teman-teman peserta lainnya.
|
Foto Bareng seusai pelatihan
|
Diskusi Kelompok
|
|
|
|
|
Mengerjakan Portofolio menggunakan CMPC sambil berdiskusi
|
|
|
|
Roadshow bersama PMPTK selama bulan Februari dan Maret 2009 |
|
|
|
|
Dalam rangka verifikasi dan validasi data PTK, PMPTK mengadakan rangkaian acara pelatihan di 9 kota yaitu : Cipayung-Bogor, Bandung, Jogja, Surabaya, Padang, Medan, Manado, Makasar dan Papua. Acara ini dihadiri oleh seluruh staf operator data dari seluruh kabupaten di seluruh Indonesia.
Bersamaan dengan acara tersebut, PMPTK juga memaparkan program dan rencana mereka dalam rangka pembuatan Rencana Induk Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RIPTIK) di lingkungan Departemen PMPTK. Dalam rangka ini PMPTK mengajak pihak Universitas Gajah Mada untuk melakukan studi dan Intel Indonesia untuk memberikan masukan.
PMPTK mengundang Intel Indonesia untuk mengikuti Roadshow agar memberikan informasi dan penjelasan mengenai program kerja
sama yang telah dilakukan antara PMPTK dan Intel Indonesia Jakarta. Dalam kerangka pelatihan untuk guru, kesempatan ini digunakan untuk sosialiasi program pelat
ihan Intel Teach dimana diharapkan timbul inisiatif mandiri dari kantor Diknas tingkat Kabupaten untuk bisa mendukung pelatihan ini di daerah.
Peserta pada umumnya memberikan tanggapan positif terhadap apa yang telah dilakukan antara PMPTK dan Intel Indonesia, terutama banyak pertanyaan yang menyangkut perkembangan teknologi terakhir.
|
SEMINAR NASIONAL
Peningkatan Profesionalisme Guru dan Mutu Pendidikan
Depok, 1 Maret 2009
|
|
|
|
|
Ratusan guru menghadiri Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Profesionalisme Guru dan Mutu Pendidikan” di Hotel Bumi Wiyata Depok. Acara yang digagas oleh Monitor Depok ini menghadirkan pembicara Drs. Totok Bintoro, M.Pd (Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia) dengan materi “Peningkatan Profesionalisme Guru dengan Paradigma Budaya Mutu Pendidikan”, Yusuf Supendi, Lc (Anggota DPR-RI Komisi X) dengan materi “Undang-Undang Guru dan Dosen, Profesionalisme dan Peningkatan Mutu Pendidikan”, Dra. Liliana Muliastuti, M.Pd (Pembantu Dekan II Fakultas Seni dan Bahasa Universitas Negeri Jakarta) dengan materi “Persiapan Portofolio Guru sebagai Instrumen Sertifikasi Guru”, dan Arya Sanjaya (Business Development Manager World Ahead Program – Intel Indonesia) dengan materi “Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Meningkatkan Kapabilitas Guru”.
|
Spanduk Seminar Nasional
|
Bapak Arya Sanjaya dari Intel sedang memberikan presentasinya
|
|
|
|
|
Sesi tanya-jawab
|
|
|
|
Pelatihan Intel Teach Getting Started dan Forum Kepemimpinan Kepala Sekolah oleh DBE3 – USAID di Medan Dan Surabaya
16 – 20 Maret 2009
|
|
|
|
|
Pelatihan 15 guru calon Master Teacher (MT) mengikuti pelatihan Getting Started Course di ruang meeting DBE-3 Medan – Sumatera Utara selama 4 hari. Pada hari ke-lima giliran Kepala Sekolah dari 8 sekolah yang mengutus para MT mengikuti Principal Leadership Forum dengan didampingi oleh para MT.
Acara dibuka oleh Bapak Agus Marwan sebagai Education Officer DBE-3 Medan. Para peserta dengan penuh semangat dan tekun mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Bapak Agnito Moningka. Hari ke-lima giliran para Kepala Sekolah mengikuti Principal Leadership Forum. Kepala Sekolah sebagai pemegang kebijakan dan salah satu penentu kemajuan sekolah memiliki peranan yang amat besar dalam upaya pengintegrasian Teknologi di sekolahnya.
Kegiatan di Surabaya dibuka oleh Koordinator Propinsi Jawa Timar dari DBE3, Bapak Didi. Pelatihan kali ini dilaksanakan di Ruang Nakula Hotel Ibis Rajawali Surabaya. Sebanyak 16 guru SMP/MTs dan 8 Kepala Sekolah mengikuti pelatihan ini.
DBE-3, pemilik program ini sangat mendukung proses integrasi teknologi di sekolah dan terlebih dalam proses belajar mengajar. Bahkan sekolah-sekolah yang terpilih ini akan difasilitasi dengan komputer untuk memperlancar dan mempercepat proses adaptasi.
|
Para peserta di Medan berkolaborasi mengerjakan portofolio
|
Para Kepala Sekolah di Medan serius mengerjakan Action Plan dibantu para Master Teacher mereka.
|
|
|
|
|
Peserta di Surabaya berfoto bersama
|
Peserta di Surabaya belajar menjadi teman yang kritis
|
|
|
Penandatanganan MOU
Antara LP Ma’Arif NU dengan Intel Indonesia
untuk implementasi Pre-Service
Di Universitas Islam Nusantara - Bandung 09 – 12 Maret 2009
|
|
|
|
|
Intel memperluas kerjasama dengan NU. Setelah kerjasama Intel – Yayasan Pendidikan Ma’arif (PBNU) untuk Getting Started Course pada guru-guru kini dirasa perlu untuk juga terlibat dalam pelatihan langsung kepada para dosen yang akan langsung berhadapan dengan calon guru agama.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Ketua LP Ma’Arif, Pengurus Aptinu yang juga Rektor Uninus serta Manager Intel. Para peserta yang berasal dari segenap penjuru Indonesia diberi bekal kekuatan rohani untuk menjadi pionir pembaharu Pendidikan di tempatnya masing-masing. Sebelum pelatihan dimulai, dilakukan penandatanganan MOU antara LP Ma’Arif NU dengan Intel.
Pelatihan ini difasilitasi secara berkolaborasi oleh Agnito Moningka dan Heru Triwiyono. Pengetahuan para peserta terhadap teknologi dan pedagogi sudah cukup baik ditambah dengan persepsi awal bahwa mereka akan mendapatkan pelatihan komputer, maka awal-awal pelatihan berlangsung alot dengan diskusi. Namun berkat kesadaran bahwa mereka nanti akan berhadapan dengan Participant Teacher yang belum tentu mengerti teknologi dan mengimplementasikan prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa membuat suasana pelatihan berangsur kondusif. Semangat untuk segera mengimplementasi kecakapan abad 21 di kelas masing-masing tercermin langsung pada Rencana Kerja (Action Plan), pertanyaan-pertanyaan, feedback dan kritik saran yang dibuat oleh peserta.
|
Spanduk Selamat Datang
|
Acara Pembukaan
|
|
|
|
|
Diskusi Kelompok sambil lesehan di karpet baru memang mengasyikan
|
Permainan di sela-sela pelatihan
|
|
|
|
|
Penandatanganan MOU antara Intel dan APTINU
|
|
|
|
Pelatihan Intel Teach Getting Started di Yayasan Pendidikan Bahauddin Sidoarjo, 17 – 20 Januari 2009 |
|
|
|
|
Yayasan Pendidikan Bahauddin di bawah payung LP Ma’Arif NU mengadakan pelatihan Intel Teach Getting Started di Madrasah Aliyah Yayasan Pendidikan Bahauddin, sebanyak 16 guru mampu menyelesaikan pelatihan.
Acara dibuka dengan kata-kata penyemangat dari perwakilan LP Ma’Arif NU yaitu DR. Hj. Sri Mulyati, MA, DR H.A. Fathoni Rodli, M.Pd, dan Drs. H. A. SAEROZI, M.Pd yang pada intinya mengingatkan bahwa peran guru untuk mencerdaskan anak bangsa sudah menjadi sesuatu yang mutlak saat ini.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran kini menjadi tuntutan jaman dengan tidak meninggalkan peran keimanan. Sekolah dan guru NU tidak dapat lagi dipandang sebagai sekolah dan guru pinggiran tetapi harus menjadi kekuatan besar yang akan mampu mengubah wajah pendidikan di Indonesia. Bila semua jajaran pendidikan NU bersatu maka semua itu bukanlah impian belaka. Kerjasama dengan Intel Indonesia adalah bagian usaha LP Ma’Arif NU untuk mengangkat pendidikan di kalangan guru yang bernaung di bawahnya.
Pelatihan yang difailitasi oleh Agnito Moningka berlangsung dengan penuh semangat dan motivasi besar sekalipun beberapa peserta harus mengundurkan diri karena sakit dan kedukaan. Dalam acara penutupan, Manager Program Pendidikan Intel Indonesia menekankan kembali pentingnya implementasi ilmu dari pelatihan ini di kelas.
Tekad besar dari para peserta untuk menerapkan ketrampilan abad 21 di kelasnya dan siap menjadi pionir di sekolahnya masing-masing harus mendapatkan acungan 2 jempol. Implementasi dari semangat itu masih ditunggu.
|
Kata sambutan dari petinggi PBNU-YPM Pusat dan Wilayah
|
Seluruh peserta pelatihan berfoto bersama
|
|
|
|
|
Mengerjakan Portofolio
|
Showcase dari peserta
|
|
|
Lokakarya Intel – PMPTK 23 Desember 2008 |
|
|
|
|
Dalam menjaga kesinambungan program, kesamaan persepsi serta mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program, maka dilaksanakan Lokakarya bersama antara Intel dan PMPTK pada tanggal 23 Desember 2008 di Hotel Manhattan, Jakarta.
Peserta workshop yang hadir berasal dari PMPTK (Sesditjen, Dit. Profesi, Dit. PNF – PTK, P4TK, LPMP), Universitas Terbuka, Microsoft Indonesia, dan Intel Corp. Sedangkan pemberi materi berasal dari Intel Indonesia, PMPTK, Microsoft Indonesia, Universitas Terbuka dan Kepala Sekolah serta guru dari SDN Menteng 03.
Beberapa agenda penting dibahas dalam lokakarya ini antara lain:
-
Pihak Intel Indonesia memberikan penjelasan mengenai program edukasi secara menyeluruh beserta perkembangan teknologi terakhir di bidang pendidikan. Penjelasan ini diperlengkap oleh pihak Microsoft mengenai sisi piranti lunak pendukung pendidikan.
-
Pihak PMPTK menjelaskan rencana program tahun 2009 beserta tantangan dan target yang akan dicapai.
-
Pihak Universitas Terbuka memberikan presentasi mengenai hasil evaluasi pelaksanaan program Intel Teach tahun 2007 yang merupakan kerjasama Intel Indonesia dan PMPTK
-
Salah satu sekolah percontohan di Jakarta memberikan contoh implementasi pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan pemanfaatan teknologi.
Lokakarya seperti ini direncanakan untuk dilakukan rutin tiap 3 bulan sekali untuk terus mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan mencapai dampak yang diharapkan pada dunia pendidikan nasional.
|
Bpk. E. Nurzaman AM dan Bpk. Yayan Trisakti terlibat dalam diskusi
|
Peserta Lokakarya menyimak presentasi
|
|
|
|
|
Registrasi peserta
|
Pak Hary dari SDN Menteng 03 memberikan kesaksiannya tentang penggunaan CMPC di kelasnya
|
|
|
Pelatihan Perdana Essential Course versi 10.1 di Indonesia |
|
|
|
|
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang program pendidikan Intel di Indonesia, setelah memperkenalkan program Intel Teach Getting Started di tahun 2007 maka pada tahun 2009 ini akan diperkenalkan program Intel Teach Essential Course F2F. Program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya dengan tujuan semakin meningkatkan kemampuan profesional guru dalam menciptakan pembelajaran abad 21.
Kalau dalam Intel Teach Getting Started, guru diperkenalkan pada pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa, mengerti mengenai kecakapan abad 21 dan juga mendapatkan kecakapan dasar komputer dalam meningkatkan produktifitas kerja di sekolah. Maka dalam Intel Teach Essential Course ini, guru akan dilatih secara rinci untuk menciptakan rencana pembelajaran dengan menggunakan metode “Project Base Learning (PBL)”.
Untuk itu maka pada tanggal 15 – 19 Desember 2008, diadakan pelatihan perdana Essential Course untuk para ST, modul yang digunakan adalah modul terbaru versi 10.1. Pelatihan perdana ini diikuti 12 orang (3 orang dari Phillipina dan 9 orang dari Indonesia) dan mendatangkan pelatih dari Pakistan.
Tema-tema yang terdapat dalam pelatihan ini adalah sbb:
-
Menggunakan teknologi secara efektif di kelas untuk mempromosikan kecakapan abad 21.
-
Mengidentifikasikan cara guru dan siswa menggunakan teknologi untuk meningkatkan pembelajaran melalui penelitian, komukasi efektif, kolaborasi, dan produktivitas yang strategis dan perangkat bantuan lainnya.
-
Menghasilkan dan mengembangkan materi pembelajaran dan unit kurikulum serta asesmen yang merujuk pada kurikulum nasional dan teknologi yang tersedia.
-
Memfasilitasi kelas berpusat pada siswa yang menekankan pada pengarahan-pribadi siswa dan pemikiran tingkat tinggi.
-
Berkolaborasi dengan rekan-rekan untuk mengembangkan instruksi dengan pemecahan masalah dan berpartisipasi dengan teman sebaya untuk memperbaiki
“Unit Plan”.
Kegiatan pelatihan perdana ini diakiri dengan diskusi dalam rangka mencari bentuk dan metode yang terbaik untuk mengimplementasikannya di Indonesia. Proses adaptasi pelatihan ini agar sesuai dengan kebutuhan lokal diharapkan selesai sepenuhnya dalam waktu 4 bulan sehingga diperkirakan pertengahan tahun 2009 ini sudah siap untuk diujicobakan atau dibuat proyek percontohan.
|
Berbagi Curriculum Framing Question
|
Berdiskusi dan mengirimkan tugas kelompok ke Wiki, Blog dan Google docs.
|
|
|
|
|
Bertukar informasi seputar pembuatan Unit Plan
|
Diksusi tim Indonesia untuk menyamakan persepsi
|
|
|
Studi Banding Ditjen PMPTK ke India dan Vietnam |
|
|
|
|
3 pejabat senior dari Diretorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) mengadakan kunjungan singkat ke Bangalore-India dan Hanoi-Vietnam untuk melakukan studi banding program pendidikan di kedua Negara terutama dalam peningkatan mutu guru.
Studi Banding ini merupakan bagian dari program pengembangan TIK di daerah tertinggal di Indonesia yang merupakan program kerjasama antara PMPTK, Intel Indonesia Corporation dan 35 universitas di seluruh propinsi di Indonesia.
Kunjungan ke Bangalore-India dilakukan pada tanggal 6 - 7 November 2008, dalam kunjungan ini rombongan melakukan kunjungan ke sekolah negeri maupun swasta dan melihat bagaimana guru-guru sekolah tersebut telah mengembangkan pola pembelajaran yang berpusat pada siswa dan belajar melalui proyek. Selain itu mereka bertemu dengan pejabat pendidikan di Negara bagian Karnataka untuk membagi informasi tentang kegiatan pengembangan pendidikan di kedua Negara. Mereka juga sempat melihat berlangsungnya pelatihan Intel teach Getting Started dan berdiskusi dengan guru-guru yang sedang mengikuti pelatihan.
Sedangkan dalam kunjungan ke Hanoi-Vietnam pada tanggal 11 November 2008, rombongan melakukan pertemuan dengan pejabat pendidikan di Hanoi, pertemuan dengan perguruan tinggi (Universitas Nasional Vietnam) mengenai program pre-servive dari Intel serta melihat langsung proses pembelajaran di dalam kelas di sebuah sekolah milik pemerintah.
Kedua kunjungan ini memberikan gambaran bagaimana Intel bekerjasama dengan erat dengan pemerintah di kedua Negara di atas untuk mengembangkan dunia pendidikan khususnya peningkatan mutu guru. Dampak dari program bersama tersebut telah memperlihatkan dampak positif dimana guru mendapatkan banyak kecakapan baru dalam mengembangkan pola-pola pembelajaran baru di dalam kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang mampu memberikan kecakapan abad 21 pada siswanya.
|
Kongres Guru Indonesia (KGI) |
|
|
|
|
26 – 27 November 2008
“Think Global, Act Local”
Kongres Guru Indonesia yang diselenggarakan oleh Sampoerna Foundation bekerjasama dengan DepDikNas berlangsung sukses. Peserta yang mencapai sekitar 1000 orang itu terdiri dari para guru dan pemerhati pendidikan dari penjuru nusantara.
Para pembicara berasal dari dalam dan luar negeri. Mulai dari penggalian pengalaman, berbagi metode terbaik dalam pembelajaran, teori-teori dan praktek-praktek belajar mengajar yang telah teruji sampai dengan teori-teori mutakhir dalam proses belajar-mengajar di sampaikan dalam perhelatan akbar ini.
Secara ringkas dapat disampaikan bahwa para guru sudah harus merobah paradigma mereka dalam mengajar. Pembelajaran masa kini hendaknya memberi jawaban atas harapan masa depan anak didik kita. Masa depan anak didik kita adalah masa depan digital, masa depan komunikasi di mana tidak ada lagi jarak yang terlalu besar di antara kita karena teknologi yang sudah demikian maju. Mereka yang menguasai ekonomi dan teknologi akan mampu bersaing merebut kesempatan di masa depan.
Demikian guru harus merubah caranya mengajar. Pembelajaran yang berpusat pada siswa, kolaborasi, berpikir tingkat tinggi, kemahiran berkomunikasi (bahasa), kemahiran teknologi pokoknya kemahiran yang di abad 21 nanti harus menjadi pola di kelas. Kita tidak akan pernah tahu kemungkinan pekerjaan yang menanti anak didik kita serta perubahan pesat dari teknologi. Kita melatih anak didik kita supaya mampu belajar atas perubahan itu sendiri.
Namun sebagai seorang anak bangsa, seyogyanya mereka tidak tercabut dari akar budaya dan bangsanya. Mereka harusnya tetap bertindak sebagaimana layaknya seorang anak bangsa tapi yang mampu berbuat banyak bagi dunia. Dari dunianya sendiri mereka menuju ke dunia yang lebih besar.
Satu analogi yang menarik disampaikan oleh salah satu pemberi ceramah …
Bila jaman dulu nenek moyang kita menemukan bahwa tulang bisa menjadi tool (alat) dalam kesehariannya … kita kini menemukan bahwa satelit telah menjadi alat ampuh dalam kehidupan sekarang. Pertanyaannya, apakah kita masih tetap memakai alat sederhana itu atau mau beralih kealat canggih?
Jawabannya pasti akan sangat panjang dan masih dapat diperdebatkan. Tapi dunia kita sudah berubah, hendaklah juga paradigma belajar mengajar kita turut berubah.
|
Suasana Pendaftaran
|
Guru antri mengambil makanan. Teladan yang baik.
|
|
|
|
|
Booth Intel & Partner
|
Presentasi dari Pak Arya Sanjaya dari Intel
|
|
|
Kunjungan Kerja dalam rangka Monitoring Pelatihan MT yang diselenggarakan oleh DBE-2 dan PMPTK (September – November) |
|
|
|
|
Sebagai bagian dari tanggungjawab Intel adalah memastikan bahwa pelatihan di tingkat MT berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan dengan mempertimbangkan kondisi lokal tempat pelatihan itu dilaksanakan. Kunjungan kerja dilaksanakan pada 6 tempat yang dibagi sebagai berikut: DBE-2 di Ka. Boyolali (Kec. Cepogo dan Kec. Ngemplak) dan PMPTK di Padang, Medan, Manado dan Bangka.
Khusus untuk Bangka, kunjungan diarahkan untuk melihat kesiapan rekan rekan MT dalam melaksanakan pelatihan untuk PT. Dengan kondisi terakhir dimana terjadi penundaan penyediaan peralatan komputer, terlihat bahwa para MT di Bangka tetap siap dan semangat untuk melaksanakan pelatihan bagi PT sebagai bagian dari syarat untuk diterbitkannya sertifikat dan juga bagian dari semangat membagi ilmu.
Beberapa foto saat kunjungan kerja.
|
Kolaborasi di Cepogo
|
Showcase unik dan segar dari Ngemplak
|
|
|
|
|
Para ST berfoto bersama Kepala LMMP setelah penutupan di Medan
|
Para MT dari Manado sedang konsentrasi menyelesaikan Action Plan
|
|
|
Pelatihan Intel® Teach Getting Started Untuk Para Senior Teacher Bekerja Sama dengan USAID
|
|
|
|
|
Pelatihan ini merupakan tahap akhir dari fase pertama kerjasama antara Intel Indonesia dengan USAID dalam program DBE-2 (Decentralized Basic Education 2). Dengan melihat apa yang sudah dilakukan selama program pilot tahun 2007 dan untuk mencapai target yang lebih besar (6000 guru) maka dilakukan pelatihan Senior Teacher untuk 62 peserta yang diikuti oleh para Koordinator TIK dan asisten serta MTT yang tergabung dalam program DBE-2 dari 6 propinsi di Indonesia.
Pelatihan dilakukan dalam dua gelombang yaitu pada tanggal 11 - 15 Agustus 2008 bertempat di SD Sukasari 4, Cikokol - Banten dan tanggal 25 - 29 Agustus 2008 di SD Sedati Gede 2, Sidoarjo - Jawa Timur.
Khusus untuk pelatihan ini, materi pelatihan ditambah dengan materi pengayaan (enhancement) yang diberikan di hari terakhir pelatihan berupa materi pedagogi dan pemahaman mengenai kecakapan abad 21.
Pelatihan di Sidoarjo dibuka langsung oleh Bapak Tom Chesney sebagai Deputy Chief of Party DBE-2 didampingi oleh Information Officer and ICT training Officer (Ibu Maulyati Slamet dan Ibu Petra Bodrogini). Pelatihan gelombang pertama difasilitasi oleh Bapak Basor Suahda dan Bapak Heru, sedangkan gelombang kedua oleh Bapak Agnito Moningka.
|
Pembukaan pelatihan oleh Deputy Chief of Party DBE-2, Bapak Tom Chesney
|
|
|
|
Pelatihan gelombang pertama di SD Sukasari 4, Cikokol - Banten yang difasilitasi oleh Bapak Basor Suhada
|
|
|
|
Peserta mengerjakan Kolase dalam Materi Pengayaan
|
|
|
Pelatihan Intel® Teach Getting Started Untuk Para Senior Teacher Bekerja Sama dengan PMPTK
|
|
|
|
|
Pelatihan yang bertajuk "Program Jaringan Informasi dan Simpul Pengembangan Sumber Belajar di KKG/MGMP berbasis ICT" dilaksanakan di Bandung berlokasi di kantor P4TK IPA, pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi dua gelombang untuk dapat mengakomodasi 101 peserta dari 35 perguruan tinggi dan 33 LPMP dari seluruh propinsi di Indonesia.
Pelatihan untuk para Senior Teacher (ST) ini merupakan tahapan awal dari sebuah proses untuk mencapai target pelatihan yaitu 6900 Master Teacher (MT) dan 34500 Participant Teacher (PT) di 230 kabupaten di seluruh Indonesia.
Gelombang pertama pelatihan ST diadakan pada tanggal 19 - 23 Agustus 2008, 51 peserta yang terdiri dari 16 widyaiswara dari pelbagai LPMP dan 35 dosen dari pelbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pelatihan Intel Getting Started Course ver.2 dan modul tambahan KKPI. Peserta dibagi dalam 2 kelas (kelas Marie Curie dan kelas Newton). Pelatihan yang difasilitasi oleh Senior Trainer Intel (Agnito Moningka, Sri Adelila Sari dan Ni Made Artini) ini disambut dengan penuh antusias dan semangat oleh para peserta.
Gelombang kedua pelatihan dilaksanakan pada tanggal 25 - 29 Agustus 2008, diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 14 widiaiswara dan 36 dosen dan difasilitasi oleh 3 fasilitator Intel (Basor Suhada, Sri Adelila Sari, dan Ni Made Artini)
Pembukaan program ini sekaligus pembukaan pelatihan gelombang pertama dilakukan langsung oleh Bapak Giri Suryatmana (Sesditjen PMPTK) yang dihadiri juga oleh Bapak Heri (Kepala P4TK IPA Bandung) dan Bapak Siswoyo (Kepala Bagian Perencanaan Setditjen PMPTK).
|
Acara Pembukaan Oleh Sesditjen PMPTK, Bapak Giri Suryatmana
|
|
|
|
Peserta berfoto bersama Senior Trainer Intel
|
|
|
|
Peserta Bekerja dalam Kelompok
|
|
|
Proyek Rintisan Pustekkom dengan ”Intel Education”
(Intel Getting Started Course ver.2 untuk 10 MT se-Indonesia)
|
|
|
|
|
Sebanyak 10 orang guru yang mewakili 10 propinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nanggroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Utara) di Indonesia berkenan mengikuti
Intel Getting Started Course ver.2
di Gedung Baru Pustekkom dan di Wisma Universitas Terbuka. Mereka dilatih untuk menjadi pionir di sekolah masing-masing dan menyebarluaskan model
Intel Getting Started Course
ini pada teman-teman guru lainnya se Propinsi. Pelatihan yang dibuka oleh Kepala Pustekkom Depdiknas berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 21 Juni 2008 tersebut berlangsung bersamaan dengan
Pelatihan Pemanfaatan TIK
.
|
|
|
Pengenalan tentang Intel Education oleh Manager Education Program Indonesia
|
Berbagi pengalaman hasil karya untuk mendapatkan kritik dan saran dari teman-teman guru
|
|
|
Pertemuan Para ST Indonesia
|
|
|
|
|
Basor Suhada dan Agnito Moningka membagikan pengalaman workshop di India kepada Senior Trainer di Indonesia (25 – 26 Juni 2008)
Selama ini Intel Education Indonesia baru memiliki 3 Senior Trainer yaitu Agnito Moningka, Basor Suhada, dan Ni Made Artini. Tiga Senior Trainer pastilah tidak cukup untuk mengantisipasi kegiatan pelatihan yang akan datang di kemudian hari oleh karena itu Sri Adelila Sari dan Heru Triwiyono diajak bergabung untuk menjadi Senior Trainer.
Bersama dengan Basor Suhada dan Agnito Moningka yang baru saja kembali mengikuti Pertemuan Senior Trainer Se-Asia dan mengikuti workshop pengayaan getting started course, mereka saling berbagi informasi dan pengalaman lewat 2 hari program enhancement di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan. Diharapkan lewat workshop ini para ST akan lebih siap dan sehati, sepikiran, searah serta saling membantu dalam melatih guru-guru nanti.
Pelatihan yang juga diikuti oleh Manager Education Intel Indonesia sempat dihadiri oleh pihak agency yaitu Ibu Hanna Budiono beserta timnya bahkan mereka sempat melibatkan diri dalam workshop tersebut.
|
|
|
Suasana workshop
|
Berpose bersama sebelum bubaran
|
|
|
40 guru Yayasan Pendidikan Ma’arif (PBNU) Taman Sepanjang Sidoarjo mengadakan pelatihan getting started versi 2 (6 – 9 Juli 2008) |
|
|
|
|
Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif Taman Sepanjang Sidoarjo yang bernaung di bawah LP Ma’arif NU mengadakan pelatihan sekaligus penandatanganan MOU dengan pihak Intel Indonesia. Pembukaan kegiatan tersebut diadakan bersamaan dengan pertemuan orang-tua siswa YPM serta penerimaan raport, tidak kurang 3000 orang hadir dalam acara tersebut.
Acara dibuka dengan kata-kata penyemangat dari pihak YPM yang diwakili oleh Bpk. fathoni Rodhi dan pihak Intel Indonesia oleh Country Manager Intel Indonesia Corp. Bpk. Budi Wahyu Jati serta pengenalan Intel Education oleh Intel Manager Education Program Bpk. Brimy Laksmana.
Kemudian Ni Made Artini dan Agnito Moningka memberikan pelatihan kepada para guru dari YPM ini. Mereka sungguh bersemangat dan termotivasi.
|
|
|
Acara foto bersama setelah pelatihan.. sampai jumpa lagi.
|
Mengerjakan portofolio produktivitas pilihan multimedia
|
|
Acara Semiloka Dan Kunjungan Sekolah 15 Mei 2008 Dalam Rangka Kunjungan Craig R. Barrett, Komisaris Utama Intel Corporation)
|
|
|
|
|
Sebagai bentuk komitmen Intel dalam pengembangan dunia pendidikan di seluruh dunia maka Komisaris Utama (Chairman Of The Board) Intel, Craig R. Barrett, mengadakan kunjungan ke Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satu negara yang dikunjungi dan kunjungan ini adalah kali kedua kunjungan Craig R. Barrett ke Indonesia setelah sebelumnya pada tahun 1997 berkunjung ke Indonesia sebagai Presiden Direktur (CEO).
|
|
|
Pertemuan dengan Presiden RI di Istana Negara
|
Pertemuan dengan Menko Kesra & Menteri TIK RI di Balai Kartini
|
|
Selain mengadakan pertemuan-pertemuan penting dengan Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pendidikan Nasional, Bpk. Bambang Sudibyo, Menteri Komunikasi Dan Informasi, Bpk. Mohammad Nuh dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Bpk. Aburizal bakrie, maka diadakan juga acara semiloka yang bertajuk
"Teknologi Maju Untuk E-pembelajaran"
dan kunjungan ke sekolah percontohan pemanfaatan teknologi E-pembelajaran di SD Gunung 05.
Pesan Utama dari kunjungan Craig R. Barrett adalah bahwa Intel akan mendukung pemerintah Indonesia dalam pengembangan kualitas pendidikan dengan cara mendorong pemanfaatan koneksitas broadband (WIMAX), mendukung manufaktur komputer lokal untuk memproduksi komputer murah, bekerja sama dengan pemerintah untuk mengadakan pelatihan guru dan menyediakan bahan-bahan pembelajaran.
|
Acara Semiloka ”Teknologi Maju Untuk E-Pembelajaran” |
|
|
|
|
Acara ini berisi panel diskusi dan juga eksibisi dari beberapa rekan kerja Intel dalam Program World Ahead seperti Pustekkom (Pusat Teknologi Komunikasi Dan Informasi Untuk Pendidikan), Direktorat PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan), IM2 Indosat, Zyrex, Bamboomedia dan Kandel. Selain itu Intel menampilkan ruang simulasi kelas E-Pembelajaran dari sekolah percontohan yaitu SD Menteng 03.
Panel diskusi terdiri dari dua bagian, bagian pertama mengenai kebijakan TIK di bidang pendidikan oleh Bpk. Lilik Gani (Kepala Pustekkom), Bpk. Kemal Stamboel (Komisi TIK Nasional) dan Bpk. Giri Suryatmana (Setditjen PMPTK). Bagian kedua mengenai implementasi dari pemanfaatan TIK di sekolah yang diikuti oleh Zyrex, Indosat IM2 dan beberapa guru yang menjadi narasumber.
|
Simulasi kelas percontohan diambil dari guru dan murid-murid SD Menteng 03, mereka memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan di dalam ruang kelas dan membantu guru dalam memberikan pelajaran serta membuat siswa lebih aktif. Pemanfaatan teknologi E-pembelajaran ini telah mengubah suasana ruang kelas dari kelas yang berpusat ke guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered), guru menjadi fasilitator yang banyak memberikan tugas pada murid dalam proses belajar dan mengajar di kelas.
|
|
Panel Diskusi Kebijakan TIK di Bidang Pendidikan
|
|
|
Rangkaian acara ini diikuti oleh 415 peserta dimana sebagain besar adalah guru-guru, pada akhir acara setiap guru yang mengikuti acara semiloka ini mendapatkan sertifikat kehadiran.
Pada acara ini pula ditandatangani MOU antara Mendiknas dan Intel mengenai kerjasama pembangunan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Kerjasama ini adalah pengembangan kerjasama yang telah dijalankan sejak pertengahn tahun 2007.
|
|
Penandatangan MOU antara Mendiknas dengan Intel Indonesia Corp
|
|
|
Kunjungan ke SD Gunung 05 |
|
|
|
|
Program percontohan ini dilakukan di dua sekolah di Jakarta yaitu SD Gunung 05 dan SD Menteng 03, pemilihan sekolah ini didasarkan atas kesiapan sekolah baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana pendukungnya.
Dalam kunjungan Craig R. Barret kali ini, SD Gunung 05 telah mempersiapkan banyak acara seperti acara penyambutan dengan Drumband, tarian tradisional (tari Kecak dan tari Pendet) serta simulasi kelas yang diikuti anak kelas V.
Dalam simulasi kelas, guru sedang memberikan pelajaran mengenai ragam kebudayaan di Indonesia, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas mencari data tentang rumah adat, baju tradisional, tarian daerah dan musik daerah. Setelah menyelesaikan tugas maka siswa mempresentasikan hasilnya di hadapan siswa lain dan juga Craig R. Barret, dan acara simulasi ditutup dengan bermain angklung bersama.
Acara dilanjutkan dengan acara sambutan dari pihak sekolah, yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kanwil Pendidikan DKI Jakarta, Bpk. Sukesti Martono. Dalam sambutannya, Craig R. Barrett menyatakan suka citanya melihat suasana belajar dan mengajar yang tercipta di ruang kelas dan menyatakan secara tegas bahwa di luar seluruh kehebatan teknologi yang telah ada maka guru adalah pemegang peran paling penting dalam suksesnya proses pembelajaran di sekolah dan akhirnya dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Dalam acara Semiloka, satu orang guru dari SD Menteng 03, Bpk. Harry dan dua siswamnya, Gita dan Venna, memberikan kesaksian mengenai pemanfaatan TIK di dalam proses belajar dan mengajar di sekolahnya.
Bpk. Harry :
“CMPC sangat membantu proses belajar-mengajar yang berpusat pada siswa. Para siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka lewat informasi yang mereka temukan di dunia maya. Saya membantu mereka menemukan apa yang mereka perlukan selanjutnya mereka membentuk sendiri pengetahuan mereka. Lewat Teacher Console, saya dapat memantau apa yang siswa kerjakan, saya dapat menampilkan presentasi saya langsung pada komputer siswa, saya dapat mengirimkan lembar kerja siswa yang akan mereka kerjakan sesuai dengan penemuan mereka sendiri, para siswa menghasilkan produktivitas kelompok mereka dan mempresentasikan langsung dari komputer mereka ke komputer teman-teman sekelasnya. Pada akhir pembelajaran saya dapat mengukur pemahaman mereka melalui quiz yang sangat mereka gemari. Rekan-rekan guru sangat termotivasi memakai CMPC ini. Kami berebut memakai kelas CMPC sehingga perlu diatur agar jadwal yang benar dan kami para guru harus menyeleksi materi apa yang cocok untuk memakai teknologi ini berdasarkan Rencana Pembelajaran kami. CMPC membantu kami mempersiapkan para siswa menatap persaingan di abad 21 nanti”
Gita & Vena :
“Lewat CMPC kami boleh mencari informasi di internet, kami menemukan banyak ilmu, gambar, games dan kegembiraan dalam belajar. Mata pelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan lebih mendalam karena kami boleh saling berdiskusi dan mendengarkan pendapat teman kami lewat presentasi mereka. Belajar dengan CMPC sangat menyenangkan. Selesai mengisi quiz kami biasanya minta waktu ke bapak atau ibu guru untuk mencari hal-hal yang menarik dan bermain di internet”
|
Bekerja sama dengan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) |
|
|
|
|
|
No Urut
|
Tanggal
|
Tempat Pelaksanaan
|
Jumlah Guru
|
Pelatih Senior
|
|
1
|
9-12 Mei
|
P4TK Cimahi
|
20
|
Ibu Ratan Salem (Pakistan)
|
|
2
|
22-26 Mei
|
LPMP Surabaya
|
20
|
Ibu Bazgha Iftikhar (Pakistan)
|
|
3
|
30 Mei - 2 Juni
|
LPMP Makasar
|
18
|
Bpk Lam Le Huy (Vietnam)
|
|
4
|
3-6 Juli
|
LPMP Bali
|
21
|
Ibu Bazgha Iftikhar (Pakistan)
|
|
5
|
17-20 Juli
|
LPMP Yogjakarta
|
21
|
Ibu Ratan Salem (Pakistan)
|
|
6
|
24-27 Juli
|
Hotel Gumilang Lembang
|
21
|
Ibu Celia Balbin (Filipina)
|
|
7
|
30 Juli – 2 Agustus
|
P4TK Sawangan
|
20
|
Ibu Celia Balbin (Filipina)
|
|
|
|
|
Bekerja sama dengan USAID untuk Program Decentralized Basic Education (DBE) 2 dan 3 |
|
|
|
|
|
No Urut
|
Tanggal
|
Tempat Pelaksanaan
|
Jumlah Guru
|
Pelatih Senior
|
|
1
|
17 - 21 Sept
|
Pangkep, Sulawesi Selatan
|
28
|
Bpk Basor Suhada
|
|
2
|
29 Okt – 2 Nov
|
Padang Hilir, Tebing Tinggi - Sumatera Utara
|
26
|
Ibu Ni Made Artini
|
|
3
|
19 – 23 Nov
|
Pangkep, Sulawesi Selatan
|
15
|
Bpk Agnito Moningka
|
|
4
|
26 – 30 Nov
|
Cikokol, Tangerang - Banten
|
24
|
Bpk Agnito Moningka
|
|
5
|
3 – 6 Dec
|
Banda Aceh, Aceh
|
28
|
Bpk Basor Suhada
|
|
|
|
|
Pelatihan dengan DBE 2 di awal tahun 2008 |
|
|
|
|
|
No Urut
|
Tanggal
|
Tempat Pelaksanaan
|
Jumlah Guru
|
Pelatih Senior
|
|
1
|
21 - 24 Jan
|
Kudus, Jawa Tengah
|
24
|
Bpk Basor Suhada
|
|
2
|
18 – 22 Feb
|
Jawa Timur
|
27
|
Bpk Agnito Moningka
|
|
|
|
Donasi PC melalui Program Intel World Ahead. Intel berencana untuk mendonasikan
total 4000 komputer ke sekolah-sekolah di Indonesia dalam periode 5 years
kedepan melalui program World Ahead.
Pada tahun 2007, Intel telah mendonasikan 725 unit komputer. Komputer ini
disemut
Affordable Personal Computers
(APC) atau PC yang Terjangkau. Donasi ini
bertujuan untuk meningkatkan integrasi ICT dalam proses belajar mengajar di
kelas.
Disamping PC yang terjangkau, 100 unit dari total 725 unit terdiri dari PC kelas
(Classmate PC /CMPC) yang telah dialokasikan untuk 2 sekolah dasar berikut: SDN
Gunung 05 dan SDN Menteng 03.
Guru-guru di kedua sekolah dasar tersebut juga akan dilatih Intel Teach –
Getting Stated untuk memberikan kepada mereka pengetahuan dan kemampuan yang
dibutuhkan untuk mengintegrasikan ICT di kelas.
|
|
Program Intel® Teach
|
Program Intel® Teach membantu guru untuk mengerti bagaimana, kapan, dan dimana menggunakan teknologi di dalam kelas.
|
|
|