Pilih Lokasi Untuk
Intel Education
Inisiatif Intel® Education, Indonesia › Program Intel® Teach › Program Intel® Teach di Indonesia ›
Program Intel® Teach di Indonesia
 
Latar Belakang
 
 
Indonesia menjadi Negara ke 45 yang mengimplementasikan Program Intel® Teach. Hingga tahun 2007, program ini telah di implementasikan di 45 negara dan melatih lebih dari 5 juta guru diseluruh dunia.

Intel Indonesia memulai program pada pertengahan tahun 2007, MOU antara Departemen Pendidikan Nasional dan Intel Indonesia yang ditandatangai tanggal 16 Mei 2007 menandai dimulainya pelaksanaan program Intel teach di Indonesia.

Intel Indonesia juga menjalankan implementasi program secara paralel bersama USAID Indonesia. Pada tanggal 27 April 2007, Intel memformalisasikan MOU dengan USAID Indonesia untuk menjalankan pelatihan Intel® Teach – Getting Started dalam program Decentralized Basic Education (DBE) 2 dan 3.

 
Program Intel® Teach bekerja sama dengan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK)
 
 
Intel Teach adalah program pengembangan profesi yang menargetkan guru sekolah K-12. Program ini memfasilitasi dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para guru untuk mengintegrasikan penggunaan ICT dalam proses belajar mengajar di kelas. Program Intel Teach ini juga selaras dengan visi dan objektif dari Depdiknas repubik Indonesia dalam hal untuk mendorong, dan melatih penggunaan ICT dalam pendidikan.

Sebagai awal, program Intel Teach di Indonesia telah diputuskan untuk pertama-tama menjalankan pelatihan Intel® Teach – Getting Started. Pelatihan empat hari (32 jam) ini ditujukan untuk melatih guru yang masih belum memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar ICT.

Sejak bulan Mei 2007, program ini telah melatih 141 pelatih utama diberbagai propinsi di Indonesia. Pada awalnya, pelatihan ini mendapat dukungan juga dari pelatih senior dari berbagai negara seperti Pakistan, Filipina, dan Vietnam.

Sesi pelatihan selanjutnya oleh para pelatih utama untuk guru di sekolah masing-masing saat ini sedang berjalan. Pada akhir 2007 dilaporkan ada total 1.200 guru yang turut berpartisipasi dalam pelatihan Intel Teach – Getting Started dengan kurikulum yang sama.

Pada tanggal 26 Juni 2007, Intel diundang oleh direktorat pendidikan personel untuk melaksanakan Forum Kepemimpinan (Leadership Forum) untuk 108 kepala sekolah dari 29 propinsi di Indonesia. Forum yang diselenggarakan di Bogor ini difasilitasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengertian para kepala sekolah dan administrator di sekolah mengenai peran penting mereka dalam membangun dan mendukung perencanaan teknologi yang efektif di sekolah mereka untuk meningkatkan efektifitas integrasi TIK didalam proses belajar mengajar di kelas.

Perjanjian dan perijinan telah di formalisasi antara Intel dan Depdiknas pada 27 September 2007. Softcopy dari kurikulum pelatihan Intel® Teach – Getting Started telah diserahterimakan kepada kementrian untuk di gunakan sesuai dengan tujuan program.

Untuk tahun pertama pelaksanaan program, Intel telah meminta evaluator dari Universitas Terbuka di Pondok Cabe, Tangerang untuk melakukan evaluasi implikasi dari program ini.

Hingga akhir tahun 2007, Intel memiliki 3 orang Senior Trainers (ST) lokal: Bpk. Basor Suhada (Bandung), Bpk. Agnito Moningka (Menado) dan Ibu I Made Artini (Bali).

 
Program Intel®Teach bekerja sama Dengan USAID
 
 
Menurut perjanjian, Intel bersama dengan DBE2 akan melaksanakan pelatihan Intel® Teach – Getting Started untuk guru sekolah dasar di 6 propinsi (Sulawesi Selatan, Jawa Barat/Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Aceh dan Jawa Timur) dimana saat ini Intel juga berkerjasama dengan pemerintah propinsi untuk mempromosikan proses belajar mengajar dan penerapan TIK dalam pendidikan.

Semua pelatihan dengan DBE2 akan dilanjutkan dengan Forum kepemimpinan (Leadership Forum) untuk kepala sekolah dari guru-guru yang telah dilatih.

Sampai dengan bulan Februari 2007, 6 gelombang pelatihan DBE2 dan 1 gelombang pelatihan DBE3 telah dilaksanakan dengan hasil 178 MTs dan sekitar 500 PTs dalam proses pelatihan dengan berbagai tahapan. (pelatihan MT/PT).

 
Proyek Percontohan Intel Teach Bekerja Sama Dengan LP Ma’arif NU
 
 
LP Ma’arif NU adalah badan yang membawahi sekolah-sekolah yang ada dalam pembinaan PBNU, berlandaskan keinginan yang sangat tinggi untuk mengembangkan kemampuan guru baik di sisi pedagogi maupun kemampuan TIK maka LP Ma’arif NU bekerja sama dengan Intel Indonesia Corporation untuk mengadakan program percontohan pelatihan TIK bagi guru.

Untuk program percontohan ini telah dipilih propinsi Jawa Timur, dimana pelatihan dipusatkan di YPM Taman Sepanjang Sidoarjo. MOU ditandatangani oleh Ketua LP Ma’arif NU, Bpk. Fathoni Rodhi, dan Country Manager Intel Indonesia Corp, Bpk. Budi Wahyu Jati.

Ditargetkan 440 guru akan dilatih dengan menggunakan kurikulum Intel Teach Getting Started dan mendapatkan sertifikat internasional dari Intel.

 
Proyek Percontohan Intel Teach Bekerja Sama Dengan Pustekkom
 
 
Pustekkom sebagai pusat pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan di bawah Departemen Pendidikan Nasional mempunyai tanggung jawab besar dalam menciptakan dan menyebarkan materi-materi pembelajaran termasuk mengembangkan jaringan pendidikan nasional (JARDIKNAS).

Kerjasama antara Intel Indonesia Corporation dengan Pustekkom ditujukan untuk mempersiapkan guru dalam memanfaatkan jaringan dan materi yang disediakan pada JARDIKNAS dan produk-produk Pustekkom lainnya. Untuk itu dilakukan program percontohan peningkatan kemampuan guru di bidang TIK dengan memanfaatkan kurikulum Intel Teach – Getting Started.

Program percontohan ini akan menargetkan 460 guru dari 10 propinsi dengan tingkatan 10 Master Teacher (MT) dan 450 Participant Teacher (PT). Perjanjian kerjasama telah ditandatangani pada tanggal 14 Agustus 2008 oleh Kepala Pustekkom, Bpk. Lilik Gani, dan Country Manager Intel Indonesia Corp., Bpk. Budi Wahyu Jati.

 
Program Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Bagi KKG – MGMP Daerah Tertinggal Di Indonesia Bekerja Sama Dengan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK)
 
 
Ditjen PMPTK mempunyai mandat untuk terus meningkatkan kemampuan guru sehingga memenuhi standar yang telah dicanangkan oleh pemerintah RI. Untuk mempercepat kemampuan guru di bidang TIK terutama di kabupaten tertinggal di Indonesia, maka Ditjen PMPTK melakukan kerjasama dengan Intel Indonesia Corporation untuk melakukan pelatihan TIK.

Materi yang digunakan adalah paduan antara materi Intel® Teach – Getting Started yang dikembangkan oleh Intel dan materi Ketrampilan Komputer dan Pengolah Informasi (KKPI) yang dikembangkan oleh Depdiknas.

Sebagai awal dari program ini telah ditandatangani perjanjian kerjasama tanggal 11 Agustus 2008 antara Sekretaris Ditjen PMPTK, Bpk. Giri Suryatmana, dan Country Manager Intel Indonesia Corp., Bpk. Budi Wahyu Jati.

Program ini akan dilaksanakan di 230 Kabupaten yang mengarah pada 1150 KKG-MGMP di seluruh prospinsi di Indonesia dengan total target guru yang akan dilatih sebanyak 40.000 guru. Ditjen PMPTK melakukan kerjasama dengan 35 Universitas dibantu 33 LPMP dalam melaksanakan program pelatihan di daerah.

Pelatihan untuk 103 Senior Teacher (ST) dari 33 propinsi akan diadakan pada tanggal 19 – 23 Agustus dan 25 – 29 Agustus 2008 di Bandung berlokasi di kantor P4TK IPA Bandung.

 
Intel Teach Pre-Service Program
 
 
Program Intel Teach yang sudah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 2007 sampai pada bulan Maret 2009 telah melatih lebih dari 13.000 guru di seluruh Indonesia. Program ini ditujukan untuk para guru-guru yang telah mengajar dan masih kurang dalam kemampuan di bidang TIK. Modul pelatihan yang diperkenalkan adalah Intel Teach Getting Started.

Program untuk guru-guru yang telah mengajar disebut sebagai In-Service Program, tahun 2009 ini Intel Indonesia mengembangkan program untuk para calon guru yaitu mahasiswa yang masih belajar di fakultas-fakultas pendidikan di Indonesia. Untuk program Pre-Service ini, Intel Indonesia bekerja sama dengan LP Ma’Arif NU dan APTINU (Asosiasi Perguruan Tinggi NU) .

MOU telah ditandatangani pada tanggal 9 Maret 2009 antara LP Ma’Arif UN yang langsung ditandatangani oleh Bpk. DR. M. Thoyib IM dan Country Manager Intel Indonesia, Bpk. Budi Wahyu Jati.

Penandatanganan MOU dilanjutkan langsung dengan pelatihan untuk para dosen dari 20 perguruan tinggi di bawah APTINU sebagai Senior Trainer (ST), diharapkan ST ini akan kembali ke daerahnya untuk melatih rekan-rekan dosesn yang lain sebagai Master Trainer (MT) dan kemudian para MT akan melatih para mahasiswa di facultas pendidikan.

Di bawah APTINU, terdapat 54 fakultas pendidikan, diharapka di tahun-tahun mendatang para mahasiswa calon guru dari perguruan tinggi tersebut telah terbekali kemampuan pedagogi dan TIK dalam menghadapi tantangan abad 21.

 
Intel Education Award 2009
 
 
Sebagai sebuah kesatuan program dengan program pelatihan guru yang dilakukan oleh Intel Indonesia Corp bersama Ditjen, PMPTK sejak tahun 2007, tahun 2009 ini diadakan Intel Education Award sebagai salah satu rangkaian acara dalam Pemilihan Guru Berprestasi yang merupakan acara tahunan Departemen Pendidikan Nasional RI.

Pada Intel Education Award 2009 ini dipilih 6 orang pemenang dari 132 finalis guru berprestasi berdasarkan dua kriteria utama yaitu integrasi teknologi dalam proses pembelajaran dan pembelajaran yang berpusat pada siswa. 4 orang juri dari Intel melakukan penilaian terhadap RPP yang dibuat oleh guru serta melakukan sesi wawancara bersama juri lain. Untuk menentukan pemenang, juri-juri Intel telah menetapkan rubrik penilaian terhadap beberapa sisi pembelajaran yaitu PBM, penilaian, penanganan kelas dan teknologi.

Program Intel Education Award ini diharapkan bisa berlangsung tiap tahun untuk makin mendorong guru-guru dalam melakukan perubahan dalam pola pembelajaran mereka di kelas. Program ini menjadi salah satu program berkesinambungan yang dikembangkan Intel sebagai bentuk komitmen dalam dunia pendidikan nasional dan dalam rangka pengembangan kerjasama yang makin komprehensif dengen Ditje. PMPTK.
 
 
Testimonial
Bapak Heru Wahyudi
Guru matematika SMP Negeri 4 Jember Jawa Timur

Bapak Heru Wahyudi Guru matematika SMP Negeri 4 Jember Jawa Timur

Sebuah pengalaman menarik yang saya alami dengan diklat ICT yang isinya bukanlah belajar bagaimana menggunakan komputer tetapi bagaimana memanfaatkan komputer sebagai tools untuk mengembangkan kecapan peserta didik di abad 21. Semoga pengalaman ini bisa jadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua di dalam mengembangkan dunia pendidikan di negeri tercinta ini.

Baca selengkapnya

 

 
Testimonial
Ibu Jeni (tengah) ikut dalam pelatihan Intel teach Getting Started (DBE-2)

Ibu Jeni Tri Sulisjayanti, Kepala Sekolah SDN Sedatigede 02 Sidoarjo, Jawa Timur

"Kami sangat senang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan proyek percontohan pelatihan Intel Teach di dua kluster : Sedati dan Tulangan. Melalui materi yang diberikan dalam pelatihan, guru dan kepala sekolah dipersiapkan secara lebih baik untuk memanfaatkan TIK dan menerapkan pendekatan abad 21 dalam proses pembelajaran sehari-hari. Hasilnya, siswa-siswi kami lebih paham tentang TIK dan mampu mengembangkan pemikiran kritis and pemikiran tingkat tinggi secara optimal sehingga diharapkan untuk mampu bertahan dalam lingkungan dunia yang kompetitif di abad 21 ini"

 

 
Testimonial
Testimonial

Ibu Siti Aisyah, Principal of SD 14 Bonto-bonto, Ma’rang, S. Sulawesi

“Pelatihan Intel Teach berimplikasi besar, terutama dalam hal memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat memahami komputer, dan memberi mereka kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam aktifitas sehari-hari di kelas. Sekarang setelah kami melihat keunggulan teknologi dalam lingkungan sekolah, kami bahkan menjadikan hal ini sebagai program pengembangan diri bagi para siswa”.

 

 
Testimonial
Testimonial

Ibu Meylinda Saragih, Tebing Tinggi, North Sumatra

“Yang paling penting untuk dicatat dalam Pelatihan Intel Teach untuk saya ialah penekanan pada belajar kemampuan yang dibutuhkan di abad 21 dengan menggunakan teknologi. Kami guru, terinspirasi oleh Pelatihan Intel Teach ini karena pelatihan ini akan menolong kami dalam mendidik siswa dalam menghadapi tantangan abad 21”.