• <More on Intel.com

Berita

 

Klik di sini untuk melihat berita lainnya >

Seminar Pedagogik 2013 UPI Tasikmalaya

15 Juni 2013, Kampus Tasikmalaya Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan Seminar Pedagogik 2013 dengan tema “Menggagas Pendidik Abad 21” yang dihadiri 180 mahasiswa tingkat pertama dan beberapa Master Trainer Intel di kota Tasikmalaya.

Pembicara dalam seminar ini adalah Brimy Laksmana dari Intel Indonesia Corp. dan Djadja Sardjana dari Comlabs ITB, dalam semoinar ini dipaparkan mengenai peluang dan tantangan dunia pendidikan di abad 21 serta perubahan paradigma yang dibutuhkan para pendidik dalam menghadapi tuntutan jaman dengan tujuan mempersiapkan siswa yang mampu berkompetisi secara global di abad 21 ini.

Techno.Edu.Preneur 2013

Comlabs ITB, Komunitas Pendidik Pojok Pendidikan dan LPM Salman ITB bekerjasama mengadakan acara rutin tahunan Techno.Edu Preneur pada tanggal 1 Juni 2013 bertempat di Gedung Salman ITB. Acara ini merupakan acara puncak rangkaian acara yang dimulai dengan pelatihan guru, acara ini dihadiri oleh guru-guru, para pengusaha UKM dan juga beberapa universitas.

Intel Indonesia diundang untuk memberikan paparan mengenai peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mendorong inovasi dalam bidang pendidikan dan mendorong pertumbuhan UKM. Selain Intel, Comlabs ITB dan ketua Kadin Tasikmalaya memberikan paparan mengenai dunia

Lokakarya Pengkajian Model Multimedia Mobile Learning untuk SMA

Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan (BPMP) Pustekkom Kemdikbud menyelenggarakan sebuah lokakarya untuk mengkaji model-model multimedia untuk pembelajaran mobile (mobile learning) di tingkat pendidikan SMA pada tanggal 21-24 Mei 2013, bertempat di Hotel Solo-Inn, Surakarta, Jawa Tengah. Lokakarya yang diikuti oleh para pengembang multimedia dan guru mata pelajaran di lingkungan SMA ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai bentuk aplikasi dan layanan mobile untuk mendukung pembelajaran.

Hadir dari Intel Education Indonesia, Winastwan Gora (Senior Trainer) yang memberikan wawasan tentang perkembangan teknologi terbaru dan masa depan pembelajaran. Selain itu dipaparkan pula model mobile learning yang berpeluang untuk dikembangkan oleh Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan (BPMP) di masa yang akan datang untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi masyarakat luas.

Saat ini BPMP Pustekkom telah mengembangkan layanan mobile learning bernama M-Edukasi.Net yang berisikan seratus lebih konten mobile learning. Rencananya, layanan ini akan dikembangkan untuk platform Android dengan penambahan beberapa bentuk konten baru. Lokakarya ini merupakan tahapan awal BPMP Pustekkom untuk menjaring aspirasi pendidik dan pengembang multimedia mengenai rencana pengembangan M-Edukasi.Net pada tahapan selanjutnya.

Lokakarya Karya Ilmiah Dinas Pendidikan Jakarta Selatan

Dinas Pendidikan Jakarta Selatan bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Lokakarya Penguatan Pembina karya Ilmiah Remaja Siswa pada tanggal 21 – 23 Mei 2013 bertempat di Puncak, Bogor. Lokakarya ini diikuti oleh 85 guru di wilayah Jakarta Selatan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan pembimbingan kepada siswa dalam melakukan riset dan menghasilkan karya ilmiah.

Intel Indonesia diundang untuk memberikan masukan dan wacana dalam hal pengembangan riset di kalangan pelajar dan juga memberikan penjelasan mengenai program Intel dalam bidang pendidikan sains.

SEMINAR PENDIDIKAN STMIK DCI TASIKMALAYA

Tasikmalaya, 15 Mei 2013. Melanjutkan hasil pertemuan dengan KADIN Tasikmalaya dan STMIK DCI TAsikmalaya, maka Intel Education Indonesia diberi kesempatan untuk menjadi pembicara utama dalam Seminar yang diadakan oleh KADIN Tasikmalaya dan STMIK DCI. Seminar dengan tema “Peran Intel Corporation dalam meningkatkan mutu pendidikan di era globalisasi” ini berlangsung di Aula STMIK DCI Tasikmalaya. Dengan peserta yang berasal dari Kalangan Pendidik, Pengusaha dan Mahasiswa seminar ini dibuka langsung oleh Direktur STMIK DCI Tasikmalaya.

Sebagai pembicara pertama adalah Brimy Laksmana, Education Manager Intel Indonesia Corporation. Membawakan materi Paembelajaran Abad 21. Peserta diajak untuk berpikir dan menyadari bahwa tantangan kerja dimasa yang akan dating itu semakin berat, jadi bukan hanya hasil akademik semata yang siswa-siswa butuhkan untuk berhasil nanti. Tetapi juga Skill-skill lainnya yang didalam kurikulum pelatihan Intel itu disebut 21st Century Skill. Untuk menumbuhkan skill-skill tersebut pada siswa, perlu adanya perubahan cara mengajar guru yang semula berpusat kepada guru menjadi pembelajaran berpusat kepada siswa.

Pembicara berikutnya adalah, Djadja Sardjana dari Pojok Pendidikan, dalam paparannya beliau mengatakan bahwa kondisi anak-anak sekarang itu sudah dekat dengan teknologi, jadi untuk mengimbanginya para guru harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Pembicara terakhir adalah Yana Noviadi, Kepala Desa Mandalamekar, Kec. Jatiwaras, Kab. Tasikmalaya. Dalam pemaparan materinya, beliau berbagi pengalaman tentang program Desa Membangun. Desa yang beliau pimpin ini adalah Desa yang sudah melek IT sehingga perkembangan Desa tersebut sangat pesat sekali walaupun terdapat di tempat yang cukup terpencil. Ini memberikan pembelajaran kepada peserta bahwa kemauan dan semangat untuk maju adalah satu hal yang sangat penting.

Pembukaan pelatihan Project Based Learning di P4TK Matematika

Widyaiswara P4TK Matematika Belajar Merancang Pembelajaran Berbasis Proyek Bersama Intel Education

P4TK Matematika  bekerjasama dengan Intel Education Indonesia  menyelenggarakan lokakarya "Perancangan Pembelajaran Berbasis Proyek" atau " Intel Teach: Essentials Course " bagi 20-an Widyaiswara. Lokakarya yang diselenggarakan untuk menyambut rencana Kemdikbud, yang akan segera mengimplementasikan Kurikulum 2013 tidak lama lagi ini diselenggarakan di ruang ICT kantor P4TK Matematika di Yogyakarta dari tanggal 26-28 Maret 2013.

Dalam lokakarya tiga hari yang difasilitasi oleh Winastwan Gora , para peserta belajar melakukan perancangan pembelajaran berbasis proyek dengan model pelatihan menggunakan pendekatan berbasis proyek juga, dimana para peserta akan berperan menjadi perancang kurikulum, dan secara berkelompok akan berkompetisi membuat ide proyek dengan framework GRASPS (Goal, Role, Audience, Situation, Products dan Standard), mengembangkan pertanyaan pemandu (driving questions), membuat publikasi proyek dalam presentasi multimedia, mengembangkan rancangan unit (unit plan), memproduksi contoh karya siswa beserta salah satu contoh instrumen penilaian berupa rubrik.

Peserta pelatihan mengembangkan produk rancangan pembelajaran

Di hari pertama para peserta diperkenalkan tentang apa itu pembelajaran berbasis proyek dalam presentasi singkat. Berikutnya para peserta disajikan beberapa contoh produk yang akan dihasilkan di akhir lokakarya. Setelah itu, para peserta melakukan identifikasi proyek yang akan dijalankan bersama para siswa menggunakan framework GRASPS (Goal, Role, Audience, Situation, Products dan Standard) yang diadopsi dari pendekatan yang dibuat oleh Jay Mc Tighe dan Wiggins dalam bukunya Understanding by Design. Setelah peserta selesai membuat tabel GRASPS, mereka lalu mengembangkan pertanyaan pemandu (driving questions) yang meliputi Essentials Question, Unit Questions dan Content Questions.

Setelah selesai mengembangkan tabel GRASPS dan pertanyaan pemandu, peserta menuangkan hasilnya dalam sebuah presentasi multimedia. Presentasi multimedia ini menjadi bentuk publikasi proyek, yang dapat digunakan guru dalam mengkomunikasikan proyek yang akan berjalan di kelas kepada orang tua siswa, audiens lain serta kepala sekolah guna mendapatkan dukungan. Mereka begitu antusias dalam menyusun laporan/presentasi ini, hingga selesai pada jam 15.00. Di akhir sesi, semua kelompok menyajikan presentasi di depan kelas dan dinilai oleh kelompok lainnya menggunakan rubrik presentasi multimedia yang telah dikomunikasikan di awal pelatihan oleh fasilitator.

Peserta Pelatihan yang Begitu Antusias dalam Membuat Portfolio

Di hari kedua, para peserta melakukan pengembangan rancangan unit (Unit Plan) menggunakan rancangan proyek yang telah dikembangkan di hari pertama. Mereka berbagi tugas dengan anggota kelompok lainnya dalam menyelesaikan e-portfolio lain (selain unit plan) berupa contoh hasil karya siswa (student sample) dan instrumen penilaian untuk menilai hasil karya siswa yang dibuat. Hasilnya begitu memuaskan dimana semua kelompok berhasil menyelesaikan semua tugas. Namun karena keterbatasan waktu, hanya tiga kelompok yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi. Di akhir presentasi, para peserta memilih satu kelompok terbaik, yang akan mendapat kesempatan untuk melakukan presentasi pada saat acara penutupan di keesokan harinya.

Presentasi kelompok tentang rancangan proyek yang mereka buat

Acara penutupan diselenggarakan pada hari ketiga, yang sebelumnya diisi dengan presentasi dari kelompok penyaji terbaik yang memaparkan hasil karya mereka. Setelah showcase dari kelompok penyaji, fasilitator (Winastwan Gora) berkesempatan untuk memberikan presentasi singkat yang memaparkan tentang bagaimana project based learning diimplementasikan di sebuah Sekolah Dasar Negeri di Gunung Kidul Yogyakarta, hasil pendampingan berbasis sekolah oleh para Widyaiswara LPMP Yogyakarta. Paparan oleh fasilitator ini sekaligus memberikan gambaran bagaimana perubahan dan peningkatan pembelajaran dapat dilakukan dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran.

Setelah paparan oleh fasilitator, acara lokakarya ditutup oleh Prof. Widodo, Kepala P4TK Matematika. Beliau sangat mendukung kegiatan serupa dapat dilakukan, dan diimbaskan kepada para guru di lapangan. Beliau juga menyatakan bahwa akan ada tindak lanjut diseminasi model-model pembelajaran inovatif, dengan rencana P4TK Matematika yang akan menerbitkan beberapa judul buku bertemakan pembelajaran berbasis proyek.

Teachers Conference "Saatnya Makin Kreatif", Seminar Sehari dan Expo dari Intel dan Telkom untuk Para Guru di Indonesia

Intel dan PT. Telkom bekerjasama kembali menyelenggarakan acara expo dan seminar di beberapa kota/kabupaten di Indonesia dengan tajuk "Saatnya Makin Kreatif". Acara pameran dan seminar sehari yang ditujukan bagi guru, siswa dan orang tua siswa ini berlangsung pada bulan Maret-April 2013 berlokasi di 9 (sembilan) kota di pulau Sumatera dan Jawa. Kota/kabupaten yang disinggahi acara ini adalah Medan (08/03), Bekasi (06/03), Bogor, Depok, Serang, Bengkulu, Bangka, Padang dan Sukabumi.

Selain expo teknologi, para Guru juga mendapatkan tambahan wawasan dari para pemateri yang memberikan presentasi dalam seminar sehari. Narasumber yang hadir dalam acara seminar meliputi, Intel Corporation Indonesia yang memberikan wawasan tentang perkembangan teknologi komputasi terkini dan program pendidikan Intel di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia dengan materi Internet sehat dan presentasi beberapa produk Telkom untuk pendidikan dan PesonaEDU yang membagikan wawasan tentang pengembangan bahan ajar multimedia.

Yang tidak kalah menarik dari seminar ini adalah hadirnya guru-guru berprestasi dan kreatif yang berbagi tentang pengalaman mengajar mereka dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di kelas. Guru-guru yang hadir dalam acara ini merupakan guru-guru berprestasi dari ajang Intel Education Awards maupun para aktivis komunitas pendidik.

Pelatihan "Pembelajaran Abad 21" dan Pengukuhan Formulasi Kabupaten Wonosobo

Sekitar 150 Guru di lingkungan Kabupaten Wonosobo menghadiri acara Peluncuran Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) dan Pelatihan Guru dengan tema "Pembelajaran Abad 21" (6/4/13). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo, Hj. Maya Rosyida, MM., Perwakilan dari LPMP Jawa Tengah, Bapak Mulyanto, M.Pd. , dan perwakilan dari Dinas Dikpora kabupaten Wonosobo, Drs. Margiono, M.M.

Kegiatan ini diawali dengan pengukuhan dan pengucapan janji setia kepengurusan FORMULASI Kabupaten Wonosobo oleh Pengurus Formulasi Provinsi Jawa Tengah, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sukasmo, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Formulasi Jawa Tengah). Terlantik sebagai ketua periode 2013-2016 adalah R. Ahmad Sarjita, M.Pd.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonosobo mengaku bangga dengan diadakannya acara semacam ini. Perkembangan teknologi informasi yang pesat dewasa ini menuntut guru agar dapat mengikuti dan memanfaatkannya sebagai media dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan sehinga dapat terlahir generasi penerus yang handal dan mampu bersaing di era global saat ini. Dengan acara semacam ini, guru-guru di Wonosobo diharapkan lebih banyak memiliki pengalaman dan pemahaman seputar dunianya. Dengan berdirinya FORMULASI di Wonosobo diharapkan mampu mewadahi dan membantu guru-guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran berbasis ICT. Selain juga, mengembangkan diri secara mandiri atau bersama-sama dalam Forum Ilmiah dan di laksanakan secara berkelanjutan.

Berdirinya FORMULASI itu berangkat dari kegelisahan beberapa guru tentang masih sedikitnya guru yang bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi, khusunya TIK. "Alhamdulillah, meski belum lama berdiri, tanggapan teman-teman di luar Propinsi Jateng sangat positif," tutur Fauzan Mahanani, selaku Ketua Umum Formulasi Jawa Tengah.

Dalam sesi pertama pelatihan, hadir Winastwan Gora Swajati (Senior Trainer Intel Education Indonesia) sebagai pemateri. Dalam acara tersebut, beliau menekankan pentingnya pembelajaran yang kreatif dan inovatif di tengah arus globalisasi yang tak terbendung. Kekurangan sarana dan prasaran di sekolah-sekolah, khususnya di desa, semestinya tidak menjadi kendala bagi para guru. "Meski di sebuah sekolah hanya ada satu komputer, kita tetap bisa memanfaatkannya," jelasnya. Pemateri lain yang hadir dalam acara ini adalah Mampuono, S.Pd, M.Kom, seorang yang pernah meraih gelar juara pada Lomba ICT di Australia. dan berprofesi sebagai Widyaiswara dari LPMP Jawa Tengah yang akan berbagi tentang pengembangan bahan ajar multimedia interaktif. Juga, Carwoto, M.T, yang notabene adalah ICT Spesialist Program EMAS USAID Propinsi Jawa Tengah yang akan berbagi tentang bagaimana mengembangkan kuis interaktif dengan bantuan TIK.

Diklat Guru Profesional dan Mulia Abad 21

Yayasan Pembina Masjid Salman ITB (Institut Teknologi Bandung) bekerjasama dengan Kementerian Agama, Rumah Amal, Pojok Pendidikan dan Comlabs-ITB menyelenggarakan program diklat BeaGuru dengan tema : Guru Profesional dan Mulia Abad 21. Program pengembangan profesional untuk para guru Mandrasah se-Jawa Barat ini bertujuan untuk menyiapkan para guru agar mampu membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan kehidupan serta desakan yang berkembang dalam dirinya akibat perkembangan jaman dan teknologi di masa sekarang dan yang akan datang.

Pemateri yang mengisi pelatihan ini terdiri dari para praktisi pendidikan, akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sektor swasta. Dalam lokakarya ini, pemateri dari para staf pengajar ITB memberikan motivasi tentang pembelajaran Abad-21 dan inspirasi pembelajaran inovatif dalam pelajaran sains. Sedangkan dari sektor swasta, penyelenggara memberi kesempatan kepada Intel Indonesia, yang diwakili oleh Winastwan Gora (Senior Trainer) untuk memberikan materi pelatihan pengenalan Intel Teach Elements sebagai sarana pengembangan profesional berkelanjutan bagi para guru.

Diklat yang diikuti oleh 40-an guru Madrasah se-Jawa Barat ini berlangsung dari tanggal 20 – 22 Desember 2012 berlokasi di ruang pelatihan LPP Salman dan ComLabs ITB. Pelatihan ini merupakan pelatihan gelombang pertama dari program BeaGuru yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembina Masjid Salman ITB yang akan dilanjutkan dengan pelatihan gelombang berikutnya.

E-Training bersama BPSDMPK-PMP

Puncak, 10 – 14 Desember 2013, dalam rangka mempersiapkan sistem pelatihan online untuk guru yang sedang dikembangkan bersama antara Intel Indonesia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) maka diselenggarakan pelatihan pengembangan kelas online untuk para pelatih guru dari P4TK, LPMP dan pengawas sekolah.

12 orang peserta mengikuti pelatihan ini, mereka merubah materi-materi pelatihan guru yang biasa diselenggarakan secara tatap muka menjadi materi pelatihan online. Seluruh peserta membangun kelas online yang akan mereka gunakan untuk menyampaikan pelatihan ke para guru secara online.

Acara dibuka oleh Bpk. Saiful Bari, Kepala Sub-Bagian Data dan Informasi BPSDMPK-PMP, didampingi oleh Brimy Laksmana, Manager Program Pendidikan Intel Indonesia. Pelatihan difasilitasi oleh ST Intel, Wianstwan Gora.

Setelah pelatihan, para peserta sangat puas dan merasa pelatihan ini sangat penting bagi mereka karena sesuai dengan tuntutan kebijakan dari Kemdikbud. Meraka diminta oleh BPSDMPK-PMP untuk menjadi tim pengembang sistem pelatihan online nasional.

Para Peserta bekerja menyiapkan kelas online mereka & Peserta mempresentasikan hasil kerja

Seminar Pembelajaran Abad 21 Intel Dan Telkom

Bandar Lampung terpilih sebagai kota terakhir dalam penyelenggaraan Seminar Pembelajaran Abad 21 yang dikemas dalam Zona seru cerdaskan bangsa pada tahun 2012. Kerjasama antara Intel dengan Telkom. Acara seminar ini berlangsung di Central Plaza Lampung selama dua hari. Antusias para pengunjung mall sangat tinggi sekali, ini terlihat ketika acara seminar berlangsung dengan peserta yang cukup banyak sekali.

Dalam Seminar ini, sebagai pembicara pertama adalah dari Intel Education Indonesia dengan membawakan materi Pembelajaran Abad 21. Pada sesi ini para peserta diajak untuk memikirkan tantangan abad 21 yang akan dihadapi oleh anak cucu kita. Setelah itu, pemateri memberikan beberapa hal yang harus diubah dalam proses pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah.

Setelah sesi dari Intel Education Indonesia selesai dilanjutkan oleh pemateri dari Telkom. Pada sesi ini, Telkom menyampaikan tentang Internet Sehat. Acara berlangsung dua hari dengan format sesi yang sama.

Acara serupa juga diselenggarakan sebelumnya di Pulau Batam, berlangsung selama 3 hari pada tanggal 7 – 9 Desember 2012 dan dihadiri kurang lebih 200 orang guru. Acara diselenggarakan atas kerjasama Intel Indonesia dan TELKOM dan juga Hypermart.

Intel Education Awards 2013

Tanggal 27 November 2012 bertempat di Park Hotel Jakarta, Intel Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melaksanakan acara pemberian penghargaan pada guru Indonesia yaitu Intel Education Awards 2013. Acara ini adalah acara tahunan Intel Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 2009.

Tahun ini, Intel Education Awards diselenggarakan parallel dengan acara Lomba Kreatifitas Guru yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kemdikbud. 70 finalis dari seluruh Indonesia diseleksi untuk mendapatkan 6 pemenang dengan kriteria utama integrasi teknologi dan pengembangan proses pembelajaran berpusat pada siswa dan berbasis proyek.

Dalam acara tersebut, Uday Marty, Direktur Intel Asia Tenggara, menyampaikan penghargaannya kepada Kemdikbud dan komitmen Intel pada dunia pendidikan. Ibu Unifah Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik BPSDMPK-PMP, menyampikan rasa terima kasih pada Intel dan kebanggaanya pada guru Indonesia.

Seorang guru Bahasa Inggris dari SMP YPJ Kuala Kencana Timika - Papua, Imam Taufik Hidayat, berhasil keluar sebagai pemenang Intel Education Awards 2013. Kreatifitas guru ini dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dengan tema “Pemanasan Global” dan melakukan kolaborasi dengan guru dari Phillipina.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan musik dari paduan suara Universitas Indraprasta PGRI dan kelompok Motivasinger yang menyanyikan lagi “Guru Abad 21”.

Lokakarya Pengembangan Master Plan TIK untuk Pendidikan Indonesia, Kerjasama Intel dan Pustekkom Kemdikbud

Untuk membantu pemerintah, perguruan tinggi, sekolah dalam mengembangkan Master Plan TIK untuk Pendidikan, Pustekkom (Pusat Informasi Teknologi dan Komunikasi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Intel Indonesia Corporation menyelenggarakan lokakarya sehari pada tanggal 19 November 2012 bertempat di Hotel Century Athlete, Senayan, Jakarta.

Lokakarya yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) peserta yang memiliki latar belakang beragam, yang terdiri dari para akademisi (dosen dan guru), instansi pemerintah, lembaga donor internasional serta mitra swasta ini dibuka oleh Dr. Ari Santoso (Kepala Pustekkom Kemdikbud) dan difasilitasi oleh Bruce Dixon (Co-founder, Anytime Anywhere Learning Foundation). Dalam lokakarya ini pemateri memaparkan berbagai konsep serta studi kasus berkaitan dengan perkembangan dunia pendidikan dan TIK saat ini serta tantangan di masa mendatang. Selain itu Bruce Dixon juga memperkenalkan model pengembangan kebijakan transformasi pendidikan dari Intel yang dapat diadopsi bagi pengembangan Master Plan TIK untuk Pendidikan Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, Pustekkom bersama institusi lain dibawah Kemdikbud dan mitra mereka akan menyempurnakan draft Master Plan TIK untuk pendidikan yang telah disusun, dengan model pengembangan kebijakan dari Intel.

Essential Course - LPMP Kalimantan Barat

Pontianak, 5 – 9 November 2010. Sebagai salah satu langkah yang dilakukan oleh LPMP Kalimantan Barat untuk meningkatkan Profesinalisme Guru di Provinsi Kalimantan Barat adalah dengan menggandeng Intel Education Indonesia untuk melatih para guru di Provinsi Kalimantan Barat. Karena keterbatasan sumber daya manusia di Intel Education dan LPMP KALBAR, maka pada awal November 2012 yang lalu diadakanlah pelatihan Master Trainer untuk Intel Teach Program. Materi yang diberikan adalah Essentials Course, lebih membahas kepada Project Based Learning.

Pembukaan dilakukan di ruang Teleconfrence LPMP Kalimantan Barat yang dibuka langsung oleh Kepala LPMP KALBAR Bapak Drs. Suhartono Arham, M.Si . Setelah acara pembukaan selesai, dilanjutkan dengan presentasi dari Education Manager Intel Corporation Indonesia Bapak Brimy Laksmana. Dalam presentasinya, beliau memaparkan tentang kondisi Abad 21 yang akan dihadapi oleh Anak cucu kita. Selain itu juga disampaikan tentang Transformasi Pendidikan.

DIlanjutkan dengan pelatihan materi inti yang difasilitasi langsung oleh Senior Trainer Intel Education Indonesia, Heru Triwiyono. Selama 4 hari peserta yang berasal dari perwakilan ICT Center Kabupaten/Kota se-Provinsi KALBAR dan beberapa SMA/SMK di Kota Pontianak ini disibukan dengan pembuatan dan perancangan proses pembelajaran yang Berbasis project, lengkap dengan protofolionya. PAda hari terakhir, sebelum penutupan peserta mempresentasikan hasil rancangan kelompoknya masing-masing. Acara ditutup oleh KaSie Sistem Informasi LPMP KALBAR Dra. Dwi Karyani, M.Pd.

Pelatihan Getting Started - Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya, 29 – 31 OKTOBER 2012. Sebagai lagkah awal kerjasama antara Intel Education Indonesia, Ikatan Alumni UPI dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, maka diadakanlah pelatihan Training of trainer Intel Teach Getting Started untuk para Guru perwakilan tiap kecamatan. Pelatihan ini bertempat di ruang Aula PT. Telkom Wilayah Tasikmalaya. Sekretaris Dinas Pendidikan yang mewakili Kapal Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berkenan membuka langsung pelatihan ini. Dalam acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Kepala PT. Telkom Wilayah Priangan Timur, Ketua Ikatan Alumni UPI dan Business Development Manager Intel Indonesia Corporation.

Sesi pelatihan diawali dengan presentasi Bapak Ganis Samoedra Murharyono tentang perkembangan teknologi semiconductor, program Intel World Ahead dan Program Intel Education. Peserta yang berjumlah 45 orang sangat antusias dalam mengikuti tiap sesi pelatihan. Lalu di lanjutkan dengan presentasi dari PT. Telkom yang memperkenalkan perkembangan teknologi dalam system informasi sekolah.

Pelatihan Getting Started dimulai tepat setelah makan siang. Dalam pelatihan ini disampaikan tentang Kecakapan Abad 21, Pembelajaran berpusat pada siswa, Pendekatan pembelajaran abad 21 dan implementasi teknologi dalam pendidikan. Selama 3 hari tersebut, peserta secara tidak langsung diajak langsung untuk mempraktekan apa yang sedang dibahas oleh fasilitator Heru Triwiyono ( Senior Trainer Intel Education).

Tiba pada acara penutupan, berkenan langsung menutup pelatihan ini adalah Bapak Syarif Hidayat, Ketua Ikatan Alumni UPI Tasikmalaya.

Intel Education Solutions Workshop untuk Master Trainer

Ujicoba komputasi 1:1 (masing-masing siswa dan guru menggunakan komputer di kelas) dengan Intel CMPC (Classmate PC) atau Intel Education Solutions telah berlangsung lama di Indonesia dan di negara lain. Untuk meningkatkan keterampilan para Master Trainer (MT) dalam penerapan komputasi 1:1 di kelas, Intel menyelenggarakan lokakarya pada tanggal 22-24 Oktober 2012 di BTPN Marang, Kuala Terengganu, Malaysia.

Lokakarya yang difasilitasi oleh Dr. Joya Chaterjee (Intel US Office) ini diikuti oleh 20-an peserta yang terdiri dari para MT yang berasal dari Malaysia dan para MT dari beberapa negara di Asia seperti Winastwan Gora (Indonesia), Hary Pujianto (Indonesia), Passara Bhurinanthakul (Thailand), Thy Tran Nu May (Vietnam), Marivic Rosales (Filipina), Rubina Jahangir (Pakistan) dan Kim Yong Shin (Korea Selatan).

Dalam lokakarya ini dibahas berbagai hal tentang optimasi penggunaan Intel Education Solutions di dalam pembelajaran, seperti Internet Safety, pemanfaatan Microsoft PowerPoint dalam pengembangan produk siswa berbasis multimedia, pemanfaatan Microsoft Excel dalam pelajaran Matematika, penceritaan digital dengan Microsoft Photo Story, pemanfaatan Web Camera dan ArtRage, serta penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memanfaatkan Intel Education Solutions.

Karya dari peserta lokakarya berupa RPP, produk siswa, brosur/buletin kelas dan presentasi multimedia ditampilkan di akhir pelatihan oleh masing-masing kelompok dan dinilai bersama. Lokakarya 3 (tiga) hari ini sangat jelas memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya Intel Education Solutions Intel Classmate PC dimanfaatkan di dalam kelas untuk mengoptimalkan pembelajaran. Sebagai bentuk tindak lanjut (follow-up), para peserta akan mengimbaskan keterampilan yang telah diperoleh dengan melatihkannya kepada para guru lain di sekolah lokasi ujicoba Intel Education Solutions.

"Zona Seru Cerdaskan Bangsa" INTEL dan TELKOM

Intel dan PT. Telkom bekerjasama menyelenggarakan acara expo dan seminar di 2 (dua) kota/kabupaten di Sumatera bertajuk “Zona Seru Cerdaskan Bangsa”. Acara pameran dan seminar sehari yang ditujukan bagi guru, siswa dan orang tua siswa ini berlangsung di dua kota yaitu Medan dan Pekanbaru.

Acara ini memiliki beberapa kegiatan, bagi siswa disediakan arena koneksi Internet gratis dan beberapa lomba-lomba menarik. Bagi Guru, Intel dan Telkom berkesempatan memberikan wawasan tentang Internet Sehat dan Pembelajaran Abad 21. Dalam seminar itu, para peserta diajak untuk mengetahui tantangan masa depan yang akan dihadapi oleh para siswa dan pentingnya menguasai keterampilan abad ke-21, sehingga diharapkan para guru merubah cara mengajarnya untuk memenuhi kebutuhan siswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Kegiatan ini berlangsung di Medan pada tanggal 28 -29 September 2012 (di SD-SMP-SMA-SMK PAB Helvetia dan SMP-SMA Raksana) dan tanggal 05 – 06 Oktober 2012 (di SD-SMP Witama dan SMKN 02 Pekanbaru).

Seminar Pendidikan Intel Di Acara KiHajar (Kita Harus Belajar) Pustekkom

Pustekkom mengundang para guru dari 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Selatan pada tanggal 4 Oktober 2012 di Kota palembang. Para guru ini berasal dari 37 Sekolah. Intel memperkenalkan Konsep pembelajaran abad 21, Intel Education Solutions dan demo tentang pembelajaran 1:1 e-learning classroom. Sebelumnya Pustekkom dan Universitas Sriwijaya juga menyampaikan beberapa materi tentang Pengintegrasian Teknologi di dalam pendidikan.

Acara yang berlangsung selama satu hari ini, cukup membuat para guru yang hadir sangat antusias sekali. Karena mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang pembelajaran abad 21. DIawali dengan pemaparan oleh Pustekkom tentang pembelajaran abad 21. Dilanjutkan oleh Universitas Sriwijaya yang membawakan materi tentang e-learning. Di sesi ketiga, salah seorang guru dari SMAN 1 Indralaya berbagi pengalaman sekolahnya yang telah menerapkan e-learning.

Lalu, diakhir sesi diisi oleh tiga orang pemateri dari Intel Corporation Indonesia antara lain adalah Bapak Ganis Muharyono, Bapak Ananta Gondomono dan Heru Triwiyono. Mereka membawakan materi tentang pengenalan Intel, Pembelajaran Abad 21 dan Intel Education Solutions dengan demo pembelajaran 1:1 e-learning classroom.

Pelatihan Intel Getting Started Untuk BLC TELKOM

Sebagai bentuk kerjasama antara Intel Education Indonesia dengan Telkom, Intel mengadakan pelatihan untuk para trainer di lingkungan Broadband Lerning Center Telkom yang berasal dari tiga kota yaitu Padang, Jambi dan Palembang. Pelatihan dilaksanakan di BLC TELKOM kota Padang pada tanggal 20 – 22 September 2012

Berlangsung di ruang rapat management Telkom Padang, pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Telkom Sumatra Barat Bapak Setia Welly dan Education Manager Intel Indonesia Corporation Bapak Brimy Laksmana.

Pelatihan dengan peserta yang didominasi oleh trainer-trainer muda ini berjalan dengan baik. Selama 3 hari, oleh fasilitator dari Intel Education Indonesia Heru Triwiyono, peserta diberikan materi tentang Kecakapan Abad 21, Pembelajaran berpusat pada siswa, literasi teknologi dan Pemikiran kritis. Peserta yang dengan aktifnya mengikuti pelatihan ini, merasa waktu yang diberikan masih kurang. Sehingga mereka berharap dapat diadakan pelatihan kembali di lain waktu. Pelatihan ini ditutup langsung oleh Kepala Telkom Sumatra Barat Bapak Setia Welly.

Lokakarya Pengembangan Kemampuan Dosen sebagai Pengembang Kelas dan Fasilitator Online pada Pembelajaran Campuran, Sampoerna School of Education (SSE)

Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Intel Corporation dan Sampoerna School of Education (SSE) Jakarta, pada tanggal 12 – 13 September 2012, bertempat di kampus SSE, diselenggarakan Lokakarya Pengembangan Kemampuan Dosen sebagai Pengembang Kelas dan Fasilitator Online pada Pembelajaran Campuran bagi 20 orang dosen SSE. Kegiatan ini merupakan komitmen Intel Corporation mendukung SSE dalam penerapan pembelajaran campuran (blended learning) di dalam perkuliahan yang telah mereka mulai sejak semester lalu.

Tujuan pelatihan ini adalah untuk melatih kemampuan dosen dalam mengembangkan kelas online dalam Learning Management System (LMS) dan memfasilitasi interaksi online dalam pembelajaran blended/hybrid. Pelatihan yang difasilitasi oleh Winastwan Gora (Senior Trainer Intel Teach) ini diselenggarakan secara online dan tatap muka selama 2 (dua) bulan. Hasil akhir dari pelatihan ini adalah sebuah kelas online dan jurnal proses yang mendukung implementasi pembelajaran campuran di kelas para dosen.

Dalam sambutannya, Brimy Laksmana (Education Manager Intel Corporation) menjelaskan bahwa Intel Corporation akan terus mendukung inisiatif SSE dalam meningkatkan kualitas perkuliahan termasuk integrasi pelatihan dan modul-modul pelatihan Intel Teach kedalam kurikulum, sehingga nantinya para mahasiswa SSE (sebagai calon guru) dapat dengan mudah mendapatkan program pengembangan profesional dari Intel.

Lokakarya Pengkajian Akademik Pembelajaran Jarak Jauh/e-Learning Pendidikan Menengah

Guna mensukseskan wajib belajar, pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan menengah, Kemdikbud berencana untuk melahirkan sebuah Peraturan Menteri tentang Pendidikan Jarak Jauh/e-Learning bagi direktorat pendidikan menengah. Untuk mendukung langkah tersebut Pustekkom Kemdikbud menyelenggarakan kegiatan lokakarya “Pengkajian Akademik Pembelajaran Jarak Jauh/e-Learning Pendidikan Menengah” pada tanggal 06-08 September 2012 bertempat di Hotel Poencer, Bogor.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30-an peserta dari universitas, Kemdikbud dan para praktisi dari mitra perusahaan swasta ini bertujuan untuk menghasilkan naskah akademik sebagai dokumen pendukung Peraturan Menteri yang akan diterbitkan. Intel Education sebagai salah satu mitra strategis Kemdikbud diundang dalam lokakarya ini untuk berpartisipasi sebagai peserta dalam penyusunan naskah akademik tersebut.

Pemilihan Guru Berprestasi Kemdikbud 2012

Sebagai agenda tahunan dari Kemdikbud dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia diselenggarakan acara penganugerahan guru berprestasi nasional yang dilakukan oleh Ditjen Dikmen, Ditjen Dikdas dan Ditjen PAUD. Intel Indonesia turut berpartisipasi dalam acara ini dengan memberikan hadiah berupa CMPC kepada seluruh pemenang pertama di semua kategori. Acara diselenggarakan pada tanggal 4 – 10 September di Jakarta.

Selain itu Intel Indonesia juga diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dan program kepada para guru. Education Program Manager Intel Indonesia, Brimy Laksmana, memberikan presentasi yang berjudul “Transformasi Pendidikan” yang pada intinya memberikan wawasan pada para guru mengenai situasi, tantangan dan peluang bagi seluruh pendidik di dunia dimana siswa harus siap menghadapi sebuah era yang benar-benar baru di abad 21 ini. Guru diharapkan mendapatkan wawasan yang merubah paradigma dan siap melakukan perubahan pola pembelajaran yang relevan dengan situasi dan kondisi terkini.

Para guru memberikan apresiasi yang baik terhadap peran Intel dalam dunia pendidikan dan sangat menginginkan untuk dapat terlibat dalam program pendidikan Intel di Indonesia.

Penandatanganan MOU dengan Universitas Negeri Makasar

Dalam rangka memperluas program Pre-Service Intel Teach di Indonesia dan untuk membantu Universitas dalam mempersiapkan para calon guru untuk siap dalam menghadapi tantangan pembelajaran di abad 21, Intel Indonesia menandatangani MOU dengan Universitas Negeri makasar pada tanggal 1 Agustus 2012.

Penandatanganan MOU ini bertepatan dengan acara Dies Natalis Universitas Negeri Makasar ke-51, penandatanganan dilakukan dalam sidang terbuka senat guru besar UNM yang dihadiri seluruh guru besar dan jajaran pejabat universitas. Dalam Dies Natalis yang bertema “kemandirian dan kewirausahaan” ini, selain laporan dari Rektor UNM, acara diisi juga dengan kuliah terbuka mengenai kemandirian ekonomi oleh mantan menteri koperasi dan UKM, Bpak. Adi Sasono. Selain itu Gubernur Sulawesi Selatan sebagai Dewan Penyantun UNM juga memberikan arahan dan pandangannya.

Penandatanganan MOU dilakukan langsung oleh Rektor UNM disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan. Selain dengan Intel Indonesia, UNM juga menandatangani MOU dengan pemerintah Kabupaten Biak dan Sorong. Selain itu dilakukan juga serah terima simbolis bantuan laptop dari Intel Indonesia kepada pihak universitas yang diwakili oleh Education Program Manager Intel Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini maka Intel Indonesia dan UNM sepakat untuk mengadakan pelatihan awal di bulan September 2012.

Pelatihan Intel Teach Essentials Course Universitas Pendidikan Indonesia

Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Intel Indonesia Corporation dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pada tanggal 31 Juli – 01 Agustus dan 07-08 Agustus diselenggarakanlah pelatihan Intel Teach Essentials Course bagi 20 orang dosen UPI dan beberapa staf pengajar sekolah laboratorium UPI. “Diharapkan dengan kegiatan ini kualitas pendidikan di UPI dapat semakin ditingkatkan” sambut Dr. Din Wahyudin dalam pidato pembukaan.

Lokakarya yang difasilitasi oleh Winastwan Gora dan Heru Triwiyono (Senior Trainer Intel Education Indonesia) ini bertujuan untuk menambah wawasan keterampilan mengajar dengan model pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi di kelas. Dalam kegiatan ini, para peserta berperan menjadi perancang kurikulum yang tengah mengerjakan proyek perancangan pembelajaran berbasis proyek secara berkelompok. Di dalam kelompok, para peserta merancang rencana pembelajaran (unit plan), membuat contoh produk bagi siswa, produk publikasi proyek (untuk umum/orang tua siswa), dan instrumen penilaian sebagai portfolio pembelajaran.

"Pelatihan ini sangat berguna bagi para pendidik, sangat dirasakan manfaatnya terlebih Intel memberikan banyak sekali contoh tentang bagaimana proses pembelajaran yang berpusat kepada siswa, yang mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 dengan model pembelajaran berbasis proyek. Lewat contoh rancangan pembelaran serta dokumen-dokumen pendukung yang disediakan, kami sebagai pengajar lebih mudah dalam melakukan perancangan pembelajaran dan mempermudah bagi kami untuk melakukan implementasi nantinya" tutur Syarif, salah satu dosen UPI.

Hadir pada saat penutupan acara, Brimy Laksmana (Education Manager Intel Education Indonesia) yang berkesempatan untuk memberikan gambaran umum mengenai program inisiatif Intel dalam bidang pendidikan di Indonesia. “Pelatihan ini menjadi rangkaian upaya UPI untuk terus mengembangkan inovasi pendidikan bersama Intel. Sebagai tindak lanjut, UPI akan terus menyelenggarakan pelatihan serupa bagi dosen maupun mahasiswa yang akan dilatih oleh para peserta pelatihan ini” tutur Dr. Uyu Wahyudin dalam sambutan penutupannya.

Inhouse Training SD Sekolah Standar Nasional se-Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Sebagai upaya pengembangan profesional berkelanjutan bagi para pendidik, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Inhouse Training bagi para guru Sekolah Dasar SSN (Sekolah Standar Nasional) se-Kabupaten Sukabumi. Bertempat di Sekolah Dasar Internasional Cikembar 1, pelatihan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru.

Acara yang dibuka oleh KaSie Dikdas Kabupaten Sukabumi, pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pendidik tentang berbagai kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dalam kegiatan ini, Intel berkesempatan untuk memberikan paparan tentang “Pembelajaran Abad Ke-21” yang disajikan oleh Brimy Laksamana (Education Manager Intel Education Indonesia).

Kegiatan ini merupakan kegiatan awal kerjasama Intel dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang akan ditindaklanjuti dengan pelatihan Intel Getting Started untuk Master Trainer serta pelatihan-pelatihan lainnya.

"Zona Seru Cerdaskan Bangsa" SEMINAR INTEL – TELKOM Untuk Memajukan Pendidikan Indonesia

Intel, Telkom dan British Council berkolaborasi menyelenggarakan acara expo dan seminar di 3 (tiga) kota/kabupaten di Jawa Tengah bertajuk “Zona Seru Cerdaskan Bangsa”. Acara pameran dan seminar sehari yang ditujukan bagi guru dan siswa ini berlangsung di tiga kota yaitu Salatiga, Surakarta dan Sragen.

Dimulai dari Kota Salatiga yang dipusatkan di SMPN 6 Salatiga (15 Juni 2012) dan SMKN 2 Salatiga (16 Juni 2012) kemudian berlanjut ke Kota Surakarta yang dipusatkan di SMP 1 Batik (22 Juni 2012). Sedangkan untuk Kabupaten Sragen, acara diselenggarakan di SMKN 1 Sragen (29 Juni 2012) dan SMA PGRI 1 Sragen (30 Juni 2012).

Acara ini memiliki beberapa kegiatan, bagi siswa disediakan arena koneksi Internet gratis dan beberapa lomba-lomba menarik. Bagi Guru, Intel, Telkom dan British Council berkesempatan memberikan Seminar tentang Pembelajaran Abad 21. Dalam seminar itu, para peserta diajak untuk mengetahui tantangan abad 21 yang akan dihadapi oleh para siswa, sehingga diharapkan para guru merubah cara mengajarnya untuk memenuhi kebutuhan siswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan.


Pelatihan Intel Future Scientist Bersama LIPI

Setiap tahun LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menyelenggarakan acara Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRNAS). Untuk tahun 2012 ini PIRNAS ke-11 diadakan di Kota Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 25 – 29 Juni 2012. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu penuh ini diikuti oleh Guru dan Siswa dari berbagai Provinsi di Indonesia. Acara PIRNAS XI itu sendiri berlangsung di Garden Hotel Bontang dan SMA Negeri 3 Bontang.

Dalam PIRNAS XI ini Intel mendapatkan kesempatan untuk memberikan materi workshop Intel Future Scientist (IFS) kepada 120-an guru-guru pembimbing yang hadir disana. Workshop sehari yang diselenggarakan pada hari Kamis, 28 Juni 2012 ini merupakan workshop IFS yang pertama kali di Indonesia. Pelatihan ini difasilitasi oleh WInastwan Gora Swajati dan Heru Triwiyono, keduanya adalah Senior Trainer Intel Education Indonesia.

Secara garis besar, workshop IFS membahas tentang pembelajaran berbasis inquiri, metode penelitian ilmiah serta memperkenalkan ajang pameran sains nasional maupun international. Salah satu ajang pameran sains internasional yang diperkenalkan adalah Intel ISEF (International Science and Engineering Fair) yang diselenggarakan setiap tahun, yang merupakan ajang pameran sains terbesar di dunia yang diprakarsai oleh Intel.

Tujuan utama dari workshop ini adalah membudayakan pelatihan di kelas dan memupuk rasa keingintahuan para siswa, agar semakin banyak peneliti-peneliti yang lahir dari sekolah-sekolah di Indonesia. Para guru peserta terlihat sangat antusias sekali dalam mengikuti tiap sesinya, dan banyak guru yang merasa memperoleh informasi baru tentang pembelajaran berbasi inquiri serta metode integrasinya dalam pembelajaran di kelas.


Penyusunan PSB – Pustekkom

Tanggal 21 -23 Mei 2012 bertempat di Hotel Goodway - Batam, Pustekkom mengadakan acara Penyusunan Grand Desain Pusat Sumber Belajar untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). Workshop ini ditujukan untuk meningkatkan penetrasi pemanfaatan TIK di daerah 3T sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Acara dihadiri oleh beberapa Dinas Pendidikan dari 6 propinsi, perwakilan dari Balai Tekom dan perwakilan dari direktorat-direktorat kemdikbud.

Sebagai narasumber, Pustekkom mengundang beberapa perusahaan maupun organisasi seperti Intel Indonesia, Microsoft Indonesia, HP Indonesia, World Bank dan juga produsen pembangkit listrik tenaga surya. Intel Indonesia diwakili oleh education Program Manager lebih menekankan persiapan sumber daya manusianya dalam memanfaatkan PSB.